
Seperti hari - hari sebelumnya, Keken pergi bekerja pagihari dan pulang sekitar pukul enam sore. Semenjak Farah memiliki kesibukan dengan berjualan, semenjak itu pula ia selalu tidur cepat. Farah mulai terbiasa tidur setelah adzan isya. karena esok hari ia harus memasak beberapa makanan yang akan dijual. Beberapa kali juga Keken membawa bekal buatan istrinya untuk dimakan di kantor. Pekerjaan menjadi sales masih Keken jalani dan ada saja rejekinya.Dengan menawarkan produk mobil pada teman - teman dekat dengan cara memaksa,seperti biasanya.
Wajah Keken yang tampan dan janji manisnya adalah salah satu aset terbaik yang Keken miliki hingga banyak orang terpikat dan mau membeli produk mobil yang ditawarkannya.
"Gimana sudah ada jawaban belum dari papahnya Michelle?" tanya Fafa. "Kita butuh dia untuk kerjasama ini."
"Lu tenang aja, lusa gue ketemuan dengan sekretaris Pak Michael."
"Beneran, serius lu Ken! ." Fafa seolah tidak percaya, karena sekretaris papahnya Michelle terkenal pilih- pilih dan tidak ramah. " Gimana caranya lu bisa ngeluluhin dia."
" Kali ini gue nggak bohong Fa, lu tenang aja kalau urusan perempuan, gue jagonya. " Keken dengan sombongnya membanggakan diri. Keken akhirnya menceritakan apa yang terjadi. Beberapa kali ia memantau sekretaris Michael dan tidak pernah digubris olehnya namun dengan drama yang dibuat Keken, sekretaris itu akhirnya mau diajak untuk ketemuan.
" Gue bayar orang buat jambret tas nya, dan gue datang seperti pahlawan." ucap Keken sembari terkekeh
"Emang gila lu! Ceritanya seperti sinetron - sinetron gitu biar dia merasa hutang budi dan sebagai tanda berterima kasih, dia mau diajak ketemuan." Fafa menepuk jidatnya, Keken benar-benar luar biasa banyak akal bulusnya.
" Yoi bro, hari gini harus banyak akal. Mau gimana lagi, ini jalan satu-satunya. "
" Kalau wanita lain bisa lu akalin. Lah bini sendiri gimana, udah luluh belum?"
Keken hanya bisa menghela nafas panjangnya, boro-boro luluh bahkan Farah sering marah padanya karena tidak bisa membantu tugas rumah tangga.
" Masih puasa si Kenzi? Kasihan banget dua bulan tidak keluar dari sarangnya. "
Keken hanya tersenyum kecut, mengingat betapa tersiksanya ia saat di rumah. Beberapa kali ia melihat Farah yang semakin cantik dan berisi, terkadang ia melihat Farah yang begitu segar setelah mandi dan itu sebenernya membuat Kenzi terbangun secara mendadak, namun apa mau dikata, Keken harus bersolo karir karena Farah tidak mengijinkannya untuk menyentuhnya.
" Aku pulang sajalah daripada jadi bahan tertawaan." Keken merajuk dan meninggalkan Fafa yang masih tergelak tawa.
Dan saat Keken pulang ke rumah, Farah sudah tertidur. Lampu penerangan di bagian ruang tamu sudah dipadamkan. Saat tidur Farah selalu mematikan lampunya, berbeda dengan Keken, ia selalu tidur dengan cahaya lampu yang terang.
Keken masuk ke rumah dengan kunci cadangan yang diberikan Farah padanya. Sejak mereka menikah, Keken sering pulang malam maka dari itu Farah memberinya kunci agar Keken bisa masuk tanpa harus menganggu tidurnya.
Ia melihat wajah Farah dengan lampu yang temaram. Menelisik wajah cantik baginya. Hitam manis dengan hidung yang tidak terlalu mancung namun bagi Keken wanita inilah sumber kebahagiaannya. Wanita yang selalu memporak porandakan hatinya,walaupun saat ini gadis itu belum memiliki perasaan untuknya. Menyedihkan memang.
__ADS_1
"Bahkan di tempat yang gelap dengan sinar yang sedikit, kamu begitu cantik." Keken mencium pipi dan kening istrinya dengan hati-hati agar Farah tidak terbangun. Setiap malam Keken akan mencium pipi dan kening Farah tanpa sepengetahuannya. Baginya ini kesempatan emas disaat Farah tidur, ia bisa mencium pipi istrinya walaupun hanya sekilas.
" Selamat malam anak ayah, kamu penguat hubungan kami. Ayah mencintaimu." Keken meraba perut istrinya yang sedikit membuncit. Mengelusnya dengan lembut penuh kasih sayang. Dan disaat itu pula Farah merasa terusik hingga akhirnya Keken dengan cepat pergi ke ruang tamu, tempat dimana ia tidur.
Tengah malam Farah terbangun karena lapar, namun ia tidak mau makan nasi dan lauk yang ada di rumahnya. Ia menginginkan sesuatu yang hangat dan enak.
"Aku pengen banget makan soto, mie aceh atau kari ayam sepertinya enak." gumamnya sembari menelan saliva. Keinginannya begitu kuat, ia benar-benar menginginkannya namun takut untuk keluar rumah.
"Ken." panggilnya, ia menepuk pipi suaminya agar cepat bangun. Keken yang tidur larut malam seolah tidak ingin bangun walaupun dia tahu kalau Farah memintanya untuk bangun.
"Ken!" suara Farah kian keras sembari menggoyangkan tubuh suaminya agar terbangun.
"Apa." jawabnya tanpa membuka mata, "Aku ngantuk baru tidur dan ini baru jam satu sayang." Mata Keken menyipit dan melirik jam dinding. Pukul satu malam.
"Aku lapar."
" Makanlah." Keken kembali menutup mata dan memeluk gulingnya.
"Ih, ngeselin!"Farah mendelik sembari memukul tubuh suaminya." Aku nyidam ingin makan soto atau mie aceh atau kari ayam sekarang. "
Keken yang mendengar kembali membuka matanya dan melihat wajah Farah yang memelas. "Kalau pengen yang hangat tidak usah beli, sini aku peluk pasti hangat atau kau ingin sesuatu yang lebih dari sekedar pelukan." Keken meraih Farah dan memeluknya ke dalam tubuh. Selalu mencari kesempatan dalam kesempitan.
"Apaan sih lepasin ah!" Farah memberontak dan Keken mengurai pelukannya.
"Aku mau soto atau mie aceh atau kari ayam. Aku mau itu bukan pelukanmu!" tegas Farah
Pesen online aja kalau ada, kalau tidak ada besok baru beli." jawabnya enteng
"Aku maunya sekarang." pinta Farah, "Ini anakmu yang mau loh." lagi-lagi Farah beralasan dengan nama anaknya.
" Nyidam beneran apa dibuat - buat, kasihan sekali kamu Nak." gerutu Keken, namun matanya kembali menutup. Ia benar-benar tidak ingin membuka matanya karena terasa berat. Setelah menyelesaikan tugas kantornya, Keken kelelahan dan ingin tidur pulas namun tengah malam seperti ini Farah membangunkannya.
" Ayo belikan aku makanan." rengek Farah, "Aku sangat lapar."
__ADS_1
Mau tak mau Keken membuka matanya lagi. Lampu masih menyala terang dan dirinya sangat mengantuk. Ia membuka ponselnya dan mencari makanan di aplikasi online.
"Tidak ada yang buka, sayang. Ini terlalu malam semuanya sudah tutup." Keken melihat dengan seksama dan memang tidak ada yang berjualan di jam segini.
"Pokoknya aku mau makan itu."
"Besok saja pasti aku belikan."
"Aku maunya sekarang, huhuhu..." Entah kenapa Farah menangis hanya karena makanan yang ingin ia santap.
" Oke, aku akan mencarinya. Kamu tidak perlu menangis." Keken tidak mau istrinya menangis karena menginginkan sesuatu makanan.
"Tunggu sebentar, kepalaku masih pusing." Keken memijit kening dengan lembut .
Farah yang melihat wajah suaminya di tengah cahaya lampu yang terang,ia begitu bersinar. Kulitnya putih dan bersih dan saat bangun tidur pun terlihat tampan. Farah menelan salivanya.
" Aku pasti sudah gila! "gumamnya dalam hati.
" Kenapa melihatku seperti itu." ucap Keken, ia melihat pandangan Farah selalu kearahnya tanpa berkedip.
" Tidak apa-apa. Ini mataku terserah aku mau melihat apa! "ketusnya. " Apa kamu kepanasan?" sambungnya lagi.
" Iya, disini pengap dan panas walaupun kipas menyala." Keken mengusap dahinya dengan punggung tangan. Sedikit berkeringat.
"Kenapa disaat kamu berkeringat seperti ini terlihat bersih dan glowing, sedangkan saat aku berkeringat wajahku dah kayak solar. Hitam dan mengkilap." ujarnya
"Kenapa tidak sekalian seperti oli." kelakar Keken dan itu membuat Farah tambah menekuk wajahnya.
" Biarpun kamu seperti solar, kamu terlihat cantik dan manis untukku jadi tidak perlu insecure dengan warna kulit dan fisikmu." ucap Keken
Kini hati Farah berbunga - bunga, setidaknya Keken memujinya kali ini.
"Memangnya kamu mau kayak si Soun, operasi ganti kulit? Kalau mau nanti aku siapkan kulit buaya." kelakar Keken.
__ADS_1
"Keken...!!" Dan ia mendapat pukulan dari Farah. Hatinya seolah terjun langsung ke jurang,sesaat Keken benar-benar membuatnya bahagia dan sesaat kemudian hatinya dibuat kesal.