
Keken mencari Farah ternyata wanita itu sedang duduk di taman belakang sembari makan kue almond dan setoples nastar.
Farah pun menyesap secangkir teh hangat buatan bibi yang terasa nikmat lalu ia memakan nastar, tak peduli saat ini Keken datang dengan wajahnya yang kesal.
"Oh, ternyata kamu disini?! " tanyanya dengan sinis dan menatap Farah dengan malas karena wanita itu tidak berhenti makan.
"Apa? "
" Kenapa tidak bilang padaku kalau si Hilman itu mantan tunanganmu?! "
" Karena kamu tidak pernah bertanya, kenapa aku harus jelaskan. "Farah menjawab tanpa melihat kearah Keken
" Tapi seharusnya kamu bilang kalau dia mantanmu, pantas saja kalian terlihat akrab dan apa tadi, pura-pura menawarkan bantuan bilang aaja ingin berdekatan. "
"Kamu cemburu?? Dia hanya ingin membantu. "
"Siapa yang cemburu aku hanya tidak suka saat kamu berhubungan dengan mantanmu itu. "
" Pasti dia kesini karena tahu kalau aku amnesia dan sengaja mencari kesempatan dalam kesempitan. " terka keken
"Kau itu selalu berpikiran buruk tentang nya."
Farah masih saja mengunyah makanan nya.
" Lihat kan, kau membela nya. Kau masih ada perasaan dengan pria itu kan? " Keken semakin berasumsi negatif
" Sudalah Ken, aku tidak ingin berdebat. " ucap Farah. Sejak pulang dari kontrakan, suasana hati Farah kurang bagus dan dia tidak ingin bertengkar dengan suaminya
" Bilang saja kalian masih saling cinta, aku lihat pria itu masih mencintaimu dan selalu memujimu dan kamu sepertinya nyaman saat bersama nya. "Keken semakin memantik pertikaian dengan sang istri
" Kamu apaan, sih! "Darah Farah mulai mendidih, dituduh yang tidak-tidak oleh suaminya.
" Hilman memang mantanku tapi aku sudah tidak ada perasaan dengan nya jadi kuminta jangan memancing emosiku! " seru Farah dengan nada yang sedikit naik
" Wajarlah jika aku berpikiran negatif karena kamu saja bersikap manis seperti itu padanya. Kau sangat baik bahkan mau menerima bantuan nya. "
" Ken, aku memang mengiyakan tapi belum tentu aku akan menerima bantuan nya. Ini hanya formalitas masa langsung nolak kan dia pasti sakit hati. "
"Oh, berarti saat di kontrakan aku menolakmu, kau jadi sakit hati. " Keken
Farah terdiam, tidak menjawab pertanyaan suaminya.
" Pergilah dari sini, aku tidak suka melihat wajahmu!! " ucap Farah, suasana hati kian rusak saat bertengkar dengan keken.
" Ini rumahku, seharusnya kamu yang pergi dari mansion ini! " Sikap arogan Keken mulai muncul kembali hingga membuat hati Farah sakit. Maksud hati agar keken pergi dari pandangan nya karena saat ini Farah ingin melihat Kebun namun nyatanya pria itu mengusirnya dari mansion.
"Kamu mengusir ku!! " teriak Farah
"Iya!! " hardik keken tak kalah sengit
Farah membanting toples nastar ke lantai hingga isinya berceceran dan itu membuat Keken sedikit terkejut.
" Aku kira hanya ingatanmu yang menghilang ternyata memang cintamu ikut menghilang! " Farah mengatakan sembari berkaca-kaca dan pergi keluar. Menangisi sikap keken yang berubah padanya.
Bibi yang mendengarkan pertengkaran tuan muda dan istrinya dengan cepat menghubungi nyonya besar.
__ADS_1
Feri yang sedang mandi kini mendapatkan kabar dari asisten bahwa Farah pergi entah kemana.
"Ada apa sih, Ken?! " tanya nya
Pria itu tidak menjawab, hanya diam menatap Kebun.
"Farah sedang hamil, kenapa diusir? "
"Dia duluan yang memintaku untuk pergi pih, ini kan mansion mommy bukan miliknya. "
"Ya ampun, kau itu tidak peka sekali.Ibu hamil itu sensitif kenapa kamu tidak mengalah. Dan jika kamu cemburu dengan Hilman maka katakan saja, tidak perlu malu untuk mengatakannya. "
"Kok papih bilang begitu, aku tidak cemburu pih?! " elaknya
" Kamu boleh hilang ingatan tapi hati kamu tidak bisa dibohongi, ada sesuatu di dalam sini yang membuat kamu marah dan tidak menerimanya. "Feri menyentuh bagian dada anaknya.
" Keken ku yang dulu juga selalu cemburu saat istri nya bertemu diam-diam dengan si Hilman itu. " lanjut Feri lagi
"Benarkah? " keken mulai mencerna perkataan sang ayah.
" Sekarang pergilah jemput Farah lagi daripada kamu disembur Ratu Medusa. "
"Kira-kira Farah kemana ya pih? "
"Kamu nanyee??! Feri berkata sambil menye-menye menyebalkan.
"Mana papih tahu, cepat telepon pengawal yang membawa Farah,gitu saja kok repot! " Entah kenapa setelah Keken hilang ingatan, ia tidak peka dan kurang cerdas, mungkin ini pengaruh dari pukulan benda tumpul di kepalanya.
"Untung papih aku, kalau tidak!! " lirih keken karena kesal dengan logat papihnya yang menyebalkan
Keken bergerak ke rumah ayah Farah karena pengawal itu mengatakan bahwa Farah disana. Dan benar saja Farah sedang duduk di teras bersama orangtuanya.
"Apa yang harus aku katakan pada mereka ya? "
"Bagaimana kalau orangtua Farah marah karena aku mengusirnya. "
"Kira-kira aku diijinkan masuk tidak ya? "
Keken kembali insecure dan berpikiran yang tidak- tidak. Ia masih terdiam di mobil dan melihat aktifitas istrinya dari sana.
"Tuan, anda ingin keluar tidak? " Pengawal melihat keken terlihat bingung dan beberapa kali menghembuskan nafas kasarnya.
" Kira-kira aku akan dimarahi orang tua Farah tidak ya? " tanyanya pada pengawal
Kedua pengawal Keken yang duduk di barisan depan kini saling menatap karena ini pertama kalinya Keken terlihat aneh dan tidak percaya diri.
"Tuan, kau ini seorang pangeran kenapa kau terlihat menyedihkan seperti ini. " ucap pengawal
"Benar tuan, kau ini seorang Modosa yang selalu percaya diri. Tidak ada ketakutan dan keraguan padamu jadi kembali lah seperti dulu, tuan kami yang selalu hebat dalam melakukan apapun. "
Keken semakin yakin kalau dia harus menghadapi apapun termasuk keluarga Farah. Ia harus bertanggung jawab dan membawa Farah pulang ke mansion lagi.
"Kau benar, akulah pangeran Modosa yang tidak takut dengan apapun dan percaya diri adalah jiwaku. " Keken, dengan cepat ia keluar mobil dan melihat istrinya yang sedang tertawa lebar bersama Aisyah.
"Assalamu'alaikum, Ais. " sapa keken
__ADS_1
"Walaikum salam kak. "
"Kakak sudah datang, kak Farah bilang kalau kakak sedang terapi di rumah sakit. " ucap Aisyah dengan polos
"Eh,iya kakak baru pulang dari rumah sakit dan langsung kesini. "Keken melirik istrinya yang sedang mengunyah makanan. Tidak menyangka Farah akan menutupi masalah ini dari keluarganya.
" Sayang, kamu ngunyah terus. "Keken
Farah hanya melirik dan seolah tidak peduli dengan sindiran halus keken.
" Maklum saja Nak, Farah sedang hamil. " Kini pak Ilham keluar dari dalam rumah setelah mendengar suara keken.
"Pak." keken mencium takzim lalu duduk di sisi Farah. "Farah memang suka makan pak, disana pun suka ngemil. "
"Iya memang aku suka ngemil dan aku tahu kau tidak suka dengan wanita gendut. " sindir Farah
Pak Ilham hanya terkekeh, sebenarnya dia tahu kalau sepasang suami-istri ini sedang bertengkar karena saat Farah datang gadis itu pura-pura tersenyum palsu, namun Ilham tidak ingin ikut campur biarkan Farah yang menyelesaikan masalahnya sendiri.
"Kau sexy sayang walaupun gendut, aku suka. " rayu keken. Farah tersenyum sinis, pintar sekali Keken bermulut manis di hadapan keluarga nya.
"Ayo kita masuk, sudah mau maghrib. Tidak baik ibu hamil diluar saat adzan maghrib. " Ilham mengajak anak dan menantunya masuk ke dalam rumah.
" Beli...!!" Sebelum masuk mereka mendengar seorang gadis cilik membeli dagangan bu Tami.
" Beli apa? " Ais dengan sigap melayani nya
"Cilok lima ribu, baso dua bungkus sama es coklat tiga bungkus. "
"Alhamdulillah, ibu ada yang beli banyak bu!! " teriaknya
"Sini kakak bantuin. " Farah melayani gadis itu dengan sigap. Bu Tami keluar saat mendengar anaknya berteriak.
"Eh ada Nak keken, sejak kapan datang? "
" Baru bu. "
" Sini biar ibu saja, kamu masuk dan temani Keken makan malam, sudah ibu siapkan. "perintahnya, namun Farah tidak merespon dan masih membantu ibunya jualan hingga selesai.
" Hari ini lumayan ramai, ibu tidak menyangka dengan berjualan seperti ini hasilnya lumayan. "ucapnya
" Apa tidak ingin menyewa ruko bu, agar lebih ramai lagi. " Farah membantu peralatan yang sudah tidak dipakai lagi karena jualan bu Tami hari ini habis semua.
"Tidak, ibu lebih suka di rumah,jika sewa ruko pasti mahal dan Aisyah pasti akan sendirian, jika ibu kerja di rumah makan aisyah pun akan terpantau. Ibu lebih suka seperti ini. "
"Benar Farah, ibumu lebih baik jualan di rumah karena Fadil pun akan sibuk kuliah, ayah tidak mau jika Ais kurang kasih sayang. " ujar pak Ilham
Farah tersenyum kecut saat mengingat dulu ia terabaikan dan sekarang Ais begitu diperhatikan.
"Maafkan kesalahan ayah dan Ibu yang terdahulu. " Kali ini pak Ilham memeluk anaknya yang kini berkaca-kaca, ia tahu perasaan Farah sangat sensitif dan pasti dia merasa ini tidak adil.
"Maafkan ibumu ini yang selalu jahat padamu. " ucap bu Tami dengan rasa penyesalan yang mendalam.
"Aku tidak apa-apa kok yah, semuanya sudah terjadi dan aku ikhlas menjalani semua ini, mungkin saja jika aku dulu tidak tersisih maka aku tidak akan sekuat dan setegar ini. " Farah.
Keken melihat keluarga itu saling memeluk dan mencurahkan isi hatinya tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu, ia bingung.Tapi satu hal yang pasti, ia melihat keluarga Farah begitu hangat dan mau menerima dirinya.
__ADS_1