
"Ada apa? " Farah melihat Fadil murung.
"Tidak ada apa-apa kak. " Fadil melengos dan masuk ke dalam rumah
"Fadil..... " panggil Farah pada adiknya. Mau tak mau ia harus keluar lagi .
"Iya kak. "
"Kenapa? " tanyanya
Namun Fadil enggan menjawab, sorot matanya melirik kearah Khaffi.
"Paling masalah cewek, iya kan? " tebak Khaffi
" Sok tau! "sahut Fadil
" Tau lah karena dulu gue juga pernah kayak lu, diputusin wanita . " sahut Khaffi
"Siapa juga yang diputusin, kita tidak pacaran dan dia banyak yang suka bang! " Fadil keceplosan
" Ya ampun kasihan sekali adikku yang satu ini. Cintanya bertepuk sebelah tangan. " Farah memeluknya dengan samping dan Khaffi melihat itu.
"Untung saja si Modosa tidak disini, jika dia tahu lu peluk si Fadil kelar hidup lu. " Khaffi
"Emang kenapa, aku kan peluk adik sendiri. Masa tidak boleh? "
"Kau tidak tahu saja si Modosa itu cemburuan, walau itu adik sendiri aku yakin keken tetap akan marah. "
" Hei anak muda, jangan pernah kau mengemis cinta pada wanita karena kamu masih bisa memilih wanita lainnya. Wanita bukan hanya dia saja apalagi wajahmu tidak jelek-jelek amat. " ceramah Khaffi
"Adik gue ganteng bukan jelek. " Farah mencubit lengan Khaffi karena gemas
" Tapi gantengan aku. " sahut Khaffi tak mau kalah.
" Aku kalah saingan kak, aku suka sama bunga tapi si Bagus juga suka dengan nya, tadi aku melihatnya di rumah bunga. Mereka terlihat dekat. "
"Namanya bunga bangkai. " seloroh Khaffi
" Sebut saja bunga mawar kak. "Fadil menirukan suara ala tersangka dalam kasus kriminal.
Khaffi dan Farah tergelak tawa, ternyata Fadil pandai berkelakar.
" Cari yang lain, yang lebih cantik dari si mawar itu. " saran Khaffi,
"Apaan sih, Fi. Ngajarin adik gue yang tidak-tidak! " sembur Farah
__ADS_1
"Dan kamu harus belajar bukan pacaran, kakak tidak mau melihat kamu salah pergaulan apalagi sampai neko-neko dengan cewek, jangan ya dil. " pinta Farah
"Cuma suka kak, tapi kalau dia sudah milik pria lain yasudah, apa mau dikata. "
"Cari yang lain lagi. " Khaffi masih saja memprovokasi adik Farah. "Anak seusiamu sudah pantas memiliki pacar. "
"Biasanya yang cantik juga pilih-pilih kak, mereka milih pacar yang kaya tidak sepertiku yang hanya punya sepeda."
"Mereka suka nongkrong di mall dan nonton bioskop, travelling ke luar kota malah kadang ke villa termasuk si bunga itu. " sambung Fadil lagi
"Oke fix, jangan sama si bunga bangkai itu. Dia pasti sudah melalang buana. Aku yakin dia sudah pernah bermain lato-lato ajaib. " ujar Khaffi
"Apaan sih kak Khaffi, tolong diperjelas lagi. Fadil tidak mengerti. " ujarnya
"Yaelah ini bocah polos amat, padahal kamu sudah tujuh belas tahun tapi kenapa masih bodoh dalam hal anu -anu. " Khaffi geregetan
"Dia adik aku Khaffi, emang kamu yang sebelum tujuh belas tahun tahu anu-anuan. Aku sih tidak percaya kalau kau masih perjaka! " Farah menatap sinis
"Eh, karung beras. Biar gue seperti ini, tapi gue masih perjaka walaupun tidak tong-tong. " sahutnya
"Aku mana berani coblos seorang gadis, kalau cuma sekwilda gue sih yes, bawah No!, kalau mak Ifa tau aku coblos gadis yang ada gue dicoret dari kartu keluarga dan tidak dapat harta warisan. "
" Sekwilda apaan sih kak? "tanya Fadil dengan polosnya
" Enak ka? " Fadil bertanya dengan penasaran
"Enaklah, tapi kau jangan ikutan nanti ketagihan. "
"Fadil, apaan sih kok tanyanya begitu! " Farah mencubiti adiknya dengan gemas
"Penasaran kak. "
"Belajar, masuk ke Perguruan Tinggi jangan dengarkan ocehan Khaffi yang mesum. " Farah
"Gue memang mesum, makanya gue saranin adik lu jangan dekat-dekat dengan si bunga bangkai karena pasti dia tidak perawan . Takutnya pria lain yang nanem adik lu yang kena getahnya apalagi jaman sekarang banyak pergaulan bebas, ngeri banget . "
"Emang kak Khaffi tahu ciri-ciri cewek yang tidak perawan? " Fadil kian penasaran
"Kau ingin tahu? "
Fadil dengan cepat menganggukkan kepala bahkan dia yang awalnya duduk di sisi Farah kini dengan sengaja merangsek diantara kakak dan Khaffi, ia berada di tengah-tengah dan ingin mengobrol dewasa .
"Fadil!! " Farah menjewer telinga adiknya dengan kesal
"Aduh, sakit kak! " Fadil meringis kesakitan
__ADS_1
"Jangan dengar ocehan Khaffi. "
" Tapi ini penting kak agar aku tahu dan tidak salah menilai. Apa ciri wanita yang tidak perawan. " Fadil masih kekeh penasaran
" Kalau kau penasaran dan ingin tahu dia perawan atau tidak maka bawa dia ke pantai. "ucap Khaffi
" Emangnya di pantai aku harus ngapain, kok bisa tahu dia perawan atau tidak. " Fadil
" Cari ikan! " sahut Khaffi dengan kesal, adik Farah benar-benar bod*h
"Bawa dia ke laut dan bermain air disana , jika dia tidak perawan maka akan ada gelembung udara yang akan keluar dari nya. Aku mengingat hal ini dari tukang tambal ban. " Khaffi terkekeh, ia sengaja mengerjai Fadil dengan cerita karangan nya.
"Apaan sih lu, Fi! Nggak jelas ngasih saran. Kalau lu gila jangan ngajak-ngajak adikku. " Farah, namun ia menggulum senyum saran khaffi sungguh tidak masuk akal.
"Eh, kagak percaya. lu tahu kan , jika ban bocor lalu si abangnya langsung isi angin dan masukin ban ke air . Nah, lalu apa bedanya dengan wanita yang sudah begituan. So pasti bakal ada gelembung udara seperti itu. "
" Dia itu manusia bukan ban motor! " geram Farah, kesal karena saran Khaffi aneh dan gila.
Namun suara gelak tawa terdengar dari Fadil. "Kak Khaffi lucu aku senang dengerin cerita absurd kakak. Tadi aku sempat sedih saat tahu bunga ada yang apelin tapi setelah mendengar pencerahan dari kakak kini aku ceria lagi. "
"Pencerahan? " Farah mengerutkan dahi, bagaimana bisa disebut pencerahan sedangkan itu saran yang tidak masuk akal.
" Lihat adikmu saja suka dengan cerita gilaku, saran yang bermanfaat Far. "
Farah hanya memutar bola matanya dgn malas.
"Tapi kak, kalau yang tadi ciri -ciri dari wanita. Kalau dari pria yang sudah tidak perjaka apa kak? " Fadil kian antusias bahkan saat ini tidak peduli saat Farah mendelik dan mencubiti lengan nya.
"Mau tau aja atau mau tau banget? "
"Pengen tahu banget dong guru. " Fadil ikut terkekeh bahkan menganggap Khaffi guru mesum . Bertemu Khaffi seperti Hiburan sendiri untuk nya.
" Cih! Guru modelnya begitu, mesum dan pelit! " gerutu Farah
"Kakak jangan mengganggu karena aku sedang bertanya dengan guru besar Khaffi. " Fadil
"Kalau laki-laki yang tidak perjaka tidak akan terlihat , kecuali di test drive. " Khaffi terkekeh
"Maksudnya? " Fadil masih bingung
"Ya test drive begituan , kalau dia hafal maka sudah pernah melakukan kalau masih bego dan bingung berarti masih tong- tong. " Khaffi
"Sudah.. sudah jangan bercerita kayak gitu lagi, yang ada adikku tercemar otaknya. Lebih baik kamu pulang, Fi! " usir Farah
"Sudah dapat makanan, sudah dapat ilmu malah aku diusir. Emang kalian ngeselin! " Khaffi berlalu dari rumah Farah namun dirinya tidak ambil hati karena bisa bertemu dan mengobrol dengan adik Farah cukup menyenangkan.
__ADS_1