Belenggu Hasrat Tuan Muda

Belenggu Hasrat Tuan Muda
141


__ADS_3

Saat Lyla tengah memikirkan tentang laki-laki itu, tiba-tiba saja angin bertiup dengan kencang, suara deru mesin terdengar dengan sangat jelas di telinga Lyla. Rambutnya tersibak akibat angin yang menerpa tubuhnya. Dengan menutupi serbuan angin yang menerpa wajah, Lyla melihat sebuah helikopter berwarna biru yang turun dengan perlahan dan menjejak ke tanah. Tanpa menunggu baling-baling berhenti berputar, seorang laki-laki turun dari helikopter dan berjalan dengan sangat anggun sekali. Lyla membayangkan jika Alex seperti tokoh komik yang pernah dia baca di dalam sebuah cerita.


"Aku sudah menunggumu sedari tadi. Kenapa kau tidak kembali?" tanya Alex mendekat pada Lyla. Angin yang menerpa tubuh gadis itu membuat Alex terkesima.


Andai ....


Alex menggelengkan kepalanya, jangan sampai dia memikirkan hal lain pada wanita yang ada di depannya ini.


"Eh, maaf. Aku terlalu suka di sini. Kau datang dengan heli?" ujar Lyla terkagum, dirinya belum pernah melihat helikopter sedekat ini. Sangat hebat menurutnya.


"Iya, kita akan kembali ke kota dengan menggunakan ini. Ayo!" ajak Alex.

__ADS_1


Mau tak mau Lyla menurut saja, mengikuti Alex yang kembali masuk ke dalam helikopter yang kemudian kembali mengudara, meninggalkan padang ilalang itu dan maid yang mengantarnya tadi.


"Jangan khawatirkan dia. Kita pergi sekarang," ucap Alex di akhir kalimatnya pada pilot yang menerbangkan helikopter tersebut.


Pandangan Lyla tertuju ke luar, padang ilalang itu sangat indah dilihat dari atas sini, hijau dan juga bergerak seiring hempasan angin yang berasal dari baling-baling helikopter yang berputar dengan sangat kuat. Ini adalah pengalaman pertamanya menaiki helikopter dan dia bisa melihat keindahan luar hingga sampai di kejauhan sana.


"Apa kau marah kita kembali secepat ini?" tanya Alex tiba-tiba membuat Lyla mengalihkan tatapannya. Sorot mata Lyla yang sendu membuat Alex bertanya seperti itul.


Alex sungguh tak suka dengan ucapan Lyla yang seperti itu. Seakan-akan dirinya adalah orang yang jahat yang mengekang Lyla di kehidupannya sekarang ini. Ya, meski sebenarnya itu adalah kebenarannya. Akan tetapi, Alex tidak duka dengan ucapan Lyla.


"Aku akan mengantarkanmu setelah ini pada kekasihmu, kau hanya perlu mengikuti apa kataku saja."

__ADS_1


Lyla sedang berpikir apa yang akan Alex lakukan kepadanya. Apa dia akan dijual sebelum diantarkan pada Morgan?


Helaan napas terdengar dari bawah hidung Lyla.


"Aku masih bingung, sebenarnya apa yang kau tahu tentangku. Kenapa kau melakukan ini padaku? Apakah aku punya salah? Kenapa kau membawaku pergi dari mansion Morgan?" tanya Lyla ingin tahu. Alex pernah mengatakan jika dia membawanya untuk tujuan lain, memancing seseorang untuk keluar dari persembunyiannya, tapi kenapa harus dirinya? Dan lagi, apa yang tadi dia lihat dan dia dengar di pohon besar itu, apa maksudnya dia harus bersama dengan Alex agar bertemu dengan orang tuanya?


Perjalanan yang mereka lakukan cukup lama. Rumah-rumah sudah mulai terlihat di bawah sana meninggalkan padang rumput dan hutan yang kemarin mereka singgahi.


Lyla menunggu penjelasan dari Alex, selama ini laki-laki itu hanya berkata dirinya sebagai pancingan saja. Namun, Alex tidak mengatakan hal selain itu dan hanya berkelit seakan dia tidak ingin ada sesuatu yang diketahui oleh Lyla.


"Karena kau adalah keponakanku!"

__ADS_1


__ADS_2