Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 199


__ADS_3

"Tidak ada Farah, kau itu curiga an sekali." Inka


Dini mau tak mau mengalihkan pembicaraan mereka,menceritakan tentang dirinya. " Itu... mmm... beberapa minggu ini seperti ada yang mengikutiku saat pulang kuliah. Aku tidak tahu mereka siapa, tapi dia menggunakan motor."


" Kau tidak tahu dia siapa dan apa maunya?" Farah


"Aku tidak tahu dia siapa dan mana berani aku berhenti dan tanya dia maunya apa. Sepertinya dia pria iseng yang tergila-gila denganku." Dini mengatakan dengan penuh percaya diri


"Dan sepertinya kamu yang gila dan berhalusinasi!" sahut Inka dengan sewot. Ia melihat wajah Dini yang biasa saja dan kurang menarik walaupun badan dia putih, tinggi kurus tapi tidak sexy. Mana ada yang suka dengan wanita jutek itu,pikirnya.


"Ya sudah jika tidak percaya." Dini


"Tentu saja aku tidak percaya." sahut Inka lagi. Entah kenapa ia kesal saat bersama wanita itu.


" Ayo kita ke blok depan belakang, disana tempat gudang dan jualan online. "Inka mengajak kedua wanita itu berjalan ke blok belakang yang hanya berjarak lima rumah.


" Aku kira kau akan live show disini ternyata beda tempat. "


" Kalau live disini banyak debu dan sempit. Semua stok baju ada di rumah belakang. " jawab Inka


" Ka, kalau karyawanmu sebanyak itu berarti omset penjualan baju tiap bulan pasti ratusan juta ya. Wah, aku jadi semakin semangat mencari ilmu tentang dunia online. " Otak bisnis Dini mulia berhitung jika melihat hasil produksi sebanyak itu tentu saja Inka akan menghasilkan banyak uang.


" Tentu saja omsetnya banyak tapi jangan senang dulu. Aku pun pernah mengalami rugi ratusan juta karena banyak barang yang menumpuk dan tidak laku. Kau harus pintar mencari celah dan kesempatan. Di dunia garmen sangat ketat persaingan, tiap tahun model dan bahan akan selalu berbeda dan kita harus pintar memproduksi tren yang sedang viral. "


Dini dan Farah mengangguk setuju.


" Berarti seperti dunia kuliner, kita harus bisa berinovasi dan menciptakan makanan baru. " Farah


" Wow..... " Dini terpukau melihat gudang Inka yang berisi timbunan baju. Bahkan stok nya sangat banyak dan beraneka ragam. Para pekerja Inka bahkan terlihat sedang mengemas pesanan.

__ADS_1


"Ini laku semua jika dijual online Ka?" tanya Dini


"Tentu saja laku, tiga hari saja pasti habis." Inka


"What...!!" Farah dan Dini saling memandang. Stok sangat melimpah dan hanya dengan waktu tiga hari saja Inka bisa menjual barang tersebut.


" Sekarang serba online, jual di marketplace saja laku asal sabar dan harga bersaing. Dulu aku tidak sebanyak ini namun lama kelamaan semuanya berjalan lancar." Inka


"Kalau mau usaha jangan pantang menyerah, karena usaha tidak hanya masalah untung saja tapi kita harus siap jika merugi." Inka


"Tapi kenapa wajahmu seperti itu saat akan live, kau tidak semangat. Apa kau sakit?" Farah melihat Inka yang sedikit murung


"Bagaimana aku bisa semangat kalau pria itu jauh dariku, aku ingin magang lagi di kantor mas Fafa tapi sudah tidak bisa." Inka hanya bisa menghela nafas panjangnya, setelah Keken masuk ke dalam perusahaan maka secara otomatis Inka harus kembali bekerja di online shop nya sendiri. Apalagi dia tidak diijinkan Fafa berdekatan dengan Antoni. Fafa sudah tahu kalau dia sering mencuri waktu bersama pria itu. Menyebalkan si Fafa.


"Jangan bilang kau kangen Antoni." tebak Farah karena dulu Keken selalu bercerita tentang Inka yang selalu mengejar pria itu.


"Ternyata susah ya menyembunyikan perasaan, semua orang tahu aku menyukainya tapi pria itu tidak pernah melihatku sama sekali." Inka kian sedih


" Betul juga, kenapa aku harus mengemis cinta padanya, sedangkan aku masih layak untuk pria lain. " Inka mulai bersemangat setelah mendengarkan saran Dini


" Ayo, ayo kerja cari cuan sat set sat set. "Dini seperti komando yang memberikan semangat pada karyawan Inka.


" Gue yang punya usaha kenapa kamu yang memerintah. "sindir Inka


" Kalau urusan duit Dini jago nya. "Farah terkekeh. Baru kali ini Inka melihat Farah tersenyum lagi semenjak hilangnya Keken, ia merasa sedikit tenang.


" Ayo kita live. Admin sudah siapkah? Stok aman, sudah dicek dan di total barang nya? "


" Aman mba!"ucap mereka serempak.

__ADS_1


Inka mulai live show di beberapa media sosial, pembawaan nya begitu santai dan menyenangkan hingga banyak penonton suka dengan nya. Komunikasinya begitu baik hingga hampir semua baju dan gamis terjual habis. Dini yang melihat Inka live hanya bisa takjub, gadis itu cerewet sekali saat live dan menjadi hiburan tersendiri. Ia ikut membantu mengemas baju bersama karyawan Inka.


"Kira - kira aku bisa seperti Inka tidak ya? Aku kan galak dan ketus." tanyanya pada diri sendiri. Ia menyadari kemampuan nya dalam berkomunikasi dengan orang lain kurang bagus.


"Aku ingin berkembang dan tidak hanya menjadi pelayan restoran. Aku harus bisa menyekolahkan adikku hingga tamat kuliah, aku harus bisa." gumam Dini dalam hati. Ia memang terlahir bukan dari kalangan orang kaya tapi baginya pendidikan sangat penting. Dia ingin memantaskan diri agar bisa mendapatkan pekerjaan dan pasangan yang lebih baik.


Setelah season terakhir Inka meminta Farah untuk masuk ke dalam frame yang sama. Ia ingin memberi kesempatan pada Farah untuk mencari Keken lewat media sosial. Inka yakin netizen yang melihat live nya akan secara tidak langsung membantu mereka.


"Ayo ngomong." Inka melihat Farah yang hanya diam saat melihat kamera ponsel yang sedang live.


"A... aku Fa... Farah istri dari Kendrew alias Keken. Su.. suamiku menghilang dan be.. belum ditemukan di su.. sungai saat Rafting." Farah tergagap saat mengatakan nya, ia tidak terbiasa berada di depan kamera kini merasa gugup dengan sorotan lampu.


"A.. aku ingin suamiku kembali. Aku menunggu dia pulang dan berharap dia baik-baik saja. huhuhu...." Tangisan Farah pecah saat mengingat suaminya.


"Keken, aku tidak bisa hidup tanpamu, huhuhu... A.. aku rindu kamu, Ken..."


"A... aku mencintai Keken dan bayi ini juga menunggu ayahnya pulang." Farah menyusut air hidungnya yang hampir menetes. "Aku berharap saat melahirkan dia disisiku dan bisa melihat bayi ini."


"Aku mohon jika ada orang yang melihat suamiku seperti foto ini." Farah dengan cepat menunjukkan foto Keken ke layar ponsel yang menyala. " Tolong hubungi saya di akun ini, aku meminta tolong dengan sangat. Semoga suamiku segera pulang dengan selamat dan kita bisa kumpul kembali, huhuhu... " Farah tidak bisa berkata - kata lagi, hatinya terlalu sakit hingga dadanya naik turun menangisi Keken kembali.


Semua karyawan, Inka dan Dini ikut larut dalam kesedihan Farah. Sedangkan Inka segera mengusap airmatanya, ia pun kangen dengan sosok Keken.


" Oke gaes, jika kalian tahu keberadaan kakak ku tolong hubungi kami di nomor admin toko ini. Kami harap bisa segera bertemu dengan mas Keken, kami menunggunya pulang ke rumah."


Beberapa netizen yang melihat live show Inka ikut memberikan semangat lewat tulisan bahkan mereka mendoakan Keken agar pulang dalam keadaan selamat.


" Terima kasih atas doa dan simpati kalian, saya akhiri live kali ini. Assalamualaikum. "Inka segera mematikan ponselnya dan memeluk tubuh Farah.


" Aku yakin mas Keken akan segera pulang. Kau tidak perlu khawatir. "

__ADS_1


" Apa yang dikatakan Inka benar, Keken pasti pulang dalam keadaan sehat. "


Lagi-lagi mereka larut dalam kesedihan hingga akhirnya Inka meminta Farah untuk beristirahat di kamar khusus miliknya.


__ADS_2