Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 188


__ADS_3

Urusan Keken untuk mengaudit restoran cabang Bali sudah selesai begitu juga dengan pembangunan villa di Bali, kini saatnya Keken balik ke Malang lagi.


Ia memberi penawaran pada Ayu untuk menjadi manager di restoran D & R dan gadis itu menerima nya dengan senang hati. Ia tidak menyangka niatnya membantu Keken kini berbuah manis, ia mendapatkan pekerjaan lainnya. Sudah lama Ayu ingin keluar dari pekerjaannya namun belum ada peluang dan kini Keken, pria itu memberikan pekerjaan bagus dan gaji yang cukup menarik.


"Aku hanya memintamu untuk jujur dalam pengelolaan restoran. Kau tahu kan bertahun-tahun restoran ini dikorupsi dan kini sudah waktunya restoran ini memiliki wajah baru dengan pemimpin dan inovasi baru, aku berharap restoran ini bisa lebih maju saat dipimpin olehmu. " harap Keken


" Kenapa kau begitu mempercayaiku bahkan aku pernah berniat jahat padamu kemarin karena masalah Hilman. "


" Setiap orang pasti punya salah dan alangkah baiknya kita memberi mereka kesempatan. Kamu pernah menjadi manager di sebuah club dan aku yakin pekerjaan ini mudah untukmu. "


" Terima kasih karena sudah mempercayaiku, aku janji akan berusaha menjadikan restoran ini lebih maju kedepan nya. "


" Bli... "sapa Dewa," Terima kasih sudah memberi kami pekerjaan, aku bisa menjadi karyawan part time disini karenamu. "


" Hmm.."


" Pak... " sapa Indra, karyawan yang memberikan Keken banyak informasi." Terima kasih sudah menaikan pangkatku, aku menjadi pengawas sekaligus menjadi bagian administrasi. Terima kasih pak. " ia menunduk hormat, tidak disangka pria yang ia tarik ke toilet ternyata anak dari pemilik restoran hingga dia mendapat jabatan dan kepercayaan lebih.


" Hm.., bekerja keraslah karena aku akan datang beberapa bulan lagi. Aku akan selalu melihat kinerja kalian dari jauh dan jangan sampai mengkhianati kepercayaanku. "


"Siap pak. Mereka mengangguk mengerti dan Keken kembali ke hotel untuk berkemas. Suara nada dering menghentikan aktifitas Keken lalu ia tersenyum saat melihat nama penelepon.


"Apa kau sudah lupa denganku?!" teriak Farah. "Sejak aku pulang dari Bali, kau hanya menelepon satu kali tega kamu Ken!" protes nya


Keken hanya tersenyum memperlihatkan barisan giginya, beberapa hari tidak mendengar suara Farah membuatnya rindu dan makian nya seperti candu untuknya.


"Maaf sayang aku sibuk, ada masalah yang harus aku selesaikan segera. Besok aku ke Malang ya setelah itu aku pulang."


"Kamu di Malang sebentar kan? Aku ingin segera bertemu denganmu."


"Iya, iya sabar ya. Aku di Malang sebulan." bohongnya


Dan benar saja Farah langsung mengomel pada suaminya, " Satu tahun saja sekalian atau tidak usah pulang!"


" Ternyata hanya aku yang kangen sedangkan kamu tidak!" sambungnya lagi


Keken tergelak tawa entah mengapa dia selalu ingin membuat Farah naik darah.


"Aku merindukanmu, aku pasti pulang." Keken


" Aku tunggu." Dan mereka mengobrol hingga sore hari.

__ADS_1


* **


Malang


Keken berada di tempat ini lagi karena harus melakukan audit restoran di cabang Malang. Beberapa waktu yang lalu dia belum sempat karena Keken harus segera datang ke Bali dan rapat dengan investor asing.


Dan sekarang Ia meminta pengawal untuk pulang ke Jekardah karena, ia bekerja di Malang hanya sebentar.


Tidak mudah memang menjadi seorang Keken, ia harus bekerja keras mempertahankan bisnis yang dirintis orangtuanya. Maka dari itu Imelda selalu meminta anaknya untuk membantunya sejak masih berada di tingkat menengah atas, namun Keken adalah Keken yang selalu bertindak sesuka hati. Ia lebih memilih berlibur dan menghamburkan uang daripada belajar bisnis.


"Ternyata kesalahanku sangat banyak pada mommy dan papi, mereka menanggung segala pikiran untuk membangun dan mengembangkan bisnis sedangkan aku hanya foya- foya." gumamnya dalam hati.


"Aku harus meneruskan bisnis mommy, agar dia bisa hidup tenang di masa tuanya. Aku janji akan selalu patuh dengan nya."


Keken datang ke restoran dengan di dampingi satu pengawal kepercayaan ibunya. Keken meminta dia untuk mengaudit laporan keuangannya.


Banyak karyawan yang terkejut karena Keken datang tiba-tiba dan mereka tidak bisa berkutik lagi. Tidak seperti di Bali, cabang Malang tidak terlalu ramai namun omset penjualan masih mencapai target.


Seperti biasa Keken memulai dari stok hingga akhir, ia pun bertemu dengan suplier barang, sayur bahkan ikan yang menyuplai bahan makanan di restoran nya. Keken tidak ingin kecolongan lagi. Tak lupa ia memeriksa cctv satu minggu ke belakang, memantau dari kamera tersembunyi apa yang dilakukan para pekerjanya. Namun tidak ada kegiatan yang ganjil. Mereka bekerja sebagaimana mestinya walaupun terlihat beberapa karyawan yang malas-malasan saat sepi pengunjung.


"Terima kasih sudah menjalankan tugas y dengan baik pak Rofiq." ucap Keken dengan tulus. Dia salah satu manager kepercayaan Imelda yang sengaja dipekerjakan di daerah Malang.


"Kenapa anda tersenyum seperti itu." Keken melihat pria paruh baya itu selalu tersenyum saat melihatnya.


"Apa anda tidak mengenali saya, tuan muda?"


"Siapa ya? Aku tidak mengenal anda, apa kita pernah bertemu?"


" Saya Rofiq, anak buah dari nyonya besar yang dulu pernah tercebur di kolam karena anda mendorong saya dan sepatu saya pernah anda siram dengan air seni karena saya terlalu lama mengobrol dengan nyonya besar. "


Keken menghela nafas panjangnya lalu mengusap wajahnya dengan kasar, ternyata pria ini adalah orang yang pernah merasakan kenakalan Keken disaat kecil. Keken terkekeh


" Maafkan saya pak, dulu begitu bandel dan nakal. " Keken


" Tidak apa-apa tuan, itu masa lalu."


" Maaf dulu aku kesal karena mommy selalu sibuk bertemu dengan banyak orang sedangkan aku tersisih dan hanya bermain bersama bibi."


"Saya mengerti tuan, tapi satu hal yang pasti nyonya besar melakukan ini semua karena ingin tuan muda hidup nyaman karena dulu nyonya besar hidup sederhana dan dia harus kuat, mandiri melalui semuanya agar keluarganya bisa mendapat penghidupan yang lebih baik. "


" Aku tahu, mommy memang yang terbaik. "

__ADS_1


" Apa dulu aku begitu nakal dan sangat menyebalkan? "tanya Keken dan dibalas hanya dengan ulasan senyum.


" Sudahlah jangan di jawab karena aku sudah tahu jawabannya. "Keken menghela nafas panjangnya.


" Tuan anak baik, suka memberikan kami para pengawal agar makan bersama di pinggir kolam renang. Memberi kami banyak roti dan buah. "ujarnya. Dulu saat Keken kecil ia selalu memaksa para pengawal untuk menghabiskan roti dan buah.


" Itu karena mommy selalu menyuruhku untuk makan roti dan buah, aku muak melihat makanan itu. " gerutu Keken


" Dan sekarang aku melihat tuan muda sangat berbeda dari sebelumnya, mudah sekali meminta maaf dan berterima kasih."


" Karena aku sudah menikah dan akan menjadi seorang ayah. Do'akan anak saya pak agar tidak berkelakuan sepertiku saat kecil dulu." Keken menggulum senyum. Dan pria paruh baya itu tersenyum lebar.


" Iya tuan saya doakan yang terbaik untuk anda. "


" Tuan boleh saya bertanya? "


" Silakan. "


" Maaf jika saya lancang bicara seperti ini dengan anda, namun ini penting. Apa anda tahu kesehatan nyonya Imelda,sekarang?"


"Kesehatan mommy." Keken mengernyitkan dahi. Ia merasa mommy baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun. "Mommy sehat, memangnya ada yang tidak aku ketahui?"


Pak Rofiq menghela nafas panjangnya dan benar saja apa yang dipikirkan bahwa Keken tidak tahu kondisi ibunya sendiri.


"Nyonya Imelda memiliki riwayat penyakit sakit jantung, satu tahun terakhir dia kesini dan kambuh kata dokter ia harus segera dioperasi untuk pemasangan ring jantung."


"Apa...!!! Bagaimana mungkin itu terjadi, mommy selalu kelihatan sehat." Keken terdengar lemas, ibunya sangat sehat jika diperhatikan dan tidak ada masalah dengan kesehatan nya.


"Mommy...." lirih Keken, matanya berkaca-kaca saat mengingat ibunya. Keken mengingat beberapa hari ini memang ibunya sering kelelahan dan satu hal yang pasti papih selalu menemaninya kemanapun berada, dulu papih tidak seperti itu. Mereka dulu sibuk masing-masing dan mengurus bisnis satu sama lain, kini Keken mulai mengerti kenapa ibunya selalu menghabiskan di rumah padahal mommy orang yang super aktif.


"Maaf tuan muda, saya___"


"Tidak apa-apa pak, terima kasih karena sudah memberiku informasi penting ini. ucapnya


"Aku memang anak yang tidak peka dengan keadaan mommy bahkan aku pembangkang, seharusnya aku tahu kalau mommy sudah menua dan sudah waktunya istirahat tapi nyatanya aku masih saja membuatnya kesal dan banyak pikiran." Keken mengusap wajahnya dengan kasar


" Saya hanya ingin tuan muda tahu dan masih ada waktu untuk operasi tuan. "


" Ya, anda benar. Aku akan memaksa mommy untuk operasi ring jantung,aku tidak ingin kehilangannya karena mommy yang terbaik untukku. "


" Saya pamit tuan."

__ADS_1


__ADS_2