
"Apa? Kau akan bawa aku kemana?" tanya Lyla terkejut dan takut.
"Tidak apa-apa, Nona. Aku hanya akan membawamu ke tempat yang aman saja. Di sini kau sudah tidak aman. Jangan khawatir, ikut saja denganku dan percaya padaku," ucap laki-laki itu lagi tanpa menghentikan laju kendaraan mobilnya.
"Apa maksudnya tidak aman? Apa aku sedang diculik?" tanya Lyla sekali lagi.
Laki-laki itu dengan cepat menjawab, "Oh, tidak. Bukan, Nona. Aku tidak akan menculikmu, aku hanya akan membawamu ke dermaga."
"Dermaga? Untuk apa?"
"Bawahan Tuan Gerald ada di sana untuk menjemputmu. Tolong Nona tenang dan percaya saja padaku."
Barulah setelah itu Lyla menjadi tenang.
"Memangnya ada apa denganku di sini? Lalu bagaimana dengan Evelyn? Bagaimana dengan dia?" tanya Lyla khawatir.
"Anda tenang saja, ada beberapa orang yang menjaga Evelyn di sana. Untuk sekarang ini kau akan aku bawa ke dermaga dan pergilah dengan kapal untuk menuju ke suatu tempat. Kau tidak aman berada di sini, karena ada banyak orang yang mengincarmu," ucap laki-laki itu membuat Lyla tidak mengerti.
"Kenapa mereka mengincarku? Apa alasannya?"
"Orang tuamu. Orang-orang itu mengincar Anda karena mereka," ucap laki-laki itu.
"Iya, tapi kenapa mereka sampai mengincar ku juga?"
"Karena mereka sangat dendam dengan keluargamu sehingga mereka menginginkan nyawamu," ucap laki-laki tersebut.
"Aku tidak mengerti, Tuan--"
"Raymond. Panggil aku Raymond," ucap laki-laki itu.
__ADS_1
"Oke, Tuan Raymond. Aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Maksudnya mereka menginginkanku karena apa? Apa keluargaku adalah orang-orang yang jahat atau bagaimana?" tanya Lyla ingin tahu.
"Ya, keluargamu memang dulunya ada yang jahat. Sebenarnya, hanya pamanmu saja, tapi itu memberikan pengaruh yang buruk kepada yang lainnya dan membuat mereka membenci semua keluarga Gregory. Ya, katakan saja jika ini adalah dendam antar keluarga," ujar laki-laki itu.
Lyla tetap tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Raymond.
"Maksudnya? Maaf aku masih belum mengerti. Apa kau bisa menceritakan sedikit padaku tentang keluargaku?" tanya Lyla.
Raymond mengusap lehernya yang sedikit kaku. "Uh, itu ... sebenarnya aku juga tidak terlalu paham, tapi yang aku tahu sedikit cerita tentang keluarga mereka hanyalah pamanmu yang membuat ulah sehingga Keluarga Fernandez menjadi murka.
"Fernandez? Siapa mereka?"
"Pamanmu membuat onar, menghabisi salah satu keturunan mereka dengan keji, sehingga akhirnya kedua keluarga itu berseteru."
Lyla terdiam mendengar keterangan singkat tentang keluarganya.
"Entahlah, mungkin saja," ucap laki-laki itu. "Aku tidak yakin dengan itu, bisa saja jika keluarga itu yang menginginkanmu. Mengingat jika keluargamu juga bukan orang biasa dan pastinya banyak musuh yang tidak terlihat." Raymond mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu.
"Bukan orang biasa, maksudnya?"
"Gregory adalah pemilik perusahaan besar yang berjaya pada zamannya, banyak orang yang ingin menjatuhkannya. Jadi, masih banyak yang tidak tahu jika keluarga itu bermasalah dengan siapa saja selain dengan Keluarga Fernandez."
Mobil terus melaju di jalanan yang sepi, Lyla masih mendengarkan keterangan dari Raymond. Dia sangat sedih karena tidak bisa bertemu dengan keluarganya. Beberapa bulan dia sudah berada di sini untuk mencari keberadaan mereka, tapi sangat sulit sekali untuk menemukannya,
"Tuan, kau yakin jika Eve tidak akan apa-apa? Aku khawatir dengan keadaannya dan aku merasa bersalah karena aku dia jadi begitu," ucap Lyla. Raymond tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kau percaya saja, Tuan Gerald juga tidak akan membiarkan orang yang dia sayangi berada di dalam bahaya."
"Hah? Tuan Gerald? Maksudnya mereka ...." Lyla terdiam untuk mencari tahu jawaban dari laki-laki itu.
__ADS_1
"Tuan Gerald sangat mencintai Eve, aku tahu dari sikapnya yang selalu memperhatikan Eve selama ini," ujar laki-laki itu.
Lyla hanya menganggukkan kepalanya, tapi di dalam hati dia menaruh iba pada Lian. Dia kira Gerald dan Lian saling memberi perhatian dari sikap mereka selama ini.
Dua jam berlalu, Lyla kini sudah ada di dermaga. Sebuah kapal kecil bersandar di sana tengah menunggu mereka sampai.
"Masuklah ke dalam sana. Aku akan kembali ke rumah sakit untuk menjaga Eve," perintah Raymond.
Dering telepon terdengar dari ponsel Raymond, laki-laki itu mengangkat panggilan tersebut dan segera dia angkat.
"Untukmu," ucap Raymond memberikan ponsel miliknya pada Lyla.
"Kau baik-baik saja?" Terdengar suara Gerald dari kejauhan sana.
"Ya, aku baik-baik saja. Tapi Eve--"
"Tidak apa, banyak anak buahku yang akan menjaganya. Kau masuk lah ke dalam perahu dan pergi dari sana secepatnya."
"Tapi aku akan kemana?" tanya Lyla.
"Masuk saja ke dalam perahu, selama kau mengikuti apa yang aku katakan, kau akan aman," ucap Gerald lagi. Lyla mengikuti apa yang Gerald katakan, masuk ke dalam perahu kecil untuk pergi ke suatu tempat.
"Kau akan baik-baik saja?" tanya Lyla pada Raymond sebelum pergi dari sana.
"Tenang saja, aku ini laki-laki."
Perahu kecil pergi membawa Lyla, menembus dinginnya udara pada malam itu. Lyla mengeratkan selimut tebal pada tubuhnya, selimut yang diberikan seseorang tadi. Suara mesin terdengar cukup berisik, riak air terbelah di saat perahu itu melaju dengan kecepatan yang sedang. Sungai mereka lewati, kanan kiri terdapat hutan yang cukup lebat.
Lyla merasa sedih dengan keputusannya waktu itu, padahal Gerald sudah memberitahunya jika mungkin dia tidak akan bisa dengan mudah bertemu kedua orang tuanya. Dia terlalu keras kepala dan tidak mendengarkan saat Gerald akan berbicara.
__ADS_1