Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 92 (Teman gila)


__ADS_3

Dini


Ia duduk tak jauh dari tempat pelaminan Farah. Beberapa kali ia sempat melamun dan murung. Pesta pernikahan Farah yang begitu meriah tidak membuat hatinya sepenuhnya bahagia. Disatu sisi, ia sangat bersyukur Farah bisa menikah dan pria itu mau bertanggungjawab namun disisi lain ia merasa kehilangan teman satu kontrakan. Dini yang terbiasa bergantung pada Farah kini harus memulai dari awal. Ia harus berpisah karena karena Farah telah menikah.


" Kenapa melamun disini, kehilangan teman tidur lu?" tanya Vania, ia mendekati Dini dengan membawa dua buah es cream. Satu untuknya, satu untuk Dini.


" Udah cantik, wajahnya jangan ditekuk entar tambah kelihatan judesnya. Mana ada brismaid murung begitu." sambungnya lagi


" Berisik lu Van, emang cuma gue yang kehilangan Farah, lu juga kehilangan dia kan? Kita tidak bisa tidur bertiga lagi dan aku pasti kangen hal itu,huhuhu... " Dini mengusap airmatanya namun ia pun tetap menjilat dinginnya es cream


" Aku juga kehilangan dia. " Vania pun merasa sedikit sedih, saat Farah pamit padanya untuk menikah dan memberinya gaun untuk brismaid, Vania tidak bisa berkata - kata lagi antara senang dan sedih.


"Kita semua bergantung pada Farah, dia teman yang sangat baik." ucap Vania lagi.


"Kita jomblo menyedihkan, hanya Farah paling mengerti kita." ucap Dini


"Sudah jangan sedih, kita bisa ketemu dia kan dan pastinya aku bisa tenang sekarang karena pria gila itu mau bertanggung jawab. Kamu kok sedih banget gitu sih, ayo kita happy di acara ini."


"Gue sedih karena bingung mau kontrak dimana, rumah itu Farah duluan yang kontrak. Semua barang di rumah itu milik Farah. Gue baru sadar ternyata gue nggak punya apa-apa. Dan sekarang cari kontrakan mahal, mana uang gue tinggal dikit gara-gara bayar ganti rugi pria sial*n itu. " keluh Dini. Ia baru sadar jika ia keluar dari kontrakan Farah maka dia hanya membawa pakaian saja karena semua peralatan yang ada itu milik Farah dan secara otomatis ia tidak bisa lagi bayar kontrakan secara patungan. Ia tidak bisa irit.


" Ya ampun ternyata kamu sedih karena masalah itu. "Vania menggelengkan kepala." Kontrak sendirilah, kalau enggak cari kos yang murah. "


" Mana ada kontrakan atau kosan murah di Jekardah. Kalau saja rumah lu deket dari restoran, gue mau nebeng di rumah lu biar gratisan. " Dini menggulum senyum saat mengatakannya.


"Kagak modal lu! Dasar pelit!!" umpat Vania


Dini hanya terkekeh karena berhasil membuat Vania kesal.


Acara pernikahan telah selesai, beberapa anggota wedding organizer telah membereskan sebagian dekorasi dan catering karena sudah tidak ada tamu lagi. Namun tidak demikian dengan Keken dan anak - anak dari keluarga Davian. Mereka masih betah duduk sembari bercerita tentang hal lainnya.


" Tega lu Fa, ngasih surprise para mantan sambil bawa perabotan rumah tangga. Mana warnanya ungu lagi!" protes Keken dengan kesal


" Lu seharusnya bersyukur dengan mendatangkan mereka semua, lu bisa minta maaf dengan mudah. Gue juga udah modalin tuh semua perabotan,modal lu nikah sama si Farah. " Fafa


" Si*lan! Lu kira gue nggak bisa beli perabotan. "Keken menjambak rambut Fafa dengan gemas.


" Gue Keken, crazy rich dari Jekardah. Toko perabotan bisa gue beli dengan mudah. "sombongnya


" Wah! Cari mati lu Ken, beraninya jambak rambut suamiku! "seru Hanin, ia tidak terima Keken menarik rambut Fafa seperti itu.


" Wah, sepertinya ada yang bucin akut. Ngeri... Ngeri... "Cibir Keken


" Ya sudah jelaslah bucin, anak kita juga sudah dua! "Hanin memeluk lengan Fafa dengan penuh cinta


" Terserah lu dah. " Keken menatap malas saat melihat keromantisan Fafa.


" Yakin lu masih crazy rich? Aku rasa besok pagi lu udah miskin karena mommy Imelda tidak pernah bermain-main dengan perkataannya. " ucap Fafa


Keken hanya bisa menghela nafas panjangnya, sebenarnya memang ia sudah dimiskinkan sang mommy. Semua kartu kredit dan kartu saktinya disita. Keken hanya memiliki satu kartu atm dengan nominal kecil pemberian ibunya.

__ADS_1


" Dari nafasmu saja aku sudah tahu tanpa kamu jawab." sambung Fafa lagi.


" Tapi sebagian uangmu sudah dipindahkan ke rekening lain kan?" tanya Fafa lagi


"Semuanya tidak tersisa, mommy sangat cerdas. Ia sudah memblokir semua kartu dan menelusuri semua asetku. Semua dibekukan sebelum aku tahu kalau Farah hamil."


"What!!! Mommy Imelda memang luar biasa, dia selalu lebih satu langkah darimu."


" Selanjutnya bagaimana?" tanya Hanin


"Terserah Farah, aku ngikutin kemauannya." Keken hanya mengedikan bahunya


"Wah, sudah bucin nih." celetuk Khaffi


"Eh, PE'A! Ini semua gara-gara lu. Kenapa lu bilang ke mommy kalau gue nitip uang sama lu!" Keken begitu kesal karena dua minggu yang lalu ia sempat menitipkan uangnya pada Khaffi agar mommynya tidak mengambil semua uangnya. Namun Khaffi dengan mudah memberikan semua uang Keken pada Imelda.


" Gue takut sama emak lu! Dia sudah tahu kalau lu nitip duit. Heran gue mata - mata emak lu banyak banget, ngeri banget." Khaffi bergidik ngeri saat mengingat pengawal Imelda yang berada dimana-mana.


" Emamg iya sih, makanya gue kesel banget." Keken menghela nafas panjangnya, namun sedetik kemudian ia berpikir untuk mengerjai Khaffi.


" Eh, Fi. Gue punya foto b*gil dan orang sedang mandi. Lu mau lihat tidak?" Keken menaik turunkan alisnya, menggoda Khaffi sangat menyenangkan baginya.


" Ah, masa." Khaffi seolah tidak peduli namun rasa ingin tahunya melebihi batas normal. "Kalau ada bolehlah ngintip dikit." ucapnya tanpa malu.


"Dih! Otak mes*m." sindir Hanin


Keken dengan cepat mengirimkan beberapa gambar langsung ke handphone Khaffi sembari menggulum senyum.


"Ting.. Ting... Ting..." suara ponsel Khaffi berdering menandakan pesan masuk. Ia dengan segera membuka pesan dengan hati berdebar.


"Sial*n lu!" umpat Khaffi setelah melihat gambar itu, " Lu ngerjain gue!" kesalnya setelah melihat beberapa gambar binatang dan wanita.


Keken tertawa terpingkal-pingkal.


"Tadi lu bilang gambar bug*l kenapa cuma gambar kuda dan wanita yang sedang mandi bola." Khaffi pundung


"Kan aku bilang gambar b*gil, itu hewannya kan tidak pakai baju ya benar kan, b*gil. Dan tadi aku bilang foto wanita mandi, lah itu juga sedang mandi, aku kan tidak menyebut wanita sedang mandi air." jelas Keken


"Ya tapi bukan mandi bola juga kali, tidak sekalian saja gambar anak-anak!" ketusnya, Khaffi begitu kesal karena fotonya tidak sesuai ekspektasi.


Fafa dan Hanin tertawa lebar saat melihat wajah Khaffi yang ditekuk.


"Gimana Farah dah bisa menerima lu?" tanya Fafa


"Sepertinya belum sepenuhnya, sambil jalan aku akan berusaha membuat dia menyukaiku." jawab Keken


" Lu juga sih, belum nikah sudah produksi! Salah lu sendiri, sekarang terima akibatnya. " Hanin tak kalah sewot


" Gimana perasaan lu saat tahu kalau Farah hamil,gue yakin lu syok berat." ucap Fafa

__ADS_1


" Aku kaget saat itu Farah datang, saking kesalnya dia nunggu lama eh malah dilempar tuh tespek ke muka gue sambil bilang aku hamil. Bingung, gue harus seneng apa sedih sampe pikiran melayang. Tidak fokus dia ngomong apa, aku hitung tuh garis tespeknya. Kalau satu garis negatif, dua garis positif. "


" Kalau garisnya banyak berarti zebra cross. "kelakar Khaffi


Fafa melempar kulit kacang pada Khaffi yang begitu menyebalkan.


" Gue nggak nyangka ternyata Kenzi si perkasa begitu hebat. "Keken terkekeh sendiri saat menyebut senjata tempurnya.


" Dua kali sembur langsung jadi, pantas saja mommy selalu mewanti-wanti agar Kenzi tidak sembarangan membuang ludah. "


" Aku jadi pengin kawin, lu sih bikin gue iri!" Khaffi


"Sok polos lu pengen kawin, padahal udah tiap hari sama pacar lu yang bengek itu." seru Fafa


"Gue jomblo, asal lu tahu gue masih perjaka tong-tong!"


" Lalu si kuntilanak merah tidak kamu akui, sudah goyangnya menggoda seperti itu."


"Eh, sorry aja ya. Biar pecicilan begini gue juga pilih - pilih pacar, mana bisa kuntilanak merah jadi calon bini gue. Bisa kena semprot tujuh hari tujuh malam sama mak Ifa." ucap Khaffi


"Sama temennya si Farah saja, dia juga jomblo." Keken


"Ogah! Model judes gitu kayak nenek gayung, badarawuhi aja minder ketemu dia. Galakan dia daripada neng wuhi." kelakar Khaffi


Mereka hanya tersenyum mendengar Khaffi yang selalu mengoceh tentang Dini.


" Kalau Dini nenek gayung, berarti lu bang uwo." kelakar Keken


" Siapa uwo? "tanyanya


" Genderuwo hihihi... " Keken tertawa lepas saat melihat wajah Khaffi yang kembali ditekuk


" Ah lu sekarang ledekin gue, memangnya lu yakin hari ini dapat malam pertama. Gue sih tidak yakin, lihat wajah Farah aja murung terus dari tadi. "


Keken menghentikan tawanya dan mengingat kembali saat pernikahannya tadi. Memang Farah selalu diam dan murung.


" Nikah setahun setelah itu jadi duda. "ucap Hanin," Kasihan banget sih, Ken.Mudah-mudahan Farah bisa jatuh cinta sama lu dan bahagia selamanya. " ucapnya dengan tulus


" Aamiin. "Mereka semua mengamini doa Hanin.


" Nikah cuma setahun,itu pernikahan apa kredit handphone. "celetuk Khaffi, mulutnya tidak bisa berhenti menggoda Keken


" Sial*n lu! Sekarang berani ledekin gue. Sudah berani. "Keken mengelitiki tubuh Khaffi hingga ia tertawa terpingkal - pingkal. Khaffi sangat geli saat ada yang menyentuh tubuhnya.


" Jangan begini ah, ntar ada yang bangun. Lu mau tanggung jawab. "goda Khaffi


" Najis!! Gue masih normal Khaffi, bukan terong-terongan. Cuih! " Keken kesal namun Khaffi tergelak tawa


" Mendingan gue godain bini sendiri daripada godain lu!" Keken beranjak dari tempat duduknya dan berlari ke kamar hotel menemui sang istri.

__ADS_1


__ADS_2