Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 11 ( Tiga teman gila)


__ADS_3

Gemerlap lampu dan suara musik yang begitu keras menambah suasana club begitu meriah. Semakin malam pengunjung semakin ramai. Dan sebagian dari mereka turun ke lantai dansa dan menari bersama. Beberapa wanita sexy dan cantik terlihat hilir mudik bahkan dengan terang - terangan mereka menawarkan diri pada lelaki hidung belang.


Tiga orang pemuda terlihat sedang minum dan mengobrol. Sesekali ada seorang wanita yang mendekat ke arah mereka dan menggodanya. Diantara ketiganya, hanya Keken lah yang terlihat membalas wanita godaan itu dengan mengedipkan matanya. Sesekali ia memberi beberapa lembar sebagai tips untuk wanita itu,setelah sang wanita memberikan nomer ponselnya.


"Mata jelalatan, nggak bisa lihat jidat licin lu Ken!" sindir Fafa padanya. Ia melihat Keken yang selalu tersenyum ramah pada wanita sexy


" Mata - mata gue, ngapa lu yang usil." balas Keken


" Heran akutuh, katanya demen si Michelle tapi tuh mata masih aja cari mangsa. Lu kayaknya butuh kacamata kuda deh biar nggak lirik kanan kiri. " sambung Fafa kembali


Keken hanya mengedikan bahunya, ia tidak peduli dengan ucapan sepupunya. Dengan senyuman manis Keken menggoda kembali wanita yang lainnya.


" Biarin saja sih Fa, lu kayak kagak tahu kelakuan kucing garong satu ini. Keken akan insyaf kalau si Kenzi disunat dua kali." Khaffi


"Sialan lu Fi! Ngomong sembarangan, kalau si Kenzi sunat dua kali yang ada gue buntung. Habis sudah harga diri gue karena nggak per kasa." sembur Keken sembari melepar beberapa kacang kearah Khaffi.


"Emang lu masih punya harga diri." Khaffi menggelengkan kepala, semua orang club ini juga tahu siapa lu pangeran modosa, dosa terus yang lu lakuin. "


Keken melempar kacang kearah Khaffi lagi .


" Tapi gue nggak coblos sembarangan apalagi dengan cewek disini. Sorry, selera gue yang masih original bukan bekasan. " sangkal Keken


" Yang disini cuma nyicipin d*da doang. "sambungnya lagi sembari tersenyum


" Prett...!! Yg original apaan, tuh si janda meresahkan juga masuk selera lu. Si Risa, janda beranak satu. Kalau dia mau juga pasti lu embat! " Fafa mengingat kelakuan Keken yang nyeleneh, Keken berusaha mendekati wanita cantik beranak satu itu .


"Kalau si Risa itu beda, body goals bro walaupun dia beranak satu, gue juga mau. Kalau dia mau sama gue, bakal gue nikahin sekarang juga."


"Gue bakal ijab qobul sambil kayang bro saking senengnya gue dapet si Risa." kelakar Keken sembari tersenyum


"Nggak sekalian goyang koplo." timpal Khaffi


"Terus penghulunya salaman sama Kenzi lu gitu, kan tangan lu buat nopang tubuh lu buat kayang, hihihi..." Fafa membalas ucapan Keken. Obrolan unfaedah mulai terdengar kembali.


"Goyang koplo khusus malam pertama, sajian buat si Kenzi biar nggak berontak terus." sahut Keken

__ADS_1


"Mau lu digoreng sama mommy Imel kalau ketahuan nikahin itu janda? Liat mata mommy saja gue ngeri, aura mencekam saat dia mulai menatap tajam, seolah ingin menerkam, ihhh... takut." Khaffi bergidik ngeri membayangkan wajah Imelda saat marah, wajah yang tidak bersahabat.


" Nikahnya diem - diem aja, entar kalau udah nikah baru tuh ngomong. Emak gue emang seperti itu tapi sebenarnya dia baik. Dia orang yang tegas, gue nya aja yang nyeleneh suka bikin dia kesel. Makanya lu kalau ketemu Ratu Medusa jangan lupa wiridan, banyakin solawat biar lu kagak sawan."


"Anak durhaka lu Ken! Gue laporin mommy biar lu tahu rasa!" Fafa mendengus kesal saat Keken bercanda tentang mommy nya.


"Canda Fa, canda. Lu serius amat sih kayak guru BP." ucap Keken kembali,


"Khaffi, kapan lu jadi asisten gue? Mendingan lu keluar deh dari perusahaan mas Raffa terus jadi asisten gue. Gue butuh lu karena si Fafa mpret alias Fafa kampret selalu ilang - ilangan,bentar lagi dia bakal jadi bapak. Urusan kantor di handle Antoni sama gue dan sekarang gue kerepotan karena nggak punya asisten, cepetan gih lu pindah ke perusahaan gue. Mas Raffa kan sudah ada Rio, banyak orang pintar di sekeliling dia. Lu minta apa gue turuti deh yang penting lu balik ke perusahaan kita. "


" Kalau gue minta mobil BMW lu kasih nggak? "tawar Khaffi


" Jangankan mobil BMW buat lu, mobil alphard gue kasih yang penting lu jadi asisten gue. Kayak kagak kenal gue aja, gue Keken crazy rich Jekardah. " ucapnya dengan sombong


" Yang crazy rich itu Ratu Medusa bukan lu Keken kemplu! " Fafa begitu gemas dengan sikap Keken yang mulai songong seperti biasanya, selalu membanggakan diri bahwa dirinya crazy rich


" Ratu Medusa emak gue, harta emak ya harta gue juga. Kan gue anak satu - satunya. Pangeran Modosa yang tampan tiada tara."


" Gue nggak mau jadi asisten lu, gue udah nyaman kerja sama mas Raffa. Mba Kinan juga selalu kasih uang jajan gue, transferan tiap bulan aman terkendali. " Khaffi menaik turunkan alisnya.


"Terus yang jadi asisten mas Raffa sekarang siapa?" tanya Keken


"Belum ada, mungkin si Antoni kali ditarik lagi ke perusahaan mas Raffa."


"Tidak bisa!!" ucap Fafa dan Keken bersamaan. Khaffi hanya menggulum senyum, kedua temannya pasti akan kelimpungan jika Antoni ditarik kembali ke perusahaan mas Raffa karena hanya Antoni lah yang bisa percaya.


Mereka bisa bernafas lega karena sikap Antoni yang profesional dalam pekerjaan, cepat dan mumpuni dalam segala bidang membuat Keken dan Fafa sangat terbantu dengan pekerjaannya.


"Bukannya dulu lu nggak suka sama Antoni, Fa? Dan lu Ken, bukannya lu suka ngerjain dia dengan tugas bejibun yang tidak pernah kelar. Kalian memang bos gendeng, bos stres yang memeras tenaga asistennya. Gue sih ogah jadi asisten kalian."


" Sekarang cuma dia yang bisa diandalkan karena si Fafa sekarang sedang mempersiapkan kelahiran si kembar. Please Fi, lu mau ya jadi asisten gue? "ujarnya dengan memelas," Lu minta BMW dan transferan tiap bulan gue bakal kasih lebih yang penting lu kerja sama gue. "


" Gue nggak bisa, gue lebih milih mas Raffa. Kecuali __" Khaffi tersenyum menyeringai


"Kecuali apa Fi, cepetan ngomong pasti gue kabulin." ucap Keken dengan tidak sabar

__ADS_1


"Kecuali kalian berdua ngasih restu gue buat deketin Inha, siapa tahu berjodoh dan kita bisa jadi ipar." Khaffi menggulum senyum, ia sengaja membuat tawaran yang tidak akan dikabulkan oleh kedua sahabatnya itu.


"Tidak akan!!!" seru keduanya dengan kompak.


"Kamu pikir aku akan merestui kamu dengan adikku, Nehi!! Nehi Khaffi." Fafa menatap tajam pada sahabatnya dengan gaya India.


"Acha, acha, Nehi, Nehi!! Berani lu deketin Inha, siapkan dulu mental dan fisik untuk melawanku. Jangan lupa, Inha anak kesayangan Ratu Medusa dan sudah tentu adik kesayanganku juga." ancam Keken


"Mbak Kinan sudah masuk ke dalam keluarga kami, masa lu juga mau masuk jadi menantu. Yang ada besan emak gue tante Ifa lagi, tante Ifa lagi." Fafa menggelengkan kepala.


"Masa emak gue punya menantu soak semua." ucap Fafa lagi. Khaffi melemparkan kacang ke wajah Fafa.


"Gue juga ogah punya calon sepupu modelnya kayak lu, yang ada Inha sakit hati karena mata lu jelalatan!" gerutu Keken.


Khaffi hanya bisa menghela nafas panjangnya, meminta restu untuk mendekati Inha tidak semulus yang dibayangkan. Apalagi Kinan sudah masuk ke dalam keluarga Davian, kemungkinan untuk bisa mendekati Inha sangat kecil.


" Lu gimana Fa, sudah dapat nama untuk si kembar?" tanya Keken


"Sudah, nggak tahu deh terserah si Janin. Semenjak kehamilannya semakin besar, dia semakin cengeng apalagi saat dia melihat mas Raffa begitu menyayangi Kinan dan telaten mengurus Shifa, rasa iri nya begitu besar, dikit - dikit laporan terus nangis. Ngomong ke aku nanti kamu harus belajar kayak mas Raffa ya, harus selalu ada untukku. Pokoknya serba salah deh kalau sama ibu hamil. "Fafa menghela nafas kasarnya,


" Semoga gue dapat istri yang nggak rewel kayak si Janin.Aamin... " Keken menadahkan kedua tangannya setelah itu mengusap wajahnya seraya berdoa


" Do'a itu di rumah atau di masjid. Lu do'a di club, yang nggak bakalan terkabul Modosa!" Khaffi menjitak kepala Keken dengan gemas.


" Do'a orang suci pasti akan dikabulkan Allah, Fi. Catatan gue selalu bersih seputih kertas HVS." seloroh Keken


"Iya catatan lu memang bersih, bersih banget malahan. Tapi itu catatan dari malaikat Roqib (amal baik) . Sedangkan catatan lu penuh di malaikat Atid ( amal buruk)"


"Sialan lu!" Keken menjitak kepala Khaffi. "Sudah ah, gue mau seneng - seneng dulu. Sudah haus ini." Keken menatap kembali wanita cantik yang akan menemani dirinya malam ini.


"Gue nggak ikutan, gue pulang aja." Fafa bangkit dari tempat duduknya


"Gue juga pulang, takut sawan gue disini sendirian." Khaffi mengekori Fafa untuk pulang


Keken tidak peduli jika kedua temannya pulang karena sekarang ia ingin bersenang-senang dengan wanita pilihannya.

__ADS_1


__ADS_2