Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 95


__ADS_3

Keken tanpa merasa bersalah masuk ke dalam kamar hotel Khaffi di lantai empat. Ia kesal karena saat pulang ke kamar hotelnya, Farah tidak membukakan pintu dan akhirnya ia lebih memilih tidur di tempat yang sama bersama Khaffi daripada harus menyewa kamar yang mahal.


" Ngeselin lu Ken!" Khaffi kesal karena harus berbagi kamar dengan sahabatnya. "Aku terbiasa tidur sendirian, pergi sana!"


" Pelit banget lu, Fi!" seru Keken, "Dulu waktu kecil lu juga suka tidur bareng gue di rumah si Fafa."


"Itu dulu sekarang tidak, sana sewa kamar sendiri!"


"Gue nggak ada duit, lu kan tahu sekarang gue udah kere. Uang gue udah buat mahar si Farah tiga ratus juta."


"Crazy rich maharnya cuma ratusan juta, payah lu!" cibirnya


"Yang penting ikhlas dan itu uang gue sendiri bukan dari mommy. Uang terakhir sebelum rekening diblokir."


" Gue bisa kasih mahar Farah milyaran tapi masa utang kan nggak lucu!" sambungnya lagi. Keken membuka kaosnya dan berbaring di ranjang.


" Baru kali ini gue lihat pengantin pria tidur terpisah, sayang sekali tidak bisa belah duren, dianggurin tuh si Kenzi hahaha... "Khaffi tergelak tawa, ia miris melihat nasib temannya yang menyedihkan di malam pertamanya sebagai pengantin.


" Sial*n lu!! " umpat Keken," Gue memang nggak belah duren tapi udah ngerasain duren nya si Farah. Emang elu yang bisanya cuma ngiler doang, makannya nikah sono"sindirnya


"Gue pria bebas, sekarang gue belum ada niatan untuk nikah. Ribet!"


" Lu belum tahu rasanya apem sih, kalau udah ngerasain kecanduan lu." Keken menggulum senyum saat mengatakan nya.


Khaffi menatap malas pada Keken, ia berbaring dan bersiap untuk tidur. Namun, baru saja ia menutup mata terdengar teriakan darinya.


" Keken sial*n!! Kentut lu bau busuk!! "teriaknya dengan kesal sembari melemparkan bantal kearah Keken. Tidak ada suara namun aroma busuk begitu menyengat. Dan Keken hanya tergelak tawa karena berhasil mengerjai Khaffi.


* **


Keken pulang ke rumah orangtuanya di sore hari, saat ia kembali ke kamar hotel ia tidak mendapati istrinya dan ternyata mommy Imelda langsung membawa Farah ke Mansion.

__ADS_1


"Bibi..!! Farah kemana?" tanya Keken sembari berteriak, ia pun tak mendapati Farah di kamarnya. Hanya tumpukan kado pernikahan yang memenuhi kamarnya dan beberapa sudah terbuka.


"Iya Den, non Farah ada di kebun belakang bersama nyonya besar." jawab sang asisten rumah tangga


Keken berjalan kearah belakang kebun dan melihat istrinya sedang memberi makan dua kambing pemberian Fafa tadi malam, sedangkan mommy nya sedang duduk menikmati rindangnya pohon dengan semilir angin sembari minum teh hangat.


" Kok kambingnya dibawa kesini?" tanya Keken sembari duduk di sisi ibunya dan bergelayut manja seperti biasanya.


"Sudah nikah masih saja bertingkah seperti anak kecil, malu ih..." cebik Imelda


Farah yang melihat Keken datang dengan segera menadahkan tangannya, "Mana ponselku?" tanyanya


"Cium dulu baru aku beri ponselmu." Keken memajukan pipinya berharap Farah kan menciumnya.


"Apaan sih! Ada mommy tahu, malu." ucap Farah, ia tidak sudi mencium Keken apalagi dihadapan mertuanya.


"Kenapa malu, kan sudah nikah." goda Keken. Namun matanya membola saat melihat Farah memakai daster berlengan pendek dan ini pertama kalinya Keken melihat Farah menggunakan baju seperti itu.


"Daster, ini pemberian dari tante Navysah. Aku dapat satu lusin,modelnya bagus - bagus dan nyaman untuk ibu hamil." Ia begitu menyukai pakaian itu karena nyaman dipakai.


"Buang baju itu, sexy kagak emak-emak iya." gerutu Keken, bahkan sejak dulu ia tidak pernah melihat sang mommy menggunakan daster. Mommy nya sangat mengutamakan penampilan yang elegan.


" Enak saja dibuang! ini sangat nyaman dipakai, kenapa kamu protes sedangkan aku yang memakai saja tidak masalah. " Farah mendengus kesal namun ia duduk disisi Keken dan masih menadahkan tangannya, berharap ponselnya segera kembali.


" Jawab dulu, kenapa kambingnya dibawa kemari? " tanya Keken lagi


" Memangnya aku harus membawanya kemana, di kontrakan kan tidak mungkin disana sempit. Hanya disini mereka bisa hidup nyaman, disini luas dan sebentar lagi asisten mommy akan membelikannya kandang untuk kambing kita. "


" Whatt!! "Keken terkesiap tidak percaya, ia menoleh kearah mommy nya dengan cepat. Ini tidak seperti sifat mommy nya yang suka memelihara binatang, bahkan dulu kucing Keken saja harus diberikan pada temannya karena sang mommy tidak suka ada hewan peliharaan berada di rumahnya.


" Mau gimana lagi demi calon cucu, si Farah merengek minta kambing itu dipelihara padahal mommy sudah membuangnya pada karyawan hotel." Imelda hanya bisa menghela nafas, mengingat Farah yang merengek hingga menangis minta kambing itu dipelihara padahal ia sudah berkata tidak. Namun Sepanjang perjalanan menuju mansion Farah selalu murung dan enggan berbicara padanya,hingga akhirnya ia mengutus pengawal untuk mengambil kembali kambing yang sempat berikan pada karyawan hotel dan tentu saja dengan memberinya imbalan m.

__ADS_1


Keken menggulum senyum, mommy nya yang terkenal galak dan tidak ada yang bisa melawan kini bertekuk lutut menuruti nyidam Farah, ini demi sang cucu.


"Apa kamu puas!" Imelda mendelik pada putranya yang seolah sedang mengolok-olok dirinya.


"Mommy yang terbaik." Keken mencium pipi ibunya dengan bertubi-tubi.


"Kambingnya aku beri nama Beta dan Beti karena mereka sepasang, semoga saja bisa berkembang biak dan bertambah banyak."


"Aku ingin jadi juragan kambing. Saat acara idul adha pasti harganya melambung tinggi." Farah membayangkan berapa uang yang akan dihasilkan jika dia mengembang biakan hewan itu.


" Sepertinya jiwa bisnis mommy sudah menular padanya. "bisik Keken pada ibunya.


" Diam kau!! balas Imelda dengan berbisik


Imelda hanya mendesah panjang, membayangkan kebun miliknya penuh dengan kambing dan kotoran nya pasti membuat rumah nya bau.


" Semoga saja calon anakmu tidak seperti anaknya Hanin, ribet banget saat hamil dan nyidam. "lirih Imelda lagi, Keken tergelak tawa.p


" Mana ponselku? "tanya Farah lagi


"Ini ponselmu." Keken memberikan ponsel Farah dan sangat terlihat wajah wanita itu begitu berseri -seri. Ia membuka ponselnya namun saat membuka galeri, tatapan Farah begitu mematikan.


"Kenapa semua foto bang Hilman hilang, kamu hapus semua fotonya ya!" seru Farah dengan nada tinggi


"Iya."


"Keken, kenapa dihapus! Ini ponselku bukan ponselmu!" sembur Farah


"Aku tidak suka ya kamu main hapus foto - foto galeri aku!" Farah begitu kesal hingga berkaca-kaca. Foto kenangan bersama Hilman seolah lenyap begitu saja, tidak tersisa satu pun.


" Yang bilang ponsel itu milikku siapa, aku hanya ingin melindungi apa yang sekarang menjadi milikku yaitu kamu!"jawabnya dengan enteng

__ADS_1


Pria itu mulai berkuasa setelah satu hari menjadi suaminya, menyebalkan.


__ADS_2