Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 186


__ADS_3

Keken kembali ke tempat Ayu dan ternyata kedua orang itu sedang menghabiskan makanan nya.


"Kenapa kau lama sekali? Aku bingung membayar semua ini." Ayu berkata sembari menyuap makanannya. Ia sangat berharap Keken akan memberinya diskon.


"Kau tenang saja, aku yang akan membayar makananmu. Hari ini gratis kau tidak perlu mengeluarkan uang sepersen pun." Keken


"Asyik, ada gunanya juga berteman denganmu." Ayu sedikit lega karena uangnya utuh.


"Bli, apa kau pacar dari kak ayu?" adiknya bertanya pada Keken, ia begitu heran kenapa kakaknya di traktir begitu banyak makanan.


"Kau lucu sekali, sudah kubilang kita hanya teman dan aku sudah menikah. Istriku yang cantik sedang hamil. Kau lihat, ini cincin pernikahan kami. Keken menunjukkan cincin di jarinya.


" Oh ternyata kau sudah menikah, Aku kira kau belum menikah. Terima kasih untuk makanan nya." Dewa


" Hmm, Ayu apa kau tahu kabar Hilman sekarang? Aku tidak melihatnya lagi disini. "


" Dia sudah pulang karena pelatihan nya sudah selesai. "


Keken menganggukan kepala.


" Aku membutuhkan bantuanmu. " Keken mulai bicara dengan nada lirih dan berbisik agar tidak ada yang mendengar obrolan mereka.


" Kau orang asli sini kan. Apa yang kau tahu tentang restoran P? "tanya Keken


" Biasanya jika memberikan informasi aku akan dibayar dengan dolar, tapi karena kau sudah berbaik hati karena mentraktirku maka aku akan memberikan informasi gratis. "


" Tepatnya ini sebagai permintaan maafmu padaku karena sudah berbohong, bahkan terakhir kali kau tidak meminta maaf dan tidak membayar tagihan. "sindir Keken. Dan Ayu hanya tergelak tawa memang pertemuan terakhir dengan Keken ia pergi begitu saja.


" Bli itu siapa, kenapa sangat penasaran dengan restoran P?" tanya Dewa


" Aku hanya ingin tahu saja, ada kasus yang sedang aku tangani.


" Jangan mencari tahu lebih jauh, dia bukan orang sembarangan. " Ayu


" Aku akan berhati-hati, tolong katakan padaku apa yang kamu tahu." Keken


Ayu menghela nafas panjangnya, lalu dia bicara lirih karena informasi ini sangat penting jangan sampai ada orang yang mendengar.


" Restoran P itu sangat recommended, selain lokasinya strategis, makanannya juga enak. Tidak hanya masakan nusantara tapi menu western juga."


" Harganya diatas rata-rata tapi jika dibandingkan dengan D & R ini, harga mereka lebih terjangkau daripada disini."


"Pemiliknya dari keluarga S mereka salah satu orang terpandang di pulau ini."


"Yang aku tahu mereka tidak hanya berbisnis di restoran tapi juga club malam dan beberapa villa disini."


" Kau tahu tentang Made Indra, manager di restoran ini?"tanya Keken

__ADS_1


" Tentu saja kenal, selain manager disini dia pengunjung abadi di R club karena dia sepupu dari keluarga S ,terkadang dia juga mengunjungi N club"


"Keluarga S dan Made Mahendra itu keluarga dekat, yang satu pengusaha dan yang satu anggota dewan. Tapi ada satu yang buat aku heran, club itu tidak pernah dirazia oleh pihak keamanan entah berapa uang yang mereka keluarkan untuk melindungi club itu."


" Pantas saja dia bisa dengan mudah berbisnis di belakang kami ternyata relasinya cukup kuat. "gumam Keken dalam hati.


" Pria itu suka mabuk, bermain wanita dan suka menghamburkan uang dengan mudah. Aku yang bekerja di N club malas saat bertemu dengannya. Dan hati-hati dengan orangtuanya, mereka bisa melakukan apapun demi memuluskan rencana. "Ayu


" Made Mahendra terkenal dermawan dan keluarga yang romantis tapi aku tidak percaya, aku merasa semuanya penuh kepalsuan. Kau tahu, beberapa tahun yang lalu dia melakukan tindakan kriminal, dia pernah terjerat kasus pemukulan pada wartawan namun beritanya menguap begitu saja. Aneh kan. "


" Memangnya kamu kerja si N club sebagai apa? "


" Kakak manager disana, dia ingin keluar tapi belum ada pekerjaan yang lebih baik karena kami memerlukan uang apalagi setelah aku kecelakaan. "Kali ini adik Ayu yang bercerita.


" Siapa namamu? "


" Aku Dewa. "


" Kau kuliah? "


" Iya, masih semester empat. "


" Sudahlah, kau diam! " Ayu tidak suka saat adiknya banyak bercerita dan menjawab pertanyaan dari Keken.


" Apa kau tahu dimana tempat penjualan sayur termurah dan terbagus disini? "


" Apa bisa mereka bekerja sama dengan restoran ini? Aku ingin mencari bahan premium dan termurah." Keken berkata dengan lirih agar tidak ada yang mendengar.


"Aku bisa mengantarmu dengan senang hati, mereka pasti akan menerima kerjasama ini. Mereka tidak akan menolak karena semua sayuran harus keluar untuk dijual, jika tidak maka sayuran itu akan layu dan nilai jualnya menurun, mereka akan rugi. Kau tahu disini juga ada daerah yang khusus untuk penanaman sayuran secara hidroponik, sayuran nya sangat bagus dan sehat. "


" Besok temui aku di hotel, antarkan aku kesana. "


" Boleh dengan senang hati, bli. " Dewa


" Hei, kau gila ya! Kau itu masih sakit kenapa kau mau repot-repot mengantarnya! "Ayu memukul dada adiknya.


" Kakak, ini sebagai ucapan terimakasih kita padanya karena sudah mentraktir makanan begitu banyak. "


" Ternyata adikmu lebih punya rasa balas budi daripada kakaknya. "


Dan Ayu mendelik pada Keken.


" Aku butuh cctv pria itu saat di N club, apa kau bisa memberikan padaku. "


" Aku tidak mau berurusan dengan pria itu, hidupku sudah tenang dan aku tidak ingin mencari masalah. "


" Kakak, saat ada orang yang membutuhkan bantuan kita maka harus dibantu bukankah itu prinsip keluarga kita yang mengharuskan tolong menolong. " Dewa

__ADS_1


" Sebenarnya kau itu adikku atau adiknya?! " Ayu begitu kesal karena Dewa selalu membela Keken.


" Bukan begitu kak, aku hanya merasa dia pria baik dan harus kita tolong. "


" Kau itu sok tahu, menyebalkan! "Ayu


Dan disaat yang bersamaan Keken menerima sebuah email dari Antoni dan Inha. Dia tersenyum penuh kemenangan.


" Hei, kau gila ya senyum - senyum seperti itu! "Ayu


" Aku memang sudah gila karena banyak pekerjaan yang bermasalah bahkan otakku kian berasap. "


" Bli, kau lucu sekali. " Dewa memanggil Keken dengan sebutan bli, sapaan yang dipakai untuk orang Bali.


" Aku lebih suka blue apalagi blue film. "kelakar Keken


Dewa dan Keken tergelak tawa tapi tidak dengan Ayu.


" Kalian sama-sama gila! " umpat Ayu


" Bantuin gue kali ini, agar semua pekerjaanku selesai tepat waktu dan aku bisa pulang pada istriku. "pinta Keken


" Apa urusannya denganku, jika kau butuh cctv pergilah sendiri ke N club bukan meminta padaku. "


" Tolonglah, kau jangan pelit padaku."


" Aku sudah memberi informasi penting saja masih dibilang pelit. Ya sudah akan aku pikirkan nanti. "


" Terima kasih."


Tak lama kemudian Indra sang manager datang dan menemui Keken, ia memberi hormat padanya." Maaf tuan, saya baru datang karena harus pergi ke bank. "


" Benarkah? " Keken melihat dari ujung rambut ke ujung kaki pria yang berani mencari keuntungan dari restoran nya.


"Tapi rambutmu terlihat basah seperti habis keramas dan kamu terlihat segar." Keken tidak mudah dikelabui. Ia benar-benar muak dengan alasan pria di depan nya itu.


"Eh, maaf. Ini bukan keramas pak. Ini hanya gel rambut." kilahnya.


"Aku ingin melihat proses produksi sampai hidangan itu tersaji di meja pengunjung."


"HAH...!!" ia terkesiap, "Tapi pak ini kan hanya audit keuangan kenapa harus mendetail."


"Memangnya kenapa, aku tim audit dari pusat dan aku diberikan perintah oleh pemilik restoran ini untuk mengaudit semuanya. "


"Baik pak, mari ikut saya."


Keken mengikuti pria itu dari proses pembelian, penyetoran hingga proses produksi. Beberapa kali Keken menginterupsi karena pernyataan sang manager tidak singkron dengan kenyataan di lapangan dan beberapa kali ia terlihat gelagapan serta bulir-bulir keringat jatuh di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2