Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 191 (Mencari Keken)


__ADS_3

Tim Penyelamat dan polisi masih menyisiri dua orang hilang, hingga kemarin belum bisa ditemukan. Arus yang deras dan cuaca yang buruk juga mempengaruhi keadaan mereka. Hingga sore hari mereka belum menemukan Keken dan satu wanita muda yang ikut hanyut.


Farah menelepon Keken berulang kali namun ponselnya tidak diangkat. Ia pun bertanya pada sang mommy apakah Keken menghubunginya.


"Keken tidak telepon sejak kemarin." Imelda


"Aku khawatir mom, kemarin dia bilang akan rafting tapi sudah dua hari tidak meneleponku." Farah begitu mengkhawatirkan suaminya karena Keken tidak sekalipun memberinya kabar.


Imelda merasa tidak enak hati, bahkan semalam dia mimpi buruk tentang anaknya. Dia mimpi Keken kehujanan hingga basah kuyup dan menggigil kedinginan.


" Kamu tenanglah, Keken pasti baik-baik saja. Dia pandai berenang. Mungkin saja dia sedang sibuk di restoran jadi belum bisa menghubungi kita." Namun hati seorang ibu tidak bisa dibohongi, Imelda bahkan terlihat gemetar saat menyesap teh hangatnya.


"Tapi mom, entah kenapa hati Farah risau dan selalu ingat Keken."


"Itu karena kamu merindukan Keken sayang." Imelda terpaksa mengalihkan pikiran Farah agar ibu hamil itu tidak banyak pikiran.


"Farah, bersiaplah. Apa kau tidak ingin berbelanja atau makan di mall. Nanti Inha kesini menjemputmu."


"Aku tidak ingin pergi kemana-mana mom." Farah, entah kenapa yang ada dipikiranya hanya Keken. Ia malas untuk melakukan apapun.


"Pergilah dengan Inha, seperti Keken. Kamu juga perlu refreshing."


"Baiklah mom. " Mau tak mau ia mengiyakan permintaan Imelda untuk jalan-jalan bersama Inha ke mall. Farah tak mampu menolak.


Imelda dengan cepat menuju kamarnya, ia menggunakan ponsel dan menghubungi Inha, ia meminta ponakan nya untuk mengajak Farah jalan- jalan ke mall namun gadis itu tidak bisa karena ada mata kuliah yang tidak bisa ditinggalkan.


"Mommy tenang saja, aku akan menghubungi Inka. Dia sudah pulang ke rumah, aku akan memintanya untuk menemani Farah dan aku yakin dia pasti mau karena suka berbelanja."


"Baiklah, terima kasih sayang." Imelda


"Mom, mommy kau kenapa?" Inha mendengar suara Imelda bergetar bahkan seperti orang yang sedang menahan tangis.


"Tidak apa-apa sayang."


"Mom, aku tahu hari ini mommy sedang tidak baik-baik saja, katakan padaku."


"Mas Keken sejak kemarin tidak menghubungi kami, dia pamit rafting tapi kita belum tahu kabarnya. Doakan ya Nak, semua baik-baik dan lancar." Imelda akhirnya luruh, entah mengapa ia menangisi Keken yang belum tahu keadaan nya.


" Iya mom, aku juga akan menghubungi karyawan cabang Malang. Dia pasti mau membantu kita. " Inha ikut sedih mendengar nya lalu memutuskan sambungan telepon.

__ADS_1


Urusan dengan Inha sudah selesai, kini ia melihat dari sinyal GPS dari ponsel Keken namun tidak bisa dilacak, lalu dia menghubungi seseorang untuk mengecek keadaan putranya.


"Iya, nyonya." ucap seorang pria di ujung telepon


" Apa Keken di restoran?"


"Tidak nyonya, sejak kemarin tuan muda tidak kesini bahkan aku ingin bertanya tentang laporan keuangan padanya namun sampai detik ini dia tidak datang."


Imelda kian meremas tangan nya, pikiran buruk kembali menyergap.


"Pak Rofiq, tolong cari Keken sekarang. Farah bilang dia kemarin ke tempat rafting tapi entah dimana, kami tidak tahu. Laporkan segera padaku!" perintahnya


"Siap nyonya."


Imelda menghela nafas panjangnya, berharap anaknya baik-baik saja. Lalu ia mencoba melihat berita online, ia menemukan berita bahwa ada dua orang yang hilang satu perempuan, satu lelaki. Imelda kian penasaran.


Ia menghubungi orang kepercayaan nya untuk langsung ke kota Malang dan mencari keberadaan anaknya, memastikan apakah benar salah satu orang hilang itu adalah Keken.


Ia menutup wajah dengan kedua tangannya, berharap dan berdo'a bahwa pria itu bukan Keken.


"Perasaanku benar-benar tidak enak." gumam Imelda. " Keken, kamu dimana Nak?!"


Inka datang ke rumah mommy Imelda dengan semangat empat lima, bagaimana tidak semangat karena gadis itu dijanjikan kartu kredit dan belanja sepuasnya bersama Farah. Walaupun awalnya ia menolak tapi setelah tahu mommy akan memberikan kartu sakti rona wajahnya kembali berubah.


"Mommy, aku datang...." Inka datang masih dalam mode sumringah dan berjingkrak - jingkrak bahagia namun dia tidak mendapati siapapun di ruang makan. "Kok sepi sih?"


"Non, nyonya besar hanya menitipkan ini.Dia bilang jangan mengganggunya." Seorang asisten rumah tangga memberikan sebuah kartu Black card. Inka melotot saat melihatnya, bukan karena tidak punya tapi karena dia bisa menggunakan kartu itu secara gratis dan tidak perlu berpikir untuk membayarnya.


" Oke! "jawabnya dengan mantap." Yang penting aku bisa belanja gratissss.... " dengan norak nya dia mencium kartu hitam itu secara bertubi-tubi.


" Nona seneng banget dapat kartu. "Bibi itu menggulum senyum.


" Tentu saja aku senang, bibi mau beli apa, nanti aku belikan pakai kartu ini. "


" Tidak non, Bibi tidak memerlukan apapun karena di rumah ini sangat lengkap. "jawabnya


" Betul juga ya, disini kan sangat lengkap dan semua pelayan mendapatkan fasilitas yang baik. " Inka tahu mommy Imelda orang yang loyal dan baik terhadap pelayan hingga banyak orang yang betah kerja dengan nya.


Setiap orang yang bekerja dengan nya harus jujur dan cepat karena dia tidak suka orang yang lelet. Mereka harus mematuhi peraturan mansion dan tidak banyak bicara.

__ADS_1


" Mana si Farah, bi? "


" Non Farah di kamar."


" Oke, aku kesana dulu. Bye bibi... mmuahh... "


Asisten rumah tangga itu hanya tersenyum saat melihat kembaran non Inha. Sangat berbeda, Inha selalu tenang, sedikit bicara dan ketus sedangkan Inka selalu pecicilan dan semangat bahkan terkadang kekanak-kanakan namun banyak yang suka dengan nya karena gadis itu ramah dan tidak pelit.


"Farah...." Inka mengetuk pintu kamarnya sembari menengok ke dalam. Inka tahu Keken sedang berada di luar kota maka dari itu dia berani masuk.


"Kok belum ganti baju?"


"Aku malas Ka, aku ingin di rumah saja." Farah yang tiduran hanya menggunakan daster kesukaannya.


"Ayo kita refreshing, kita ke mall belanja sepuasnya."


" Tapi aku__"


"Sudah jangan tapi tapian kamu kangen mas Keken kan, aku yakin dia sebentar lagi pulang atau bisa jadi dia akan memberikan surprise untukmu, bisa jadi dia pulang mendadak seperti dulu. Mas Keken kan orangnya begitu datang tak diundang, pulang tak diantar. "


" Kamu pikir suamiku jelangkung! "Farah cemberut


" Eh, kagak percaya. Aku ngomong beneran, mas Keken itu pria romantis dia akan datang secara mendadak tanpa memberi tahu, dulu juga begitu. "


" Benarkah?! "


" Iya, beneran. Masa aku bohong, nggak ada gunanya aku bohong. Ayo kita belanja, beli apa yang bisa membuat mas Keken betah di rumah. Masa kamu di rumah modelnya begini, dasteran mulu, kagak fashionable banget. Mas Keken suka dengan wanita yang rapi dan sexy bukan wanita berdaster buluk."


" Aneh sekali, kenapa mas Keken bisa cinta denganmu padahal kau tidak terlalu menarik, pakai make up saja tidak, rambut dicepol ala emak-emak,heran akutuh. " Inka


" Benar, aku juga heran kenapa Keken suka denganku. "


" Kau tidak pakai ilmu pelet kan? " Inka bertanya sembari tertawa


" Aku pakai ilmu kayang di ranjang makanya Keken selalu jatuh cinta denganku, Puas! " ketus Farah


Inka tergelak tawa, Farah begitu lucu.


" Ayo lah kita pergi jangan menguliti kekuranganku yang buluk ini. "Tanpa pikir panjang Farah mengiyakan permintaan Inka. Ia ingin membuat Keken tambah jatuh cinta padanya. Inka cekikikan, mudah sekali merayu Farah yang polos.

__ADS_1


__ADS_2