
Perjuangan Lyla untuk menemukan keluarganya tidaklah mudah, entah apa yang telah terjadi di masa lalu sehingga kini membuat hidupnya sangat sulit. Bahkan dia tidak tahu nama atau wajah orang tuanya, dia tidak tahu saudara-saudaranya, dan juga dia kini tidak tahu siapa dirinya. Hanya sematan anak yatim piatu yang sampai saat ini masih melekat pada dirinya.
"Tuan," panggil Lyla saat Raymond melewatinya. Laki-laki itu berhenti melangkah dan membalikkan tubuhnya.
"Iya? Apa kau butuh sesuatu?" tanyanya.
"Anu ... aku hanya ingin bertanya, bagaimana keadaan Evelyn? Apakah dia sudah sembuh? Aku sudah beberapa hari tidak mendengar kabarnya," ucap Lyla.
"Eve masih berada di rumah sakit, tapi sekarang kondisinya sudah sangat baik sekali."
"Boleh aku bertemu dengan dia?" tanya Lyla penuh harap, tapi laki-laki itu menggelengkan kepalanya.
"Aku minta maaf, Nona. Di dalam kondisi seperti ini, aku hanya bisa menyarankan kau untuk tetap tinggal di mansion, setidaknya sampai keadaan di luar sana kondusif. Aku hanya takut terjadi sesuatu padamu dan Tuan Gerald akan menyalahkan kami untuk itu.
Lyla terdiam mendengarnya, apakah yang terjadi di luaran sana? Kenapa serasa sulit sekali menemukan keluarganya.
__ADS_1
"Apakah ada yang kau butuhkan lagi?" tanya Raymond, Lyla menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Tidak ada. Oh ya, Tuan," panggil Lyla lagi saat Raymond hendak pergi lagi dari sana.
"Ya? Apakah Tuan Gerald akan datang ke sini? Aku dengar dari salah seorang kemarin menyebutkan Tuan Gerald akan datang."
"Ya, Tuan Gerald akan datang untuk menjemputmu, mungkin beberapa hari lagi. Dia juga harus mengurusi beberapa pekerjaan yang penting di sana," ujar Raymond. Lyla menganggukkan kepala tanda mengerti.
"Oke, hanya itu yang ingin aku tanyakan saja. Aku akan pergi ke kamar," pamit Lyla. Raymond menggerakkan kepalanya sedikit menunduk kemudian menunggu Lyla hingga pergi darinya.
Di lantai atas, Lyla hanya bisa melamun saja. Dia merindukan Morgan, sekali lagi pembicaraan dia dengan koki terngiang-ngiang. Apakah memang benar dirinya jatuh cinta pada pria dingin itu?
Suara gaduh terdengar dengan sangat jelas dari luar. Lyla juga melihat dua mobil datang dengan kecepatan yang tinggi dan berhenti di halaman mansion. Beberapa orang berlarian dan menyambut kedatangan yang lain. Lyla terdiam tatkala melihat mereka menggotong tiga orang yang keluar dari dalam mobil, suara mengaduh terdengar dari salah satu orang itu. Gegas Lyla turun dengan berlari cepat, ingin tahu apa yang telah terjadi kepada mereka.
"Ada apa ini?" tanya Lyla mengikuti langkah yang lainnya ke paviliun.
__ADS_1
"Tidak ada, Nona. Kami hanya terlibat perkelahian biasa saja," ucap salah seorang laki-laki sambil tersenyum pada Lyla. Entah apakah laki-laki itu berkata jujur atau tidak, tapi Lyla melihat beberapa luka tembakan pada orang-orang itu.
"Apa yang terjadi? Apa kalian berkelahi?" tanya Lyla sekali lagi, masih enggan pergi sebelum mendapatkan alasan yang jelas. Tiba-tiba saja dia takut jika semua itu disebabkan olehnya.
"Ya, ini hanya perkelahian antar geng saja. Anda tidak perlu khawatir, Nona. Kami juga sudah menghubungi dokter untuk menangani mereka," jawabnya.
"Mohon Nona kembali ke mansion utama. Mereka akan kami tangani setelah ini," ucapnya kemudian menggiring Lyla untuk keluar dari paviliun itu dan menutup pintunya saat Lyla ingin melihat lebih jauh lagi.
Pintu tertutup, Lyla terdiam kesal dengan perlakuan laki-laki itu.
"Apa yang terjadi? Apakah mungkin mereka terluka karena aku?" gumam Lyla.
Raymond yang mendengar jika anak buahnya diserang segera putar balik kembali ke mansion. Dia juga bertemu dengan Lyla di depan sana.
"Anda sedang apa di sini?" tanya Raymond bingung.
__ADS_1
"Aku tadi melihat mereka terluka, jadi aku ingin melihat mereka, tapi aku diusir," ucap Lyla mengadu.
"Silakan Anda kembali saja ke dalam. Anda tidak diperkenankan di sini." Raymond juga melakukan hal yang sama, menutup pintunya. Lagi-lagi Lyla tidak bisa bertanya tentang sebab mereka terluka.