
Vania menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya pagi ini, dia yang datang bersama chef Ardi hanya bisa melolong saat melihat pasangan suami istri yang sedang berciuman panas.
"Kau membuatku iri saja." dengus Vania, ia yang biasa melihat film p*rno bersama Dini kini melihat secara langsung pasangan yang sedang beradegan mesra.
"Menikah lah." Farah, " Chef Ardi kau serius dengan sahabatku kan?" tanyanya
"Jika aku tidak serius buat apa aku double job di catering mama Vania." Ia menggulum senyum.
"Jadi kau merebut hati calon mertuamu dengan bekerja dengan nya." Farah menatap percaya, seorang Chef Ardi adalah orang yang pemilih dalam pekerjaan, dulu dia ditawari seseorang untuk bekerja di hotel namun ditolak dan sekarang dia mau saja bekerja dengan mommy Vania yang cerewet. Farah tergelak tawa.
Sedangkan chef Ardi hanya menganggukkan kepala. "Tidak terlalu buruk bekerja dengan mommy nya Vania, karakter dia mirip denganku yang selalu perfeksionis dan rapi walaupun dia agak cerewet.
" Dia itu mommy ku dan calon ibu mertuamu. "Vania menatapnya tajam hingga Ardi harus merengkuh tubuhnya agar gadis itu tidak marah.
" Ah, kalian membuatku iri juga. "Farah melihat perlakuan chef Ardi yang begitu lembut pada sahabatnya dan ia merasa bahagia karena Vania mendapatkan pria yang tepat.
" Kenapa kau iri, Aku juga selalu memelukmu. "Kali ini Keken yang merengut.
" Iya sayang, kamu selalu perhatian dan sayang dengan kami. " Farah mencium pipi suaminya lagi tidak peduli ada orang di ruangan itu.
" Ahhh... akhirnya si keras kepala bisa sadar juga bahwa Keken lah yang terbaik. Aku jadi ikut bahagia." Vania
"Aku tidak keras kepala hanya saja ingin meyakinkan perasaanku." Farah, sedangkan Vania hanya menatap malas.
" Bagaimana dengan hubungan kalian? Mommy merestuinya kan?" sambung Farah lagi.
Vania hanya bisa menghela nafas panjangnya, sedangkan Ardi mengedikkan bahu.
" Entahlah... " Vania terlihat sedih,
" Jadi Mommy tidak merestui kalian." Farah ikut sedih. Namun sesaat kemudian Vania terbahak.
" Kami hanya bercanda Far, mommy ku merestui kami. Bang Ardi kemarin meyakinkan mommy bahwa akan membahagiakan diriku dan mommy tidak mempersalahkan status abang yang duda beranak satu. " jelas Vania
"Alhamdulillah, akhirnya kalian bisa bersama. Aku sempat khawatir jika mommy tidak setuju."
"Tapi ada masalah lagi."
"Apa?"
"Anaknya abang, dia belum bisa menerimaku."
"Kalau masalah anak kecil itu mudah, lu kan jago ya merayu Van." Farah terkekeh
"Si*lan..!!" umpatnya, " Tapi aku bukan perayu anak-anak, Farah."
__ADS_1
Mereka tergelak tawa dan bercerita tentang masalahnya hingga tidak terasa hari mulai siang dan sahabatnya pulang.
"Aku lapar." Farah mengelus perutnya, sejak kedatangan Vania lupa makan.
" Oh, ya ampun aku lupa dengan anakku. Aku akan membelikan sesuatu untukmu."
"Kau lupa kalau kau sedang sakit, lihat wajahmu saja masih sedikit bengkak dan selang infus masih terpasang. Bagaimana kau akan membelinya?"
" Kau beristirahatlah biar aku yang beli makanan, aku tidak ingin kau sakit lagi." sambungnya lagi
"Setelah mencintaiku kau begitu peduli, dulu saat nyidam tengah malam kau meminta sesuatu, kau tidak mau tahu.Harus ada dan tidak ada penolakan." gerutu Keken sembari menggulum senyum, mengingat betapa buruknya perlakuan Farah terhadapnya.
"Jangan mengingat masa lalu, sekarang aku sudah berubah dan kejadian semalam membuat diriku sadar bahwa kamu yang terbaik. Aku tidak mau kehilanganmu, Ken." Farah kembali memeluk suaminya. Selalu memeluknya dengan erat.
"Aku tahu dan terima kasih sudah mencintaiku."
"Tapi beneran ya jangan ikuti perkataan papih, dia ingin kita bercerai dan sampai kapanpun aku tidak mau pisah denganmu. Aku tidak mau melihatmu menikah dengan wanita lain selain diriku. jika tidak, aku akan pergi membawa anak ini, kau dengar!" Kali ini Farah bicara dengan nada ancaman.
Keken tergelak tawa.
" Ishhhhh..., aku sedang serius tapi kau bercanda. "gerutu nya sembari memukul dada suaminya.
" Tidak ada wanita selain kamu, sayang. Kamu wanita tercantik dan tersexy bagiku. " rayuan Keken membuat hati Farah berbunga - bunga.
" Bohong!! " Kali ini suara lelaki terdengar dari arah pintu.
" Dia itu pembual dan aku sering mendengar rayuan itu pada setiap gadis yang dikencaninya." sahut Khaffi.
Keken tergelak tawa, memang dulu dia selalu merayu wanita dengan perkataan manis seperti itu. Sedangkan Farah mendelik saat melihat suaminya tertawa dan itu seolah mengatakan bahwa ucapan kedua temannya benar.
" Jangan marah sayang, mereka pun sama sepertiku dulu hanya saja Fafa sudah insyaf dan Khaffi masih saja sama sepertiku." Keken
Khaffi tergelak tawa, memang sifatnya hampir mirip dengan Keken hanya saja dia tidak pernah melakukan hubungan **** bebas.
"Farah, aku membawakan makanan untukmu."sambungnya lagi. Ia tahu Farah akan menjaga Keken dan gadis itu pasti kelaparan.
" Ini banyak sekali. "Farah membuka plastik berisi box pizza, baso dan bolu keju. Ia begitu senang melihat makanan.
" Aku makan dulu. "Farah dengan cepat duduk di sofa tanpa memperdulikan kedua teman Keken, ia sangat lapar dan ingin mengisi perutnya.
" Selera makan nya seperti Hanin saat hamil. "Fafa menggulum senyum saat melirik Farah yang makan dengan cepat, bahkan wanita itu tidak berbasa-basi untuk menawarkan makanan pada Fafa dan Khaffi.
" Benar, maka dari itu aku harus bekerja keras apalagi calon anakku suka makanan western. "Keken menggulum senyum saat melihat istrinya begitu lahap.
" Sepertinya hubungan kalian mulai membaik. " Khaffi melihat Keken dan Farah tidak beradu mulut sejak tadi.
__ADS_1
" Dia sudah mencintaiku. "lirih Keken
" Benarkah?!! Wah, Kenzi akan hidup tenang dan damai sekarang. " kelakar Khaffi
" Hei, Modosa. Kau yakin tidak ingin ke club malam? Lusa ada penampilan DJ sexy dan penyanyi dangdut si Natata rambut merah. Kalian yakin tidak akan datang? " Fafa
" Tidak!!" Kali ini keduanya kompak antara Khaffi dan Keken.
" Aku hampir saja mati kemarin malam, mana mungkin aku menginjakkan kaki ke club malam lagi. Tidak akan! " Keken yang sudah insyaf tidak ingin lagi pergi ke tempat maksiat itu.
" Aku tidak mau bertemu si Natata, yang ada dia joget kayang di depanku. Ngeri." Khaffi bergedik ngeri." Kenapa tidak kau saja yang kesana, Fa? "
" Yang ada aku tidur di luar, Hanin serem kalau marah."
Mereka tergelak tawa.
"Ada lagi bro, penyanyi pendatang baru cantik, sexy, nama goyanganya cekot - cekot tapi beneran sih liat wajahnya aja bikin kepala gue nyut-nyutan." Khaffi mengingat saat pertama kali melihat biduan itu di pesta pernikahan. Ia yang notabene menyukai wanita cantik begitu terpukau dengan sang biduan karena paras cantiknya.
" Lah, lu emang biasa, lihat jidat licin langsung miring tuh otak. "Keken terkekeh
" Mendingan gue otak nya miring kalau otak lu kosong, sampai - sampai cinta mati sama wanita seperti itu tuh si bagong, makan nya rakus nyisain plastiknya doang. "sindir Khaffi sembari melirik Farah kembali. Wanita itu melahap semua makanan pemberian Khaffi. Selera makan nya memang kuat.
" Wajah biasa, tinggi kagak pendek kagak, kulit sawo busuk. Cuma satu point plus nya, bemper depan kelebihan beban makanya lu demen." sambungnya lagi
Keken tergelak tawa, Khaffi benar-benar tahu seleranya.
" Sial*n lu!! "umpat Keken," Dia sedang hamil makan nya rakus, biarpun istriku banyak minusnya yang terpenting aku selalu dapat jatah, super kenyang tidak mau yang lain nya. " kelakar Keken sembari menatap istrinya dengan penuh cinta. Mereka tergelak tawa.
" Aku mendengar apa yang kalian bicarakan, bisa-bisanya membicarakanku. "Farah diam-diam mencuri dengar namun ia tidak peduli dengan teman-teman Keken yang sama-sama gila,setelah makanan habis baru dia bicara.
" Khaffi, kau jangan jadi kompor ya. Keken tidak akan pergi ke club malam sampai kapanpun karena aku tidak akan membiarkan dia bersama wanita cantik!"
" Baru kali ini aku mendengarmu se posesif ini." Khaffi menatap tidak percaya
" Aku harus posesif karena Keken itu suamiku. "
" Akhirnya sadar juga kalau Keken itu suamimu, baru kali ini aku mendengarnya. " sindir Khaffi
" Sudahlah jangan ribut terus, kita kesini untuk menjenguk di Modosa bukan adu mulut sama si bagong eh, maksudku si Farah. " Fafa segera menutup mulutnya karena keceplosan hingga wanita itu mendelik kearahnya.
" Amit-amit semoga anakku tidak seperti kalian. "Farah menepuk-nepuk perutnya agar sang calon bayi tidak berkelakuan absurd seperti teman-teman Keken.
" Masih mending mirip kami daripada mirip Modosa, lu belum tahu segila apa kelakuan suamimu dulu. " Fafa
" Benar, sejak kecil saja sudah reog dan bikin onar. Kalau aku jadi mommy Imelda sudah pasti aku masukin lagi tuh Modosa ke perut daripada lahir bikin rusuh terus. "Khaffi
__ADS_1
Farah hanya bisa menelan salivanya, benarkah sejak kecil Keken selalu bikin onar. Farah hanya berharap semoga anaknya tidak berkelakuan buruk seperti Keken. Ia berjanji dalam hati akan mengasuh anaknya agar menjadi anak baik dan menghargai wanita.