
Akhirnya Keken bisa pulang ke rumah setelah kesehatan nya membaik. Anggota tubuhnya sudah bisa digerakkan dan atas ijin dokter Keken diijinkan pulang.
"Aku senang kamu bisa pulang." Farah mengemasi barang - barang Keken dan meminta pada pengawal untuk memasukkan ke dalam mobil.
Keken hanya tersenyum, ia masih tidak menyangka bahwa wanita ini adalah istrinya sedangkan dia tahu karakter dan wanita pilihan nya. sedangkan Farah, tidak masuk kriteria dan kenapa mereka bisa menikah,pikirnya
Namun Keken tidak mengerti kenapa saat bersama wanita hamil ini hatinya sangat tenang dan nyaman bagaimana pun ia menolak keberadaan wanita itu namun hati Keken selalu ingin bersamanya.
"Mommy, kita akan pulang ke mansion, rumah kontrakanku, apartemen Keken atau ke tante Navysah?"tanya Farah karena selama ini dia tinggal berpindah - pindah.
" Tentu saja ke mansion mommy masa ke kontrakan mini itu. Mommy tidak akan mengijinkan Keken tinggal disana lagi. "
" Ya sudah aku nurut mommy saja. "
" Kontrakan yang mana mom? Memang nya aku pernah tinggal di kontrakan?" tanya Keken
"Iya sayang kau pernah tinggal selama
lima bulan di kontrakan bersamaku di daerah Utara bahkan kau suka tinggal disana." Farah
"Tidak mungkin!" elak Keken, "Masa aku tinggal di kontrakan sih, itu tidak benar kan mom?" tanyanya pada sang ibu
"Itu benar sayang kamu pernah tinggal disana." jawab Imelda
Keken begitu heran kenapa dia tidak mengingat sama sekali.
"Sudah tidak perlu dipikirkan yang terpenting sekarang kamu sehat."
Mereka pulang ke mansion dan sepanjang perjalanan Farah selalu bersandar di lengan suaminya. Keken sedikit risih karena mommy beberapa kali melihat kegiatan mereka dari spion dalam.
Farah menggandeng tangan Keken dan masuk ke dalam mansion. Tanpa diduga Keken berjalan lebih mendahului dari Farah karena wanita itu sangat lambat, perutnya membesar dan itu membuat dirinya sulit berjalan.
"Keken, kamu tahu kamarmu sendiri?" tanya Farah
"Tentu saja, ini kamarku masa aku lupa." Namun matanya melihat pigura besar foto saat pernikahan nya. Keken melihat dengan seksama.
" Jadi benar kalau kita sudah menikah?" tanyanya
"Tentu saja kita sudah menikah dan ini hasilnya. Kau masih tidak percaya?" Farah terlihat sedih karena Keken seolah tidak percaya bahwa mereka telah menikah. Keken seolah enggan bicara dan tatapan nya sangat kosong.
" Aku percaya." Keken merebahkan tubuhnya di ranjang namun suara adzan terdengar. Sudah masuk salat ashar, Keken bergegas mengambil air wudhu.
"Kau tahu caranya solat?" tanya Farah
" Tentu saja, aku bahkan masih ingat bacaan nya. Aku tidak pikun, Farah!" ketusnya
Keken benar-benar berubah bahkan suaranya terdengar ketus, tidak seperti dulu Keken selalu bersikap lembut padanya.
"Aku ikut solat, tunggu aku." Farah bergegas mengikuti suaminya untuk solat berjamaah.
Setelah selesai Keken kembali merebahkan diri dan menutup mata namun Farah mengikutinya.
"Mau ngapain?" Keken melihat Farah naik ke ranjangnya.
"Tidur bersamamu."
__ADS_1
" Tidur di kamar lain saja, aku tidak ingin diganggu." pintanya
Farah berkaca-kaca bahkan Keken tidak mengijinkan untuk tidur bersama.
"Memangnya kenapa? Dulu kau sangat suka saat tidur bersamaku, kenapa sekarang tidak."
"Dulu dulu sekarang sekarang jangan dibahas lagi. Aku hanya ingin istirahat." Keken
Farah menangis ada perasaan kesal saat Keken menolak dirinya, sudah lama dia tidak tidur bersamanya malah hari ini ditolak. Menyedihkan.
" Aku hanya ingin dekat denganmu, aku kangen. "Farah
" Iya aku tahu, tapi aku sedang ingin sendiri. Kumohon kau mengerti. "
Farah turun dari ranjangnya dan pergi ke kamar lain.
* **
Esok hari,
Mereka makan bersama dan disaat yang bersamaan Inha datang ke mansion.
" Mas Keken... "Inha memeluknya
" Tidak usah menangis, mas baik-baik saja. "Keken
" Masss.... huhuhu..... "Inha terisak saat melihat Keken
" Ayo kita makan, Keken sudah selamat dan sehat, tinggal fisioterapi lagi dan belajar mengingat kembali. Dokter bilang kesehatan Keken sangat baik, kamu tidak usah menangis sayang. "Imelda merengkuh tubuh Inha
" Iya mom. Ini airmata kebahagiaan, aku senang mas Keken kembali. "
" Makanlah, kau sangat suka steak daging. "
Keken hanya diam lalu makan kembali.
Farah berharap dengan memberi perhatian pada Keken maka pria itu akan melunak padanya.
" Kau ingin makan apa lagi, sayang." Farah
"Uhuk.. Uhuk..." Keken tersedak saat mendengar panggilan sayang dari Farah. Dengan cepat ia menghabiskan makanan dan duduk di taman belakang. Menghindari Farah.
"Mas, kau baik-baik saja?" tanya Inha yang datang bersama Imelda
"Iya."
" Mom, berapa lama aku akan sembuh?" tanya Keken
" Jika kau rajin fisioterapi dan rajin mengingat sesuatu maka akan semakin cepat kau pulih."
" Aku akan berusaha mengingat semuanya."
"Nanti saat fisioterapi, mommy akan mengantarmu. Kamu tidak boleh jauh dariku."
" Ya mom."
__ADS_1
"Aku ikut." Kini Farah yang menyaut, "Aku ingin bersama Keken."
"Kamu dirumah saja, sedang hamil besar." Imelda
"Aku ingin dekat dengan Keken, jika Keken ingatan nya pulih aku ingin berbelanja baju bayi dan ke dokter dengan nya."
"Oiya kau belum ke dokter kan Far? mommy lupa denganmu karena sibuk mengurus Keken."
"Belum mom, nanti aku ingin bersama suamiku saat kesana."
Keken hanya diam dan tidak merespon.
"Besok mommy akan mengadakan pengajian syukuran karena Keken kembali sehat, mommy ingin mengundang anak yatim piatu dan memberikan santunan pada mereka."
"Aku setuju, aku ingin memberikan santunan pada mereka juga." Farah
"Baiklah, kamu siapkan saja apa yang dibutuhkan besok."
"Keken, apa kau ingin makan buah?" tanya Farah setelah selesai makan.
"Iya, aku ingin makan anggur."
Farah dengan cepat mengambil anggur, membelahnya dan membuang bijinya lalu menaruh di sebuah mangkuk kecil.
" Kau itu berlebihan sekali! Mas Keken juga bisa makan anggur dan membuang bijinya sendiri. Kalau seperti ini kan anggurnya kena tanganmu Farah. " Inha
" Tanganku bersih dan aku hanya ingin memanjakan suami, seperti dulu Keken selalu meratukan diriku."
" Tapi kalau berlebihan seperti ini mas Keken pasti akan risih Far. "Inha lagi
" Apa benar itu, Ken. Kau tidak suka jika aku bersikap seperti ini? "tanya Farah
Keken menganggukan kepala, memang sedikit berlebihan sikap Farah padanya.
" Jika kau tidak nyaman dengan sikapku, katakan secara langsung agar aku tahu apa yang kamu inginkan. "
" Iya Farah, aku akan bilang saat aku tidak nyaman. "Keken
Farah tersenyum kecut bahkan Keken hanya memanggil namanya saja, dulu Keken selalu memanggilnya sayang.
Farah pamit ke taman depan dan duduk disana. Dengan melihat bunga, pikirnya nya menjadi tenang dan suasana hatinya sedikit membaik.
" Kau kenapa?" Inha duduk di samping Farah dan melihat wajah ibu hamil itu yang terlihat lelah.
"Tidak ada apa-apa." Farah mengelus perut buncitnya
" Bersabarlah aku yakin mas Keken akan ingat denganmu kembali. Kata mama Navysah hanya sebagian kecil saja yang hilang memori nya
" Aku tahu. "Farah menghela nafas panjangnya." Aku khawatir jika Keken melupakan cintanya, saat aku melihat mata Keken tidak ada pancaran kasih untukku, bahkan dia terkesan cuek. Aku harus pelan-pelan membuatnya jatuh cinta lagi dan dari nol. "
" Tadi malam saja aku tidak diijinkan tidur dengan nya. "
" Beneran?! "tanya Inha
" Iya Ha, dia menolakku bahkan saat di rumah sakit Keken bilang apa benar kami sudah menikah. Sepertinya dia kecewa karena aku hitam, jelek dan gendut. Aku bukan wanita kriteria nya makanya dia tidak percaya kalau aku istrinya. "
__ADS_1
" Mas Keken tidak seperti itu, dia mungkin masih bingung dengan keadaan ini tapi aku yakin dia akan menerimamu lagi. "
Tak disangka pria yang mereka bicarakan sedang mendengar percakapan mereka. Keken berlalu masuk ke dalam rumah lagi.