
"Jika kau mau mengeksekusiku, setidaknya tutup mataku. Atau, paling tidak bawa aku ke ruangan yang sangat gelap," ucap Lyla pasrah.
Alex yang mendengar itu tertawa dengan sangat keras sehingga membuat Lyla menatap kepadanya. Laki-laki itu tertawa, matanya menyipit, lekuk di pipinya sangat kentara sekali membuatnya terlihat sangat tampan.
"Kau mau aku eksekusi? Tapi aku minta maaf, Nona. Siapa yang mau mengeksekusi dirimu?" tanya Alex membuat Lyla tidak mengerti.
"Jadi, kau mau apa membawaku kemari?" tanya Lyla ingin tahu.
Alex menghentikan tawanya dan menatap Lyla dengan takjub. Jika biasanya orang lain akan meminta ampun kepadanya sampai menangis dan memohon, tapi kenapa wanita ini sangat pasrah?
"Aku hanya ingin lebih mengenalmu saja, Nona. Apa kita bisa lebih mengenal lagi?" tanya laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya. Tentu saja Lyla tidak dengan mudah menerima uluran tanganitu, hanya meliriknya saja sekilas.
"Aku tidak mengerti kenapa kau sampai menculikku? Sebenarnya tujuanmu bukan hanya itu, bukan?" tanya Lyla yakin. Alex tertawa kecil dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.
__ADS_1
"Ya, kau benar, Nona. Memang tujuanku bukan hanya itu."
"Lalu, kenapa kau menculikku? Tolong jawab dan jangan bertele-tele," ucap Lyla dengan tanpa takut sama sekali. Sebal rasanya laki-laki itu menjawab berputar-putar saja.
"Oh, aku tidak menculikmu. Hanya membawamu saja kemari. Jujur saja aku sudah memperhatikanmu sejak lama sekali. Kau adalah wanita incaranku," ucap Alex dengan jujur.
"Incaran? Maksudmu?" Lyla masih belum paham.
Alex kembali mengambil sendok dan memakan yang masih ada di atas piringnya. "Aku membawamu kemari karena ingin membuat seseorang muncul ke permukaan."'
"Keluarga Fernandez. Kau tahu mereka?" tanya Alex
Lyla menggelengkan kepala, dia tidak pernah tahu dengan keluarga tersebut. Namanya saja serasa asing di telinganya. Akan tetapi, saat Lyla akan berkata, dia ingat dengan cerita dari seseorang waktu dia bersama dengan Evelyn saat menemui seseorang. Keluarga Gregory memiliki konflik dengan keluarga Fernandez.
__ADS_1
"Maksudmu, aku di sini untuk membuat salah satu anggota dari keluarga itu untuk keluar? Mereka musuh keluarga Gregory?" tanya Lyla. Alex menganggukkan kepala dengan santai dan mengunyah makanannya.
"Apa kau tahu bagaimana cerita mereka, atau mungkin kau juga tahu di mana keluargaku berada?" tanya Lyla. Mungkin saja laki-laki ini tahu tentang keluarganya dan dia bisa mengerti apa yang telah terjadi.
"Sayangnya tidak!" ujar laki-laki itu membuat Lyla kecewa.
"Oh."
"Kau berharap apa? Keluargamu akan mencarimu dan ingin kau kembali? Jangan berharap banyak, Nona. Aku hanya ingin bicara saja denganmu. Jangan terlalu banyak berharap!" ucap Alex, kemudian berdiri dan pergi dari ruangan itu tanpa menghabiskan makanannya. Lyla tidak mengerti kenapa Alex tampak ketus dan juga marah.
Apa dia juga bermasalah dengan keluargaku? Gumam Lyla di dalam hati.
***
__ADS_1
Sudah dua hari Lyla ada di mansion milik Alex, laki-laki itu tidak pernah mengganggu Lyla sama sekali, membiarkan Lyla untuk berbuat semaunya di sana. Masih dengan CCTV yang tersembunyi di kamar yang memperlihatkan segala aktifitas Lyla di dalam kamar itu.
Lyla masih mencoba berpikir untuk pergi dari mansion ini, tapi dia tidak tahu harus bagaimana karena banyak orang yang berjaga di rumah ini. Baru keluar dari dalam kamar saja, seorang laki-laki sudah ada di dekatnya untuk mengikuti ke mana pun dia pergi. Tak ada privasi sama sekali, seakan dia benar-benar terkekang dan terikat meski tanpa tali yang membelenggunya.