
“Tentu saja tidak cukup, Tuan. Di saat kau sedang sibuk siapa yang akan aku hubungi? Apa kau mau datang jika aku menghubungimu sementara kau sedang sibuk rapat atau apa pun?” ucap Lyla ketus.
“Kenapa tidak? Gerald bisa menggantikanku di sana,” ucap Morgan dengan santai. Lyla menggelengkan kepalanya dengan tak habis pikir dengan laki-laki ini. Aneh!
“Hah, mentang-mentang kau yang membelikannya untukku, jadi aku tidak boleh memiliki nomornya?” tanya Lyla.
“Hem!” jawab Morgan seraya menganggukkan kepalanya.
Lyla mendes4h pelan. “Baiklah. Kau menang. Kau yang memiliki perananan di sini, aku bisa apa?” ucap Lyla. Morgan tersenyum senang karena Lyla akhirnya menurut juga.
Oke, tak apa. Karena aku sudah hafap dengan nomor Tuan Gerald, batin Lyla sambil tersenyum menang.
“Coba lah kameranya,” titah Morgan.
Lyla bukan orang yang ketinggalan zaman dan tidak tahu dengan tekhnologi, dia bisa membuka kamera ponsel tersebut dan seketika terpampanglah wajahnya di sana. Sangat jernih sekali sehingga membuatnya tampak cantik.
“Bagus,” ucap Lyla, kemudian menyimpan ponsel itu kembali di meja.
“Kau tidak berselfie?” tanya Morgan.
“Untuk apa?”
“Tentu saja untuk mengabadikan wajahmu di sana.”
“Tidak perlu. Aku sudah bosan melihat wajahku di cermin. setiap hari aku bisa melihat wajahku dengan jelas, Tuan,” ucap Lyla kemudian mengambil buku yang tadi sempat dia simpan saat melihat ponsel yang Morgan berikan. Morgan berdecak kesal, dia mengambil ponsel tersebut dan membuka kamera. Dia mendekat pada Lyla sehingga tubuh mereka saling menempel dan menyuruh Lyla untuk melihat ke kamera tersebut.
“Katakan cheese!” ucap Morgan. Akan tetapi, Lyla tidak siap dengan dirinya saat Morgan menekan tombol untuk menangkap gambar.
“Astaga! Jelek sekali wajahmu,” ucap Morgan geli.
“Mana?” Lyla menarik tangan Morgan dan melihat gambar dirinya.
“Astaga! Kau mendadak mengambil gambarku saat aku belum siap. Ulangi lagi!” ucap Lyla meminta.
__ADS_1
“Oke, akan aku hapus.” Morgan menggerakkan jemarinya di sana dan kemudian kembali mengulang mengambil gambarnya bersama dengan Lyla.
“Ini lebih baik,” ucap Lyla saat melihat gambaran dirinya yang lebih baik dari yang tadi.
Lyla meminta Morgan untuk menyimpan ponselnya dan mengajarinya kembali hingga akhirnya mereka selesai di jam sembilan malam dan Morgan menyuruh Lyla untuk beristirahat.
“Segera tidur setelah ini. Jangan bermain ponsel,” ucap Morgan saat Lyla membereskan buku-bukunya.
“Ya.” Lyla memeluk buku-bukunya dengan erat di depan dada. “Selamat malam, Tuan Muda,” ucap Lyla.
“Ya, selamat malam.”
Lyla pergi ke kamarnya di lantai atas sementara Morgan pergi ke kamarnya di lantai bawah.
Morgan berbaring di kamarnya dan mengecek ponselnya, dia tertawa kecil melihat gambar Lyla yang setengak melek, bak orang yang tengah mengantuk. Dia memang menghapus gambar tadi dari ponsel Lyla, tapi sebelumnya dia sudah mengirimkannya terlebih dahulu pada nomornya.
“Haha, kau memang jelek!” ucap Morgan dengan geli.
***
“Jangan bilang kau akan mengantarnya lagi,” ucap Gerald saat melihat Morgan yang sudah sangat rapi dan senyuman melekat di bibirnya.
“Ya, memang aku akan mengantarnya,” jawab Morgan sambil membenarkan dasinya.
Gerald menghela napasnya dengan pelan dan menatap malas sepupunya ini. “Apa mainan baru sangat menarik sampai-sampai kau seakan lupa dengan segalanya?” ucap Gerald ingin mengetes.
“Lyla bukan mainan!” ucap Morgan dengan kesal.
Gerald tersenyum kecil, Morgan menyebut nama Lyla, di mana dia biasanya hanya menyebut nama Renee saja.
“Oh, ku kira kau menganggap dia seperti wanita yang lainnya. Bukankan biasanya juga seperti itu?” tanya Gerald.
“Dia berbeda dari yang sebelumnya,” ucap Morgan datar, kemudian pergi untuk menunggu Lyla di luar. Gerald tersenyum kecil melihat Morgan yang kini lebih baik pasca kedatangan Lyla ke rumah ini.
__ADS_1
"Apa Tuan Morgan sudah berangkat?" tanya Lyla tiba-tiba ada di samping Gerald dan terengah-engah. Dia mendapatkan panggilan dari Morgan sehingga barusan turun dengan langkah yang sangat cepat.
"Dia baru saja keluar. Kau tidak sarapan dulu?"
"Tidak ada waktu. Tuan Morgan akan meninggalkanku jika aku terlambat," ucap Lyla, kemudian pergi berlari menyusul Morgan ke luar.
"Kau kejam sekali!" seru Lyla saat telah bertemu dengan Morgan. Dia menatap kesal pada laki-laki itu.
"Aku tidak kejam, aku hanya ingin kau lebih memperhatikan waktu saja. Waktu sangat berharga dan kau tidak akan bisa mendapatkan waktu yang telah terbuang. Maka dari itu, seharusnya kau tidur dan tidak bermain dengan ponselmu," ucap Morgan menatap Lyla dingin.
"Aku tidak bermain ponsel. Aku langsung tidur setelah naik ke lantai atas."
"Oh, bagus. Tapi kenapa kau terlambat?" tanya Morgan.
Lyla tertawa kecil dan menutupi wajahnya. "Aku sakit perut. Panggilan alam," ucapnya sambil mengusap perut ratanya.
"Ya sudah, masuklah." Morgan memberikan perintah. Lyla hendak masuk, tapi dia kembali mendekat pada Morgan.
"Ada apa?"tanya Morgan.
"Aku ada masalah sedikit. Dan aku bingung juga takut, bisakah kau membantuku?" tanya Lyla lagi dengan penuh harap. Morgan hanya diam, tapi Lyla mendekat ke arahnya dan memperlihatkan apa yang ada di hpnya.
"Semalam aku iseng ... dan aku tidak tahu kalau ini terunduh. Tolong kau lihat lagi ponselnya. Apakah ini keadaan yang gawat?" tanya Lyla kemudian menunjukkan aplikasi yang tertera.
"Mana, tunjukkan padaku!" ucap Morgan. Lyla menunjuk pada aplikasi yang ada di layar tersebut. Morgan mendekat dan melihatnya. Dia melingkarkan tangannya pada leher Lyla sehingga jarak mereka sangat dekat sekali.
"Ini hanya aplikasi biasa. Tidak akan membuat ponselmu rusak. Kau hanya harus seperti ini untuk menangani ini semua."
Nah, visual dah keluar, meski kurang cocok sih nama barat ari gambar dari dracin 🙄🤣. Oke, abaikan dari mana Mereke.
next kalau ada yang tau buat visual cool dingin, lebih dingin dari Morgan bisa spill ya.🙏🙏
__ADS_1
boleh chat ya buat satu lagi dengan cerita kang se e o beku, nanti dicari. maaf othor mah da kudet. nggak tau nama artis² 🙈