
Keken begitu cerewet setelah pulang dari restoran. Ia langsung video call mommynya untuk bertanya kabar.
" Mommy, ada yang ingin kau katakan padaku, tentang kesehatanmu?" tanya Keken. Ia ingin mommy nya jujur.
"Tidak ada, memangnya kenapa?"
"Mommy, aku anakmu kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya" Keken terlihat sedih saat melihat ibunya di layar ponsel. Ibunya sangat pintar menutupi penyakitnya.
Keken sengaja ijin mengambil air mineral padahal dia mengusap air mata di sudutnya. Ia malu jika orangtuanya tahu kalau dia sedang menangis.
" Ken, Keken... "Imelda memanggil anaknya karena pria itu lama mengambil air.
" Iya mom. "Keken kembali duduk dan fokus dengan ponselnya.
" Kau sudah dengar dari pak Rofiq? "tanya Imelda dan Keken menganggukan kepala.
" Mommy masih kuat dan ada ayah yang selalu menjaga. Kamu tidak usah sedih Nak. "
" Iya boy, papih akan selalu ada bersama mommy mu ini. Kau tenanglah. Kau tahu, mommy belum mau operasi karena ingin melihat cucunya. Dia takut operasinya gagal dan tidak bisa melihat putramu. " Kali ini Feri merebut ponsel istrinya dan bicara pada Keken.
" Kita ke Singapura yah atau ke Amerika. Aku ingin mommy sehat dan panjang umur agar bisa melihat semua anak-anakku. " Keken
" Anak-anakmu, memang kau ingin memiliki berapa anak sayang. "
" Aku ingin sebelas anak seperti kesebelasan sepak bola mih." Keken terkekeh
" Dasar sinting! "umpat Imelda," Kau kira melahirkan tidak sakit, Farah itu manusia bukan kucing. "
" Biarkan saja sayang,Keken memiliki banyak anak agar mansion ini ramai. " Feri
" Kamu lagi, sama saja dengan anakmu. Dulu ingin aku melahirkan banyak anak padahal umurku sudah kepala empat, untung saja aku langsung steril. Tidak semudah itu melahirkan, nyawa jadi taruhan nya mas. "Imelda mencubit gemas suaminya yang selalu mendukung Keken.
" Mih, Keken mohon jaga kesehatan mommy dan papih karena cuma kalian yang Keken miliki. "
" Keken minta maaf karena selama ini selalu merepotkan kalian dan kurang peduli, Keken minta maaf. "
" Keken harap mommy dan papih panjang umur, selalu sehat. Mommy mau kan pergi ke rumah sakit, pasang ring jantung. "
" Nanti akan mommy pikirkan, terima kasih sudah peduli dengan kami. " Imelda berkaca-kaca, Keken benar-benar banyak perubahan setelah menikah.
" Keken sayang mommy dan papih. "
" Mommy juga sayang kamu, hanya kamu cinta mommy. "Imelda
" Jadi, aku bukan cinta kamu! " Feri cemburu pada anaknya.
" Amit-amit, papih kau sudah tua tidak perlu cemburu padaku karena istriku lebih cantik daripada mommy, hihihi... "kelakar Keken
__ADS_1
Imelda hanya menatap putranya dengan malas, tidak ingin menimpali selorohan anaknya.
***
Dua hari berlalu setelah menyelesaikan audit dan tidak ada kendala yang berarti, Keken akhirnya bisa bernafas lega.
" Aku akan menyerah laporan keuangan pada pak Rofiq, tidak ada masalah dengan cabang Malang karena semua transaksi bersih.
Ia mencari tempat wisata di sekitar area Malang di internet. Hampir sebulan ia berkutat dengan pekerjaan dan Keken ingin sekali refreshing. Ia mencari tempat yang ingin dikunjungi.
"Enaknya kemana ya?" tanyanya bermonolog. " Aku ingin Rafting, kalau ke Bromo aku sudah pernah."
Lalu Keken membaca beberapa tempat rekomendasi lalu ia memilih P Rafting sebagai wisata air nya.
"Aku akan kesana bermain arum jeram pasti menyenangkan."
* **
Keken menelepon Farah kalau dia ingin berwisata hari ini namun Farah meminta Keken untuk tidak kesana. Farah berkata jika ingin berwisata pilihlah di daerah Jekardah agar ia bisa ikut dengan Keken juga.
"Aku bosan jika hanya berwisata di Jekardah. Dan kehamilanmu sudah menginjak tujuh bulan aku tidak mau kamu kenapa - napa."
"Tidak usah khawatir karena aku akan baik-baik saja, aku bisa berenang." Keken
"Tapi Ken, aku khawatir kamu kenapa - napa." Entah kenapa perasaan Farah tidak nyaman saat Keken pamit ingin berwisata.
"Tapi Ken." Bukan wanita yang Farah khawatirkan karena ia yakin Keken akan setia, namun entahlah perasaan nya benar-benar tidak enak.
"Aku pergi dulu." Keken memutuskan sambungan dan pergi ke tempat itu.
d pn
~ P Rafting Malang ~
Keken masuk dengan membayar tiket, lalu melihat beberapa tempat terlebih dahulu. Ia menghirup kuat-kuat udara Malang yang cukup sejuk. Menenangkan.
Ia mencoba kegiatan outdoor seperti outbound dan paintball. Lalu Keken menikmati sejenak makanan di tempat itu sebelum melakukan Rafting. Menyimpan tas dan dompetnya di sebuah loker penitipan lalu Keken pergi Rafting.
Seperti biasa sosok Keken selalu menjadi pusat perhatian apalagi sekarang ia hanya menggunakan singlet berwarna putih hingga terlihat otot kekar nya. Beberapa wanita sempat berbisik dan ingin sekali satu perahu dengan Keken bahkan mereka sengaja mendekat dan pura-pura basa basi.
"Mas, sama kita saja mas. Kita cuma berempat." ucap salah seorang wanita
"Sama kita saja mas, kalau ber tiga pasti lebih seru." tawar gadis lain nya. Keken hanya menggulum senyum ia pasrah mau ditempatkan dimana yang penting dia bisa Rafting.
"Kalian gadis genit! Tau saja ada cowok cakep." seru seorang pria dari kelompok itu.
"Dih! Kenapa sewot, orang kita lagi usaha biar gak jomblo terus."
__ADS_1
"Perbanyak teman, silaturahmi." bela gadis lainnya
"Modus! bilang saja naksir mas ini, sok - sok an perbanyak teman."
"Masih mending perbanyak teman daripada kamu, perbanyak utang." sindir gadis lain nya. " Mau fotokopi buku kuliah saja kas bon sama mamang fotocopian."
Pria itu tersenyum malu, aib nya terbongkar oleh gadis-gadis pemuja Keken.
"Sudah jangan bertengkar,mas ganteng ini biar ikut grup ini saja yang berisi dua orang."
"Yesss..." Gadis sebelah begitu sumringah karena ada satu pria tampan di perahunya. Keken hanya tersenyum melihat wanita yang selalu menggilai dirinya.
"Coba saja kalau ada Farah, dia pasti sudah uring-uringan melihat para gadis memperebutkan diriku." gumamnya dalam hati.
"Jangan lupa baju pelampung dan helm keselamatan dipakai." ucap salah seorang pengawas Rafting. Berhubung Keken datang sendiri maka dia digabung dengan beberapa pengunjung dalam satu perahu karet.
"Sudah siap, ini dayungnya." Pengawas Rafting memberikan dayung pada setiap orang.
"Dayungnya searah agar perahu bisa berjalan dengan baik." Lalu pria itu ikut naik sebagai pemimpin Rafting.
"Hati-hati karena ombak cukup besar."
Mereka mengikuti instruksi hingga perahu karet bisa berjalan dengan baik, Keken begitu menyukainya, ombak yang cukup besar membuat adrenalin nya meningkat berkali-kali lipat.
"Pegangan yang kuat, ombaknya begitu besar." ucap sang pengawas dan benar saja beberapa kali perahu karet itu dihantam ombak hingga akhirnya perahu itu terbalik.
Mereka begitu terkejut karena perahunya terbalik dan mereka semua tercebur dalam sungai. Keken yang melihat seorang wanita tidak bisa berenang ikut membantunya untuk naik ke atas perahu namun saat dirinya akan keatas, kaki Keken kram dan wanita itu dengan sengaja mengurai tangan Keken sembari tersenyum menyeringai. Keken terkejut, lalu pria yang sebagai pengawas itu memukul kepalanya dengan dayung. Menghantam kepala Keken berkali-kali dengan sangat keras hingga kepalanya sakit dan darah mengalir deras, air sungai berubah memerah. Ia tidak sadarkan diri saat tubuhnya dihantam ombak. Keken terbawa arus yang cukup kencang dan deras.
"Tolong dia!!" teriak wanita satu lagi, namun dengan sengaja wanita yang Keken tolong mencekik wanita itu dan mendorongnya keluar perahu. Tubuhnya terbawa arus mengikuti aliran air dan menghilang di permukaan.
Sang pengawas seolah tidak peduli, dia mengayuh kan perahu nya ke darat dengan komplotan nya dan berharap Keken tenggelam.
" Laporkan pada tuan, kita telah berhasil melenyapkan nya. "
" Siap. "
Tiga puluh menit setelah kejadian,
" Bagaimana ini, mereka hanyut." Pengawas pura - pura panik lalu menghubungi beberapa teman nya agar mencari dua orang yang hilang.
Kegiatan langsung dihentikan. Para pengunjung yang belum sempat ikut Rafting kini dipulangkan. Beberapa polisi mencari keberadaan Keken dan seorang wanita yang hilang.
"Mereka memakai jaket keselamatan dan helm namun saat ombak menerjang helm pria itu terlepas. Kami tidak tahu dia dimana sekarang."
"Benar pak, ombak begitu besar pria itu menolongku namun dia terbawa ombak besar, huhuhu..." Wanita yang ditolong Keken terlihat begitu sedih.
"Kalian tenanglah, kami akan berusaha mencari pria dan wanita itu." Polisi menyusuri sungai hingga meminta beberapa orang dari dinas terkait untuk mencari Keken, hingga malam hari belum juga di temukan.
__ADS_1