Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 231


__ADS_3

Fadil diluar sembari mengecek ponsel nya dan ternyata ada beberapa pesan dari pelatih serta temannya. Seulas senyum terukir darinya dan kini ia terlihat senang.


"Kenapa kau senyum-senyum seperti orang gila! " seru seorang pria yang kini datang dengan seorang wanita.


"Kak Khaffi kau disini. "


"Iyalah disini, memang nya dimana lagi. Aku di telepon Modosa untuk kesini dan tante Navysah belum bisa datang karena dia sedang di Bandung. "


Namun mata Fadil melirik seorang wanita cantik berjilbab yang datang bersama Khaffi.


"Bidadari surga, adem banget lihat nya. " ucapnya dalam hati


" Farah mana? "tanyanya, namun Fadil diam dan tidak berkedip saat melihat wanita itu


" Hallo, kau dengar aku. "ucapnya lagi


" Dih! Malah melamun, eh Fadil lu ngelamunin apa? Kalau lu terpesona dengan wajah cantik wanita ini mending kagak usah deh karena dia wajah barbie kelakuan ngeri."Khaffi


" Sialan lu, Fi! "umpat Inka, ia datang sebagai wakil ibunya karena Navysah belum bisa datang


" Gue Inka si cantik jelita, mana si Farah? "tanya nya lagi


" Eh, mm.. kak Farah ada di kamar kedua. " Fadil menunjuk kamar itu lalu kembali terpesona dengan wajah cantik Inka. Wanita berkulit bersih dengan senyum manisnya.


"Awas tuh iler netes! " goda Khaffi


"Aku masuk dulu ke kamar Farah, " Inka tidak peduli dengan tatapan adik Farah yang selalu melihatnya dan tersenyum.


"Kalau lu senyum begitu lagi, gue jambak Dil! " Ancam nya


"Kak, dia itu siapa kok cantik dan manis banget sih. " Fadil yang awalnya lemas langsung bersemangat saat melihat Inka.


"Dih, udah tahu cewek cantik rupanya, ah .. gue pikir lu polos. "


" Kak, aku sudah hampir dewasa. Dan aku tahu mana yang cantik alami dan mana yang cewek olala... "


"Cewek Olala, maksudnya? " Khaffi mengerutkan dahi tidak mengerti dengan ucapan Fadil


" Cewek Olalalala maksudnya wajah cewek tegas, suara ngebas, kelakuan ngegas eh ternyata dia si Bas. "kelakar Fadil.


" Si bas alias Baskoro alias si pemilik lato-lato." Beberapa dia pernah melihat cewek Olala yang genit saat mereka menyambangi lapangan bola dengan gaya manjalita ia merayu beberapa sahabat nya.

__ADS_1


Khaffi tergelak tawa, ia kira cewek olala itu apaan ternyata cewek setengah matang.


"Ya ampun, kau lucu sekali. Apa jangan-jangan kau suka yang model nya Olala? "


"Dih! Amit-amit, aku masih waras kak masa suka dengan model batangan begitu. Mana ada. " jelas Fadil


"Kak cewek tadi siapa nya kakak? " Fadil masih saja penasaran karena Inka begitu cantik dimatanya.


" Dia sepupuku, anaknya tante Navysah dan Kim Jong Um. Lu kagak usah berharap dengan cewek tadi karena bapak dia mengerikan,emang mau kepala lu di rudal . "


Fadil menggelengkan kepala, "Emang bapaknya kak Inha galak setengah mati kak? " tanya nya sembari berbisik


"Bukan galak setengah mati tapi lebih tepat nya matilah kau kalau nyakitin anaknya. "


"Semua orang tua juga begitu kak kalau anaknya disakiti. " jelas Fadil


" Maka dari itu jangan berharap apalagi naksir dengan keluarga wiro sableng, yang ada lu di bom Hiroshima. "


"Wanita itu spek wajah bidadari tapi kelakuan pahit kayak kopi. " Khaffi


"Mereka tertawa bersama hingga membuat perut Fadil sakit.


" Kak Khaffi ada -ada saja. "


"Lucu ya Fi, anaknya mas keken. Lihat pipi bapao, kulitnya bersih dan wajahnya mas keken banget. " Inka yang menggendong bayi itu begitu terpukau dengan anak Farah yang gembul.


"Iya, semoga saja sifatnya nggak kayak keken. " ujarnya


"Aamiin.. " Kali ini Farah mengamini dengan keras berharap anaknya menjadi anak baik


"Ka, kira-kira keken kapan pulang ya? " Farah bertanya sembari berkaca-kaca, melahirkan tanpa suami membuatnya sedih.


" Mungkin minggu depan, mas keken tadi telepon hanya menyuruhku untuk kemari. Mommy Imelda masih dalam pemulihan . "


"Semoga keken cepat pulang walaupun hanya sebentar menengok kami. " harap Farah


"Apa kau begitu merindukan si Modosa? " Khaffi ikut sedih dan tahu bagaimana perasaan Farah saat ini, namun dia tidak bisa memaksa keken untuk pulang karena orangtuanya dalam keadaan sakit juga di luar negeri.


Farah menganggukan kepala dengan cepat


"Sabar ya, keken pasti pulang. " Khaffi

__ADS_1


" Ka, lu ngapain sih cium-cium bayi Farah yang ada dia sawan ketempelan lu! "


"Ishh.., bayi ini sangat lucu. Aku suka cium bayi karena pipinya lembut. " Inka masih betah menggendong bayi itu dan mengajaknya bicara


"Aku juga bayi ka, cium aku dong, Ka. " pinta Khaffi sembari terkekeh


"Dih! Lu tuh bayi tua, kumisan dan jenggotan lagi. Kulit udah burik mana mau aku cium, mending cium__" Inka hampir saja keceplosan, wanita itu tidak bisa mengontrol diri dan sesaat kemudian ia mengingat seorang pria yang dicintainya.


"Andai saja kak Antoni menikah dan mencintaiku, pasti aku sangat bahagia tapi itu tidak mungkin karena dia si kulkas dingin. " gumamnya dalam hati


"Dih! ngelamunin apa woy...!! " seru Khaffi di telinga Inka. "Kalau lu ngelamunin Antoni, percuma saja karena dia tidak akan tertarik dengan mu. " ejek Khaffi


Inka kembali badmood, Khaffi selalu menyebalkan saat bicara.


"Sudahlah ayo kita pulang. Aku sedang banyak kerjaan. " bohongnya, sebenarnya dia ingin segera pulang dan tidur. Hatinya memburuk saat mengenang pria itu. Antoni yang tidak pernah merespon cintanya.


"Ayo kita pulang, aku juga harus kembali ke kantor mas Raffa.


Mereka pamit dengan Farah dan orangtuanya.


" Mau kemana? " Fadil melihat mereka keluar dari ruangan Farah


"Pulang."


" Kak Inka, aku baru tahu ternyata kau pemilik online shop yang selalu live di aplikasi tuk-tuk kan, pantas saja wajahmu tidak asing. Bolehkah aku meminta nomor ponselmu? " Fadil bergerak cepat, kesempatan tidak datang dua kali. Ia berharap bisa bertemu dan berhubungan dengan Inka lagi


" Untuk apa meminta nomor ponselku, jika kau butuh baju kau bisa menghubungi nomor admin. " Inka tidak sembarangan memberi nomor ponselnya karena itu sangat menganggu.


"Silaturahmi atau barangkali kak Farah butuh sesuatu dan aku tidak mengerti maka aku bisa menghubungimu. " dalihnya


" Kau bisa menghubungiku atau pengawal tidak perlu dengan Inka. Kamu tidak perlu modus karena Inka tidak tertarik denganmu bocah cilik. " Khaffi mengeluarkan kartu namanya


"Aku sudah dewasa bukan anak kecil kak. " Fadil menerima kartu nama itu dengan lemas, tidak bisa mendapatkan nomor gadis cantik bernama Inka


" Ambil ini, hubungi aku jika penting. Jika tidak ada keperluan jangan menghubungiku karena aku sibuk!"Inka yang melihat Fadil lemas kini memberi nya kartu nama, mungkin saja dia akan membutuhkan pertolongan nya apalagi saat ini Farah sudah melahirkan bisa saja wanita itu membutuhkan sesuatu.


" Terima kasih nona, aku akan menghubungimu jika kak Farah membutuhkan sesuatu. "Fadil tersenyum sumringah akhirnya mendapatkan kartu nama Inka


" Jangan senang dulu, ingat bapak dia Kim Jong Um, jangan cari masalah jika tidak kau akan dihukum mati dan perlu kau tahu wanita gendeng itu menyukai pria dewasa bukan pria ABG sepertimu "bisik Khaffi lalu mereka berjalan meninggalkan Fadil.


" Namanya juga usaha, siapa tahu si cantik itu butuh bantuanku. "Fadil tidak peduli dengan ucapan Khaffi yang terpenting dia mendapatkan nomor telepon wanita cantik yang bisa dia pamerkan pada teman-teman nya saking senangnya Fadil berjingkrak-jingkrak seperti orang gila.

__ADS_1


" Dih, sawan juga dia! " Khaffi tidak sengaja menengok kebelakang dan melihat Fadil berjoget kegirangan. Namun saat diparkiran, dia melihat seorang wanita yang dia kenal. Wanita yang tidak pernah merespon dan membencinya.


__ADS_2