Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 14 ( Ternyata dia bos)


__ADS_3

Farah duduk kembali di samping Hilman dan seolah tidak terjadi apa-apa saat di toilet. Dia dengan cepat menyesap air minumnya hingga habis.


" Kamu haus, ingin ku pesankan air minum lagi?" Hilman melihat Farah berwajah masam setelah selesai dari toilet.


"Boleh, air mineral saja." pinta Farah. Ia kembali menikmati makanannya hingga licin tandas.


"Sepertinya calon istrimu kelaparan." Antoni melirik Farah yang begitu cepat melahap makanannya tanpa rasa malu


"Maaf, aku terbiasa kerja cepat. Makan pun harus cepat, apalagi di restoran aku harus bisa melakukan semuanya dengan sat set sat set" Farah menggulum senyum.


"Kamu kerja di restoran?" tanya Antoni


"Iya, di sebuah restoran mall di daerah Jakarta Utara


" Di bagian apa? " tanyanya kembali


" Asisten chef. "


" Berarti kamu pandai memasak ya, pantas saja Hilman memilihmu. Dia juga tukang makan, pasti ia akan melebar setelah menikah denganmu. " Antoni mengulum senyum.


" Jadi aku seperti chef rumah gitu, abang kamu cinta aku atau masakanku?" tanya Farah pada Hilman sembari mengerucutkan bibirnya .


"Tidaklah, jangan dengarkan Antoni ngomong, dia mah kompor. Aku sayang sama kamu dong, juga masakanmu."


Dan lagi lagi Farah mengerucutkan bibirnya.


Antoni tertawa lebar mendengar ucapan sahabatnya.


"Kemarin aku bertemu Zahira." Hilman kemudian menceritakan pertemuan nya dengan mantan Antoni. "Dia sudah menikah dan punya dua anak, awalnya aku kira bukan dia karena sangat berbeda ternyata dia menyapaku dan benar dia Hira, mantanmu."


"Sudahlah, aku tidak peduli dengannya lagi." Antoni tidak mau mengingat masa lalunya bersama Zahira, percintaan yang menurutnya sangat menyakitkan.


"Kau tidak ingin tahu siapa suami Hira?" Kali ini Hilman mengulum senyum.


"Tidak!"


"Yakin."


Antoni hanya diam dengan wajah datar nya, ia menyeruput kopi capucinno tanpa memperdulikan ucapan Hilman.

__ADS_1


" Pak Azhar."


"Uhuk.. Uhuk..." Antoni tersedak saat tahu siapa suami dari mantannya itu. Ia menatap Hilman seolah meminta penjelasan.


" Cie... Ada yang kepo sama mantan ." Farah melirik Antoni yang seakan penasaran, raut wajahnya terlihat sangat jelas.


"Cih! Siapa juga yang kepo!" bantahnya


"Pak Azhar yang gembul itu ternyata menikah dengan Hira, kau tahu kan dosen itu sejak dulu suka dengan Hira. Dan sekarang dia jadi istri keduanya, gosipnya karena cuan makanya Hira mau." Hilman menggelengkan kepala karena dia pun tidak percaya dengan kenyataan yang dia lihat saat bertemu Hira. Gadis cantik itu mau diperistri oleh salah satu dosen yang dulu membimbingnya.


" Aku kira dia akan menikah dengan Rafael, dulu saat kamu diselingkuhi aku begitu kesal. Ingin rasanya ku hajar si Rafael saat itu. Tapi sekarang takdir berkata lain nyatanya Hira bersama pak Azhar, gak nyangka gue."


Antoni hanya diam, tak ingin mengingat masa lalu namun lagi-lagi Hilman menceritakan tentang kondisi Hira sekarang. Menyebalkan.


" Kamu jadi sama si cerewet? "Hilman kembali mengulum senyum sembari menaik turunkan alisnya.


" Apaan, sih! "dengus Antoni


" Aku benar-benar ingin melihat kamu bahagia, kalau suka katakan suka keburu gadis itu dilamar orang lain jangan sampai menyesal. "


Antoni hanya menghela nafas panjangnya, Hilman benar-benar tidak mau berhenti membicarakan tentang wanita.


" Aku jadi penasaran gadis seperti apa yang disukai Antoni, mungkin saja jika kalian pacaran tidak banyak mengobrol tetapi menggunakan bahasa tubuh hihihi..." Farah terkekeh.


" Benarkah! " balas Farah sembari berbisik." Apa sebuas itu. "lirihnya sembari terkekeh.


" Kalian benar-benar cocok sama-sama gila, masih ada aku di depan kalian bisa - bisanya kalian menghibahiku. "gerutu Antoni


" Lebih baik ghibah di depan langsung daripada ngomongin di belakang. "celetuk Farah.


Dan tak disangka sepasang kekasih mendekati mereka.


"Oh, ternyata kamu bisa tertawa lepas seperti itu ya. Aku kira kamu kanebo kering yang selalu kaku dan tidak pernah tersenyum." Keken mengejek dan dengan sengaja mendekat pada Antoni, ia begitu penasaran karena ini pertama kalinya Keken melihat Antoni bisa tertawa lebar, sekaligus Keken ingin menunjukan pada gadis itu siapa dirinya sebenarnya.


" Selamat siang Tuan Keken. " Antoni menunduk hormat. "Saya tidak menyangka anda berada disini bersama nona Michelle." Antoni melirik wanita di samping Keken yang terlihat cantik dan menawan


" Antoni, sejak tadi kami melihatmu banyak tersenyum ternyata kamu humble juga, aku kira kamu super kaku." Michelle sedikit terkejut melihat sisi lain dari Antoni yang jarang diperlihatkan.


" Maafkan saya nona. "

__ADS_1


" Kamu bersama siapa?" tanya Keken, ia pura-pura tidak mengenal Farah. Keken melihat pria di samping Farah dari atas ke bawah. Penampilannya biasa saja, tidak tampan seperti dirinya.


" Mereka teman saya tuan. "


" Saya Hilman dan ini tunangan saya. " Hilman mengulurkan


tangannya dan ingin bersalaman sebagai rasa sopan, namun Keken tidak peduli, ia lebih memilih untuk merengkuh pinggang Michelle dengan mesra.


"Antoni, aku pergi dulu, permisi." Keken meninggalkan mereka tanpa rasa bersalah. Sedangkan Hilman hanya mengedikkan bahunya saat uluran tangan nya diabaikan oleh pria itu.


"Jangan diambil hati, dia memang begitu." ucap Antoni setelah melihat Keken pergi.


"Dia siapa An?" tanya Hilman


"Dia bos aku di kantor."


" What!! Bos?!" Farah sedikit terkejut. "Tapi dia masih muda dan menyebalkan."


"Kamu kenal dia Far?" tanya Hilman


"Oh, tidak! Maksud aku saat tadi kamu ingin bersalaman dia tidak mau." Farah sedikit gugup, ia terpaksa berbohong agar Hilman tidak marah padanya karena cincin pertunangan mereka ternyata disita si pria gila itu.


"Seperti ada yang disembunyikan." gumam Antoni dalam hati, karena sejak tadi ia melihat Farah yang sedikit gugup dan selalu menatap Keken.


" Hilman segeralah menikah, niat baik jangan ditunda." Antoni mencoba mengingatkan sahabatnya dengan cara halus, ia khawatir di kemudian hari terjadi sesuatu diantara mereka.


"InsyaAllah empat bulan lagi, kamu datang ya. Jangan lupa bawa gadis kecil cerewet itu." goda Hilman mengedipkan matanya.


"Si*lan lu!" Antoni menghela nafas panjangnya, namun sesaat dia mengingat princess cerewet yang selalu menganggunya.


***


Keken


Aku tidak menyangka ada seorang wanita yang menadahkan tangan di depanku dan meminta cincinnya kembali. Ternyata dia gadis yang berani melempar wajahku dengan kain basah, Aku hampir tidak mengenalinya karena perempuan di depanku terlihat rapi dan cantik. Otakku langsung bekerja menilai fisik gadis ini, ku nilai delapan puluh lima, not bad. Ku kira dia anak orang kaya pemilik rumah di Utara namun nyatanya dia hanya bekerja disana. Tidak aku sangka dia gadis yang jujur. Menarik


Aku melihat gadis itu duduk dengan seseorang yang aku kenal ternyata dia bersama Antoni dan dengan seorang pria. Dilihat dari gestur sang pria memperhatikan dan melayani gadis itu bisa ditebak, pasti dia calon suami gadis itu.


Keken sesekali melirik gadis itu, curi - curi pandang padanya. Melihat gadis itu meneguk air, makan makanan dengan cepat membuat aku mengerutkan dahi. " Gadis yang apa adanya." gumamku dalam hati.

__ADS_1


Sesekali aku melihatnya mengerucutkan bibir dan itu terlihat lucu. Gadis manis yang tidak membosankan untuk dilihat.


Aku beranikan diri untuk mendekatinya dengan pura-pura menyapa Antoni. Ku lihat dia sedikit terkejut karena aku mengenal sahabatnya. Dan pria itu mengulurkan tangannya, mencoba bersikap sopan namun aku tidak mau mengenalnya, bukan urusanku dan aku tidak tertarik untuk mengenal pria itu. Aku hanya ingin gadis itu tahu dengan status sosialku, karena aku masih kesal ada seorang gadis yang berani melempar wajahku dengan kain basah. Siapa yang tidak tertarik dengan uang dan pesona seorang Keken. Tidak ada satu pun yang menolaknya. Dan aku penasaran apa gadis itu tertarik denganku, aku ingin bermain - main dengannya.


__ADS_2