Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 182


__ADS_3

Namun Keken tidak percaya begitu saja, ia ingin sekali menginterogasinya tanpa gadis itu tahu.


Setelah selesai membungkus, ayu mengantar Keken ke sebuah ekspedisi,tempat pengiriman barang tak jauh dari rumahnya.


Berjalan menikmati suasana pulau dewata dengan pemandangan yang indah." Apa makanan khas Bali disini? "tanya Keken sekedar basa-basi


" Ada sate lilit, ayam betutu, nasi jinggo, tum ayam, masih banyak yang lain nya, ada sambal khas bali yaitu sambal matah."


"Wow, banyak juga yah. Yang paling enak yang mana? Keken pura-pura bo doh dan tidak tahu apapun tentang makanan.


" Enak semua tapi aku suka ayam betutu, kalau bebek aku tidak makan karena alergi. " jawabnya tanpa sadar


" Benarkah m, kau kerja di restoran mana? Aku ingin mencoba masakanmu? "


"Eh, a.. aku kerja di... di Resto Bebek." Ayu menjawab secara langsung tanpa disadari jawaban nya membuat Keken semakin yakin kalau gadis ini suruhan seseorang. Keken kian waspada.


Setelah mengirim paket Keken mengajak Ayu makan di Bebek resto, ia sengaja membawa nya kesana.


" Kenapa makan disini?" Ayu mulai panik dan takut kebohongan nya di ketahui Keken.


"Aku ingin makan, memangnya kamu tidak lapar?"


"Aku memang lapar tapi bukankah masih banyak restoran yang lain nya."


"Kau itu aneh, biasanya seseorang yang bekerja di suatu restoran pasti akan merayu teman nya agar mereka datang ke restorannya bahkan mereka akan memberikan diskon lalu kenapa kamu tidak suka saat aku mengajakmu kesini." Keken tersenyum penuh kepalsuan.


"Bukan nya tidak suka hanya saja saat ini aku sedang libur, jika aku kesini lagi sama saja bohong." elaknya


"Kau ingin makan apa?" tanya Keken, ia memberikan buku menu. " Ah sepertinya kau tidak butuh daftar menu ini karena kamu pasti sudah hafal."


Satu waitress mendekati mereka lalu Keken memesan bebek bakar sambal matah dan sate lilit. "Kau suka ayam betutu kan, aku pesankan ya."


Ayu mengangguk saja, terserah Keken saja karena saat ini dia mulai panik, sepertinya Keken tahu bahwa dia bukan seorang chef.


"Aku ke kamar mandi dulu."


Ayu hanya membawa ponselnya namun tas kecil miliknya ia tinggalkan di kursi.

__ADS_1


Setelah gadis itu tidak terlihat, mau tak mau Keken membuka tas nya dan menemukan sebuah dompet. Ia tersenyum penuh kemenangan dan menaruh kembali dompet itu.


Keken pun menerima sebuah pesan dari seseorang yang dia kenal dan ini lebih meyakinkan dirinya bahwa gadis itu suruhan seseorang.


"Sudah jam lima sore kenapa Farah belum meneleponku?" Biasanya Farah menelepon Keken pada sore hari namun hari ini ia tidak ada kabar.


Dan benar saja semenit kemudian Farah menelepon nya sembari menangis,bahkan wanita itu marah dengan nya.


"Kau dengan siapa? Wanita cantik itu apa pacarmu!, bukan nya dia gadis tadi malam yang datang ke kamarmu, aku masih ingat wajahnya! " seru Farah.


" Bukan sayang, dia hanya teman aku. Tidak ada wanita lain selain gemoy ku yang sexy dan bunting ini." Keken terkekeh


"Keken kamu jangan bohong ya, saat ini aku sedang bersama Inha, kenapa kamu kirim foto wanita cantik dan ingin tahu informasi nya. Apa yang kau lakukan disana dengan nya, huhuhu..." Saat Farah turun dari lantai atas ia melihat Inha menelepon dan mengirimkan foto seorang gadis dan tidak sengaja ia menyebut nama Keken.


" Aku tidak bohong sayang. "Keken


" Mas, ini si Farah tidak sopan banget main embat ponselku!" Kali ini suara Inha yang terlihat kesal. Besok-besok jangan minta informasi padaku, langsung saja ke departemen D & R cabang Bali. Kesel aku diinterogasi sama Farah, mana dia cerewet banget!" ketus nya.


Keken tergelak tawa, pasti Farah bertanya tanpa henti hingga membuat Inha yang notabene pendiam menjadi kesal. Gadis itu hanya akan menjawab seperlunya.


" Keken, awas kamu ya. "teriak Farah diujung telepon. Namun Keken segera matikan karena gadis itu sudah kembali ke mejanya.


" Iya, telepon dari istriku. "


Dan beberapa menit kemudian Farah menelepon kembali namun panggilan nya ditolak Keken. Ia segera mematikan ponsel nya.


" Silahkan di makan. "


" Iya terima kasih. "Tanpa rasa curiga Ayu makan ayam betutu hingga licin tandas.


" Kalau disini suasana nya enak, saat malam akan ada live music. "


" Benarkah, apa di restoran ini juga menyediakan wine?"


" Iya, disini tentu saja menjual wine. Ada beberapa bar disini yang cukup ramai, kalau kau mau akan aku antar ke SG club disana tempat yang cukup enjoy, kamu pasti suka. "


Keken yang telah menghabiskan makanan kini mulai bertanya dengan serius pada gadis itu." Siapa kau? "

__ADS_1


" Ayu. "


" Maksudku, kau itu suruhan siapa Kadek Ayu Maheswari!" ucap Keken dengan penuh penekanan. Ayu yang awalnya tersenyum kini terlihat pucat. Keken tahu nama panjangnya.


"Kau... kau bertanya tentang apa, aku tidak mengerti." Ayu meremas jari tangannya, ternyata dengan cepat pria itu tahu akan dirinya.


"Pasti kau suruhan Hilman, tidak salah lagi." tebak Keken


"A... apa maksudmu? bukan dia." jawabnya. Namun Keken malah tergelak tawa saat melihat reaksi Ayu.


"Memangnya kamu tahu Hilman siapa, kenapa kau langsung bilang bukan dia. Jika kau seperti ini, aku semakin yakin kalau ini adalah ulahnya."


" Saat kau berkata bahwa kau chef aku sedikit tidak percaya karena penampilanmu tidak menunjukkan seorang chef profesional." Keken


" Istriku seorang asisten chef dan dia sangat menjaga kebersihan nya tangan, lihat kuku mu panjang dan berkutek warna peach dan kau itu pilih - pilih makanan, hal ini sangat aneh. Kau tahu, saat kita menginjakkan kaki disini, tidak ada seorang pun yang menyapamu, jika kau benar-benar kerja disini seharusnya salah satu dari mereka akan mengenalmu nyatanya tidak ada. "


" Aku memang alergi udang dan seafood dan tidak akan menyentuh makanan yang berbahan dasar udang tapi kau yang alergi bebek kenapa bisa bekerja di restoran yang menyediakan menu bebek, ini aneh.


Ayu kian pucat, ternyata Keken tidak semudah yang ia bayangkan. Pria ini begitu pintar membaca gerak gerik dirinya.


"Dan perlu kamu tahu, aku sudah melihat daftar karyawan di restoran ini namun namamu tidak ada."


"Kadek Ayu Maheswari, kau bekerja di sebuah club sebagai anager kan?"


"Ah, tidak seru ternyata aku ketahuan!" ucapnya, "Aku kira kau hanya melihat wanita dari parasnya dan bisa ditipu dengan mudah." Kini Ayu meneguk minumannya dengan santai dan tidak pura-pura lagi karena Keken sudah tahu kebenarannya.


" Dia ada disini, berhati-hatilah."


"Dia masih belum ikhlas melepaskan wanita itu,sebaiknya kamu meminta maaf dengan tulus padanya, aku yakin Hilman akan luluh dan memaafkanmu." ucap Ayu


"Kau itu aneh, kenapa aku harus meminta maaf. Memangnya dia siapa? Bapak Farah juga bukan!"


"Kau itu sama keras kepalanya dengan dia." Ayu hanya bisa menghela nafas panjangnya. Hilman tidak bisa dinasihati dan pria ini juga sama sifatnya dengan Hilman.


"Terserah kamu sajalah, yang penting aku sudah ingatkan." Wanita itu berlalu pergi tanpa menoleh ke belakang.


"Kebiasaan cewek, ngomongin kita para pria keras kepala padahal mereka juga menyebalkan dan sulit diatur. Dan wanita itu tidak minta maaf sama sekali padaku, tidak membayar tagihan makanannya juga jadi aku harus membayar ini semua. " gerutunya

__ADS_1


"Oh ya ampun, kenapa aku jadi mirip si Khaffi yang perhitungan itu." ucapnya lagi.


__ADS_2