Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 184


__ADS_3

Entah kenapa Farah hari ini menjadi wanita yang manja bahkan tidak memperbolehkan Keken untuk bekerja. Ia selalu bersandar di lengan Keken sembari mencium aroma tubuh suaminya.


"Kita ke dokter ya, aku khawatir dengan anak kita karena semalam kau minta terus." Keken menggulum senyum saat mengatakan nya.


" Dih! Siapa yang minta, orang kamu yang maksa terus, aku capek bangun setiap satu jam sekali!" Farah mendengus kesal karena perbuatan suaminya semalaman.


Keken tergelak tawa." Kemarin aku mengirimkan daster dan banyak oleh-oleh, kamu pasti menyukainya. "


" Benarkah, tumben sekali kau membelikanku daster, biasanya kau selalu mengomel saat aku memakai baju itu."


" Aku mengomel karena kau memakai baju itu disaat yang tidak tepat. Kau boleh memakainya tapi ada saat-saat yang harus kamu tahu bahwa aku pun menyukai saat melihat istriku sexy. Saat aku pulang kau harus mengantinya dengan pakaian yang bagus dan bukan daster buluk apalagi bau dapur. "


" Aku juga membeli ini. "Keken menunjukkan sebuah gantungan kunci bertuliskan nama Ghani.


" Kenapa namanya Ghani, siapa dia? "


" Nama anak kita. "


Farah menoleh kearah suaminya sembari mengernyitkan dahi.


" Kemarin aku ingin menuliskan namaku dan namamu tapi sangat jelek masa disingkat FAKE alias Farah Keken kan aneh dan entah kenapa terlintas dalam pikiranku sebuah nama itu. Ghani, itu nama anak kita nantinya. Aku melihat di internet ternyata artinya Yang berkecukupan, cocoklah untuk nama anak kita yang seorang crazy rich dan putra mahkota dari keluarga Kendrew. " mode sombong Keken kembali muncul.


" Kau itu sudah miskin masih saja sombong ! Crazy rich darimana kerjaan saja masih belum jelas. " gerutu Farah


" Kamu tenang saja, aku yakin mommy akan mengembalikan semua asetku. "


" Kau itu terlalu percaya diri. "


" Aku harus percaya diri karena itu modalku yang penting untuk menghadapi segala hal. "


" Terserah. "Farah tidak ingin berkomentar banyak.


" Memangnya tidak ada nama lain, padahal aku ingin menamai anak kita Yusuf atau Abil. " sambungnya lagi


" Aku tidak mau nama itu! " tolak Keken." Kalau anak kita yusuf yang ada dipanggil ucup, ucup, ucup yang ada di bully keluarga wiro sableng itu terutama si Fafa."


Farah terkekeh." Kau tahu Yusuf itu artinya Allah akan meningkatkan kesolehan dan kekuatan bagi hambanya. Dan biasanya nama yusuf adalah pria berwajah tampan, aku yakin anak ini akan setampan ayahnya. "

__ADS_1


" Kenapa kau seyakin itu kalau anakku akan mirip denganku? "


" Tentu saja aku yakin karena ini akibat dari Kenzi yang meludah dan kamulah ayahnya apalagi dulu aku sangat kesal saat melihat wajahmu, kata orang jika kita membenci sesuatu saat hamil biasanya akan mirip. "


Keken tergelak tawa, istrinya begitu polos.


" Sudah pasti anak ini mirip denganku karena aku yang memberimu suntikan vaksin sembilan bulan. "kelakar Keken


" Kau itu, vaksin itu untuk kekebalan tubuh tapi ini membengkakan tubuh. Lihat tubuhku sudah seperti celengan bagong. "gerutu Farah sedangkan Keken tertawa.


"Tapi aku masih menginginkan nama anak kita Ghani, sayang" harapnya


"Iya, iya terserah kamu saja aku nurut." Farah tidak ingin berdebat dengan suaminya hanya karena sebuah nama.


"Aku ingin jalan - jalan." pinta Farah


"Baiklah, kita jalan-jalan ke pantai sekarang." Keken membawa istrinya ke pantai sanur, melihat keindahan pantai di siang hari. Namun ia berharap hari ini istrinya tidak bertemu dengan Hilman karena Keken tidak ingin Farah tahu bahwa kemarin dirinya diberi obat perangsang oleh pria itu. Keken ingin menjaga nama baik pria itu walaupun dia sudah melewati batas. Ia hanya ingin Farah menganggap Hilman itu pria baik.


"Panas tapi disini menyenangkan." satu


"Namanya pantai ya panas jika kau ingin dingin maka pergilah ke gunung."


"Tapi pemandangan disini sangat indah, apalagi banyak __" Farah menghentikan ucapannya dan melihat banyak wisatawan asing yang sedang berjemur, apalagi mereka hanya menggunakan pakaian ala kadarnya hingga terlihat bagian tubuhnya.


"Pantas saja kau betah disini karena banyak bule yang pakai bikini!" ketus Farah.


"Ngeselin juga ya kalau lihat yang modelnya bening begini, aku yang hitam begini langsung insecure."


Keken tergelak tawa. " Hitam manis catat itu, bahkan bule yang putih ingin sekali memiliki kulit seeksotis kamu."


Farah tersipu malu, suaminya memang pandai merayu.


" Jaga Ghani kita. "Keken menyentuh lembut perut besar istrinya lalu ia menciumnya berkali- kali.


" Jika kau perlu sesuatu katakan pada mommy. Aku masih lama di luar kota, setelah dari Bali aku akan ke Malang lagi baru aku akan pulang. "


" Iya, iya aku tahu. Aku harap kau akan segera pulang karena aku merindukanmu."

__ADS_1


"Aku juga pasti merindukanmu. " Keken memeluk istrinya kian erat dan mencium keningnya. Menikmati udara laut yang hangat dengan keindahan alamnya.


* **


Tiga hari Farah di Bali menikmati quality time bersama suaminya bahkan dia enggan untuk pulang karena Keken selalu mengajaknya jalan-jalan dan berbelanja. Farah yang sejak dulu jarang berlibur kini sangat bahagia ia merasa seperti sedang honeymoon bersama suaminya.


"Ayo aku antar ke bandara." Keken mengajak istrinya keluar hotel namun Farah masih saja menggerutu dan enggan untuk pergi. Ia merebahkan diri sembari menonton televisi.


"Aku masih ingin disini." rengek Farah


"Jika kamu disini terus kapan aku kerja dan menyelesaikan semua tugasku bisa-bisa tahun depan aku baru pulang."


Farah memukul dada suaminya dan menggembungkan pipinya. "Tidak usah pulang saja sekalian jika kau pulang tahun depan!"


" Iya, iya aku janji akan segera menyelesaikan tugasku dan pulang ke rumah." Keken menggandeng tangan Farah dan menuju bandara. Dan entah kenapa istrinya selalu menangis tidak ingin jauh darinya bahkan saat di bandara Farah memeluknya dengan erat.


" Malu ada pengawal. "bisik Keken di telinga istrinya.


" Masa bodo, aku tidak peduli. " Farah yang biasanya menjaga image kini mudah memamerkan kemesraan nya hingga kedua pengawal itu menahan senyum.


" Malu banyak orang. " Keken hanya bisa tersenyum saat beberapa orang yang lewat kini berbisik padanya.


"Kamu itu malu karena istrimu gendut atau karena aku jelek!"


Keken tergelak tawa, Farah begitu sensitif. " Bukan begitu sayang, aku malu karena mereka berbisik tentang kita, kau itu terlalu posesif." Keken menggelengkan kepala, sejak di mobil istrinya selalu memeluknya dengan erat." Kau itu seperti lem, nempel terus."


" Posesif salah, cuek lebih salah lagi!" gerutu nya." Aku pulang dulu, kamu baik-baik disina jangan lupa makan.


" Iya, jaga anak kita. Aku ingin kamu menjaganya dengan baik. "


" Iya, sejak kita bertemu kamu selalu bilang harus menjaga anak kita seperti mau pergi saja. "Farah masih dalam model cemberut.


" Karena aku ingin kau dan bayi ini selalu sehat. Aku akan bekerja sekuat tenaga untuk kalian. "lalu dia mencium istri dan menyentuh perut buncitnya dengan lembut.


" Sehat-sehat Ghani, ayah akan pulang nanti, tungguin ayah ya. "pamitnya


Farah berkaca-kaca lalu mencium takzim tangan suaminya lalu ia pergi bersama kedua pengawalnya.

__ADS_1


__ADS_2