
Derap langkah suara high-heels seorang wanita terdengar sangat jelas apalagi saat wanita itu memanggil nama suaminya.
"Ken?" sapa gadis itu dengan suara merdu.
Keken menoleh dan terlihat seorang wanita cantik seperti barbie hidup kini menyapanya dengan tersenyum hingga terlihat lesung pipinya.
"Ken kamu tidak mengenaliku?" tanyanya lagi
"Tentu saja aku ingat." ucapnya dengan nada lesu. Walaupun wajah gadis itu banyak perubahan namun Keken masih bisa mengenali dari cara ia berjalan dan nada suaranya.
"Siapa ya?" Kini Farah yang membalas gadis itu, ia melirik dari atas hingga bawah penampilan gadis muda itu. Sangat cantik dan menarik. Farah langsung insecure, fisiknya kalah telak.
"Soun, ingat kan Ken? Gadis yang pernah kamu cium." ucapnya sembari tersenyum manis tanpa menjawab pertanyaan Farah. Ia lebih fokus dengan Keken.
" Tentu saja aku ingat, kamu itu wanita setengah mateng." Keken mendes*h lesu.
Farah mengerutkan dahinya, namun ia paham dengan perkataan Keken. "Maksudmu dia lelaki." bisik Farah dan Keken segera mengangguk.
Farah mengulas senyum, ternyata barbie hidup yang membuatnya insecure tidak lebih dari seorang wanita setengah pria. Ia kembali percaya diri setelah tahu siapa jati dirinya.
"Ken, dia bilang kamu pernah menciumnya?" tanya Farah sembari menutup mulutnya , " Jangan - jangan kamu." ia melihat dari ujung rambut sampe ujung kaki tubuh suaminya.
"Sayang, itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku pria normal yang suka apem bukan terong!"
"Aku juga punya apem Ken." Soun mengedipkan matanya dengan menggoda.
"Iya tapi apem buatan bukan original!" ketus Keken, entah semalam mimpi apa ia bisa bertemu Soun di mall ini yang membuat tekanan darahnya naik berkali lipat.
"Ayo sayang kita pulang." Keken membalik badanya dan menggandeng tangan istrinya. Namun sedetik kemudian Farah tertawa keras hingga Keken pun baru menyadari bahwa yang ia gandeng bukan Farah tapi Soun.
"Ngapain sih!" Keken begitu frustasi saat tahu Soun yang ia gandeng. Ia menghentakan tangan nya dengan kasar.
"Ikut yang." ucapnya dengan manja dengan suara mendes*h, ia sengaja menganti tangan Farah dengan tangannya untuk menggoda Keken.
" Dih! Apaan sih Soun, pergi sana!" Keken mengusir teman lamanya dengan wajah kesal.
"Ih, Keken sayang. Aku kan kangen sama kamu, kita sudah lama tidak ketemu, masa sekali ketemu sambutannya kasar begitu. Aku kan perempuan yang harus dihamili, eh maksudku perempuan yang harus dimengerti." Soun memeluk lengan Keken dengan manjanya dan itu terlihat dengan jelas di mata Farah, namun ia tidak marah bahkan merasa terhibur dengan datangnya wanita itu.
" Jangan dustalah un, kesel gue sama lu. Gue kira barbie asli ternyata chucky." gerutu Keken
__ADS_1
"Kita mau makan, Soun mau ikut?" tawar Farah, ia sangat senang melihat wajah Keken yang kesal dan ingin mengerjainya kembali.
"Jangan ditawari, kamu gimana sih yang!" ketus Keken kali ini ia kesal pada istrinya.
"Mau banget." jawabnya dengan suara serak - serak basah dan memeluk lengan Keken dengan erat.
"Ada pisau nggak sih! Mau gue tusuk ini manusia satu." Saking gemasnya Keken mengumpat sepanjang perjalanan menuju lantai tiga kearah foodcourt.
"Jangan pegang - pegang nanti gue jorokin nih di eskalator!"
"Nggak usah sok cantik apalagi nempelin ke dada lu, gak demen gue sama s*su palsu!"
" Jalannya biasa aja jangan kayak cacing kepanasan gitu, sok cantik banget sih!"
Umpatan demi umpatan keluar dari mulut Keken dan Farah merasa senang hingga tertawa lepas sedangkan Soun menikmati kekesalan Keken dengan bahagia.
" Ternyata kamu sudah menikah, aku kira kamu bakalan nungguin aku Ken. "ucapnya sembari menyuap makanan ke mulut. Tingkah lakunya begitu lembut layaknya wanita anggun.
" Apa yang perlu ditungguin dari kamu, gue nunggu wanita juga pilih-pilih masa dengan manusia plastik! "ucapnya,
" Eh ngomong - ngomong lu beda banget dari yang dulu apa saja yang dioperasi?"tanya Keken penasaran
" Iya kamu cantik banget loh kayak barbie, aku sempat insecure tadinya. " ucap Farah
" Cih! Tergila-gila, karena memang mereka tidak tahu kamu aslinya. Kalau mereka tahu kamu operasi plastik, pasti mereka yang akan gila! "suara ketus Keken kembali terdengar
" Ih, Keken gitu deh jahat sama aku tapi aku tidak pernah bisa marah sama kamu. " Soun memukul ringan lengan Keken dengan manja.
" Apaan sih Un, jangan genit gitu deh geli gue. " Keken menghentikan makannya, seleranya hilang saat berada di samping Soun.
"Aku operasi plastik dibagian pita suara makanya suaraku serak - serak manja." ucapnya
"Serak-serak sampah si iya!" ucap Keken
"Ken..." Farah menegurnya dengan lirikan mata agar Keken lebih sopan.
"Lalu operasi hidung, mata, dagu diruncingin."
"Itu dagu apa pensil alis kok diruncingin." sahut Keken dengan kesal
__ADS_1
" Lalu operasi ganti kulit agar lebih putih, glowing." ucap Soun lagi
"Eh Soun lu manusia bukan sih, emang ada operasi ganti kulit? Baru denger aku. Kenapa tidak diganti dengan kulit badak aja sekalian." Keken kembali menyaut dan Soun hanya tersenyum tidak peduli dengan kekesalan Keken.
"Adalagi, aku operasi tanam rambut agar tidak terjadi kebotakan dini. Keren kan rambutku sekarang." ia memamerkan rambut pirangnya. Warna golden brown yang kini sedang diminati banyak kaum hawa.
"Kenapa tidak sekalian tanam pohon cabe, lumayan tuh bisa dipanen saat harga cabai melambung tinggi dan bermanfaat saat lu makan gorengan jadi nggak perlu susah - susah cari cabai!" ucap Keken lagi
"Ken..." Farah kembali melotot
"Kebun kali ah ditanam cabe." balas Soun. Gadis itu tidak terlihat marah walaupun selalu dicaci dan disindir Keken.
"Ini masih belum sempurna, aku juga masih pengen operasi lagi." sambung Soun lagi
"Memangnya mbak Soun sudah berapa kali operasi, nggak takut mba dibedah sana - sini?" tanya Farah penasaran
"Sudah empat puluh kali aku operasi, sudah biasa rasanya sakit-sakit gimana nanti juga sembuh kok."
"Ya ampun empat puluh kali." Farah terkesiap mendengar penuturan Soun bahwa dirinya sudah dioperasi berulang kali. "Itu operasi atau acara empat puluh hari orang meninggal kok banyak banget."
" Namanya juga pengen cantik say." ucap Soun, " Gue juga mau oplas lagi biar makin kece."
"Operasi apa lagi mbak?" Farah kembali bertanya.
"Itu aku pengen yang ada gingsul atau taringnya gitu sama lesung pipi ditambah lagi sebelah kanan."
" Ganti saja dengan taring harimau lebih bagus tinggal ambil di taman safari dan lu pengen lesung pipi, sini gue bor biar tambah dalam tuh lesung pipi." Keken begitu gemas hingga ia ingin mencekik leher Soun.
" Ih, Keken gitu deh sama aku. "ucapnya dengan manja
" Operasinya di korea ya mba, pasti mahal kan? " tanya Farah sembari menyuap pisang keju kedalam mulutnya
" Iya dong , disana kan oplasnya paling bagus dan anti gagal. "
" Korea Selatan? "tanya Farah
" Ya iyalah, masa Korea Utara yang ada gue di bom disana. Metong! " Soun sedikit kesal karena Farah telat mikir
" Mana tahu lu oplas di Korea Utara ketemu si Kim Jong Kyun sambil jualan bubuk mesiu disana. "kelakar Farah
__ADS_1
Farah terpingkal dengan ucapannya sendiri.
" Dasar stres, kalian memang benar-benar cocok sama-sama gilanya! "ketus Soun, ia mengambil tas nya dan pergi dari area foodcourt.