
Keken menuju mall bersama Farah namun dengan perjanjian bahwa Farah tidak boleh merengek apalagi memilih baju terlalu lama karena Keken masih belum bisa berjalan normal. Kakinya masih sering kram dan sakit.
Sepanjang perjalanan Farah hanya diam, berharap Keken mau menuruti semua keinginan nya nyatanya Keken sudah memberi peringatan.
" Kalau jalan tidak mau tapi kalau semalaman olahraga denganku langsung bersemangat bahkan mau lagi dan lagi. " Sindir Farah
"Bedalah sayang, kalau semalaman denganmu aku akan kuat tapi kalau jalan jauh mana bisa kakiku belum stabil untuk berdiri. " Keken terkekeh
" Jangan minta lagi, awas ya!"
"Bukan aku yang minta tapi pasti kamu yang buka baju duluan. " Keken masih saja dalam mode menggoda sembari mengerlingkan mata
Kedua pengawal yang berada di bagian depan hanya bisa menggulum senyum saat mendengar obrolan vulgar tuan mudanya.
"Apa!!kalian menguping pembicaraan kami! " Keken menendang bangku depan pengawal
"Tidak tuan!! Kami hanya melihat kearah depan bukan menguping pembicaraan Anda. "
"Kau itu yang bicara keras tapi mereka yang dimarahi. " ucap Farah, suaminya begitu arogan dan ingin menang sendiri.
" Dan kau juga selalu bicara tanpa filter dan selalu menggodaku. "
Farah hanya bisa menghela nafas panjangnya, keken benar-benar tidak mau mengalah dan selalu bersikap sesuka hatinya.
Mereka langsung ke tempat tujuan yaitu toko perlengkapan bayi. Dari parkiran hingga ke Toko membuat Farah pengap saat berjalan, padahal jaraknya tidak terlalu jauh mungkin saja karena perut Farah yang semakin membesar hingga dirinya sedikit kesulitan.
"Kau baik-baik saja. " Keken mengusap keringat yang menetes di dahi istrinya
"Aku baik-baik saja, hanya sedikit haus."
"Pengawal, ambilkan air untuk Farah. "
"Siap tuan. " Mereka dengan sigap melaksanakan perintah keken
"Kau terlihat pucat. " Ucap keken.
" Aku tidak apa-apa, memang kalau ibu hamil seperti ini akibat kurang tidur, tidak nyaman karena si bayi sering membuat kejutan dengan menendang dan berputar. "Farah mengelus perut besarnya lalu meminum sebotol air mineral pemberian pengawal.
" Nanti kita istirahat setelah selesai belanja, aku tidak mau kamu sakit. " Keken
" Pelayan, tolong berikan kami pelayanan VVIP, sepertinya istriku tidak kuat berdiri. " ujar keken setelah memasuki toko
"Baik tuan. " Asisten itu membawa Farah ke sebuah ruangan dengan kaca pembatas yang pernah Inka tunjukkan. Farah dan Keken hanya duduk, sedangkan pelayan dengan sigap memilihkan pakaian terbaik.
"Enak ya ken jadi orang kaya, tidak perlu berdiri memilih pakaian tapi mereka yang datang sendiri. Farah berbisik pada suaminya
" Kau itu norak!! Aku crazy rich sudah tentu mereka akan melayani kita dengan baik. "
"Kau memang menyebalkan. " gerutu Farah
__ADS_1
Keken memilih pakaian anak hingga menumpuk, ia tidak sadar kalau belanja mereka sudah banyak. Keken dengan mudah memasukkan barang tanpa melihat harga, seperti Inka yang kesurupan saat belanja. Keken mendominasi belanjaan sedangkan Farah hanya diam melihat suaminya sangat antusias memilih baju.
"Kenapa diam begitu? " Keken melihat istrinya diam tanpa memilih baju untuk anaknya.
" Kau dengan sepenuh hati memasukkan sesuatu sesuai pilihanmu tapi diriku tidak diajak diskusi. " Farah memasang muka masam dan kesal.
"Eh, maaf Farah aku lupa. Disini bajunya sangat bagus dan halus maka dari itu aku khilaf belanja. "
Farah masih dalam mode menggerutu, ternyata belanja sama keken sama saja tidak mengasyikan bahkan Farah seperti boneka yang hanya diam dan menemaninya.
"Kau ingin beli apa katakan padaku? " Keken mencoba merayu istrinya agar tidak murung
"Tidak ada, semuanya sudah kau beli. "sindir nya.
" Sudah lah jangan kesal begitu, sebentar lagi kita makan agar Ghani tidak kelaparan. "bujuknya
Keken membayar semua belanjaan itu dan meminta pengawal untuk memasukan ke dalam mobil. Keken menggandeng tangan Farah menuju foodcourt.
" Tunggu dulu. "Farah menghentikan langkah nya sebelum sampai tempat tujuan
" Apalagi? "
"Aku mau itu. " Farah menunjuk ke store baju wanita
"Kau ingin beli apa? " Keken merasa tidak nyaman saat melihat beberapa pakaian dalam wanita yang terpajang.
"Bukan kah dia lemari sudah banyak pakaian. "
"Oh jadi aku tidak boleh beli dress gitu! " Farah sedikit kesal, tumben sekali keken tidak mengijinkan nya membeli barang.
"Oke, kita beli apa yang kamu inginkan. " Keken tidak mau ambil pusing, mengiyakan adalah cara yang terbaik untuk menghindari pertengkaran dengan Farah.
Farah mengambil empat dress dengan model tunik busui dan br* menyusui yang ukuran nya cukup besar. Farah sengaja membeli nya untuk persiapan setelah melahirkan.
"Kira-kira bagus yang mana? " tanya nya
"Mana kutahu. " keken menunduk malu
"Kan kamu yang merasakan pasti kamu tahu, sayang. " lirihnya
"Cepatlah, aku sudah tidak kuat berdiri. " keken
"Oke, baiklah. " Farah dengan cepat memilih barang keperluan nya lalu ia pergi dari tempat itu, tidak ingin keken menunggu terlalu lama.
Mereka tiba di lantai atas, tempat untuk foodcourt dan ternyata disana bertemu Fafa dan Khaffi.
" Aku meminta mereka untuk datang kesini. "ucap keken saat melihat Farah bingung karena Khaffi melambaikan tangan dan seolah mereka tahu bahwa Farah akan datang kesana.
" Pantas saja mereka disini dan makan bersama. "
__ADS_1
"Kau mau pesan apa? tanya keken setelah seorang pelayan memberikan daftar menu.
" Ayam penyet sama jus alpukat. "
" Aku ayam krispi sambal matah dan jus mangga. "ujar keken.
" Sama kentang goreng, tahu tempe, steak salmon juga. "ucap Farah setelah melihat buku menu.
Ketiga pria itu melolong saat Farah meminta menambah makanan.
" Si karung beras, itu perut melar dah kaya karet. " ejek Fafa
" Tinggal di gelindingin ke sawah biar dimakan ular. " Timpal Khaffi
" Kalian jangan merusak suasana hatiku karena si Keken dari tadi sudah menyebalkan. " Ketus Farah
"Kenapa aku yang disalahkan. " gumam keken
"Kamu harusnya tahu karena wanita tidak pernah salah, wanita selalu benar. " timpal Khaffi.
" Dan kau tahu kan ras terkuat di muka bumi ini? " tanya Fafa
Keken menggelengkan kepala.
"Yaitu para emak-emak, maka jangan sampai kau berurusan dengan nya apalagi mengusik anaknya, kelar hidup lu! " jawab Khaffi
Mereka mengobrol tentang wanita dan perusahaan. Farah yang tidak mengerti hanya diam tak menyahut.
Setelah makanan tiba Farah makan dengan begitu lahap hingga membuat Fafa dan Khaffi tertawa.
" Bini nya si Modosa emang samsonwati, semua makanan disikat habis. " Khaffi terkekeh
" Kalau masih kurang ini masih ada kursi dan meja tamu, habisin kaya rayap Far. " sindir Fafa
"Dia bini gue ******! " Keken menoyor kepala teman nya. Tidak suka jika ada yang mengejek istrinya.
Sedangkan Farah tidak peduli dengan ejekan kedua teman keken yang terpenting perut nya terisi penuh.
"Kenapa kalian sudah pulang kerja padahal ini belum saatnya kalian pulang? " tanyanya.
"Aku pemilik perusahaan, sedangkan Khaffi mendapat tugas bagian luar jadi kita bisa mengatur waktu dan pulang sesuka hati. " Fafa
"Itu akal-akalan lu aja Fa, masuk paling terakhir pulang paling duluan. " Sindir Keken , ia terbiasa melihat Fafa bekerja malas malasan bahkan dulu selalu melempar pekerjaan pada Keken dan Antoni.
Fafa tergelak tawa, Keken memang benar kalau dia suka seperti itu.
" Memori mu cukup bagus , aku yakin setelah pulang dari Singapura kau akan sembuh total dan mengingat lagi.
"Aku harap begitu. " Keken, namun mata nya melihat seseorang yang ia kenal . Seorang wanita yang dulu pernah menjenguknya.
__ADS_1