
Gerald sudah selesai berbicara dengan Selvi, dia hendak pergi kembali ke kamar Lyla, tapi sekretaris menghubunginya dan membuat dia batal untuk pergi ke sana.
"Tolong berikan ini untuk Morgan."
"Tidak jadi bertemu dengannya lagi?" tanya Selvi seraya menerima tas karton berisi pakaian Morgan.
"Ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Aku pergi dulu." Gerald keluar dari ruangan Selvi.
"Eh, apakah ini coklat untuk Morgan juga?" gumam Selvi pelan, saat melihat benda tersebut ada di sana, lalu dia mengangkat bahunya tidak peduli dan kembali menyimpan coklat itu ke dalam tas.
Gerald berjalan untuk keluar dari dari rumah sakit. Akan tetapi, saat dia baru saja keluar dari ruangan Selvi namanya dipanggil oleh Morgan yang kebetulan juga akan menemui tantenya.
“Kau ada di sini?” tanya Morgan bingung.
“Ya aku ada di sini.”
Morgan menatap sepupunya itu dengan curiga karena keluar dari ruangan itu.
“Oh, aku menitipkan pakaian di dalam. Setelah kau berganti pakaian pulanglah untuk beristirahat kau pasti lelah,” ucap Gerald sambil menepuk pundak sepupunya. “Aku akan kembali ke kantor.”
Gerald kemudian pergi dari sana.
Morgan yang mendengar ucapan dari sepupunya itu merasa bingung. “Apa maksud dia aku lelah?” Dia ingin bertanya, tapi Gerald sudah berjalan menjauh darinya. Dia kemudian masuk ke dalam ruangan Selvi.
...***...
Dalam perjalanannya untuk kembali ke kantor Gerald hanya bisa menggelengkan kepala. “Kenapa staminanya bisa kuat seperti itu? Bahkan dia tidak terlihat lelah sama sekali,” ucap laki-laki itu sambil terus melangkah menuju ke arah parkiran mobilnya.
...***...
Morgan kini masuk ke dalam ruangan tantenya. Tampak wanita itu tengah memeriksa kertas yang ada di tangan.
“Eh kau. Ada apa? Barusan Gerald datang dan membawakan baju untukmu.” Selvi tersenyum ketika melihat keponakannya datang.
__ADS_1
“Iya aku tahu. Aku bertemu dengannya barusan. Kenapa dia tidak ke ruanganku?” tanya Morgan kemudian duduk di hadapan Selvi.
“Dia tidak ke sana? Tapi tadi dia bilang—”
“Apa dia menitipkan baju untukku?” Morgan memotong ucapan Selvi yang terlihat kebingungan.
“Ini.” Selvi mengambil tas yang tadi dititipkan oleh Gerald dan diserahkan kepada Morgan.
“Benda apa ini?” tanya Morgan mengeluarkan coklat yang diperuntukkan untuk Lyla.
“Kau bisa membacanya jangan pura-pura tidak tahu.”
“Aku tahu ini coklat, tapi kenapa dia memberikannya untukku?” tanya Morgan sambil memperlihatkan coklat yang ada di tangannya. Selvi lagi lagi mengangkat bahunya.
“Mungkin itu untuk orang lain,” ucap Selvi.
“Siapa?” tanya Morgan.
“Mana ku tahu. Kenapa kau tidak tanyakan saja kepada Gerald.”
“Mungkin itu untuk Lyla,” tebak Selvi dengan yakin. Mendengar itu membuat Morgan menjadi sedikit kesal. Untuk apa laki-laki itu membawakan Lyla coklat? Dia membuka bungkusan tersebut dan langsung saja memakannya.
“Hei, kau tidak tanyakan dulu itu untuk siapa,” ucap selfie dengan nada protes.
“Ini ada di dalam tasku bersama dengan bajuku, jadi mungkin ini untukku.” Morgan menjawab dengan tidak peduli kemudian menggigit lagi batangan coklat tersebut.
“Bagaimana jika itu untuk Lyla?”
“Kenapa dia memberikan ini untuknya? Apa dia ingin gadis itu sakit gigi? Giginya bisa berlubang jika terlalu banyak makan coklat. Aku akan kembali ke ruanganku … maksudku ruangan Lyla.” Morgan kini berdiri dari duduknya dan dia hendak pergi, tapi langkahnya terhenti dan dia membalikkan tubuhnya.
“Oh ya, tolong uruskan kepulangan Lyla sore ini. Dia sudah ingin pulang,” ucap Morgan memberi perintah kepada tantenya.
“Aku harus bertanya dulu kepada dokternya, aku tidak bisa membiarkan dia pulang jika dokternya belum mengizinkan.”
__ADS_1
“Karena dia sudah sembuh. Dia yang mengatakan ingin pulang, bukan aku yang menyuruhnya.” Tanpa ingin dibantah lagi akhirnya Morgan keluar dari ruangan tersebut.
Selvi segera menghubungi dokter yang menangani Lyla dan mengatakan apa yang Morgan sampaikan barusan.
...***...
Morgan dalam perjalanan untuk kembali ke ruangan Lyla, tepatnya karena dia ingin segera kembali ke kantor, tentunya setelah mengantarkan dia untuk sampai ke rumah.
Morgan berhenti di depan tong sampah, dia menatap coklat tersebut dengan tatapan penuh ejekan.
“Kenapa dia ingin membuatnya sakit gigi? Makan coklat tidak baik untuk kesehatan!” ucapnya lalu membuang benda tersebut ke dalam tong sampah. Sisa coklat di sudut bibirnya dia usap dengan ujung lengan baju.
Morgan masuk ke ruangan Lyla, segera dia mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi. Tidak sampai sepuluh menit dia keluar dari sana sudah rapi dengan pakaiannya yang baru.
Melihat Lyla yang masih berbaring malas membuat Morgan berkata, "Apa kau akan berbaring seperti itu terus? Cepat kemasi barangmu, kita akan pulang sore ini.”
Mendengar itu Lyla segera bangkit dari tidurnya
“Kita akan pulang?” tanya Lyla dengan cepat.
“Kalau kau masih betah di sini juga tidak apa-apa.”
“Eh, aku ingin pulang saja. Tidak mau di sini!”
“Kalau begitu kemasi barang-barangmu. Aku ada urusan sebentar di luar,” ucap laki-laki itu kemudian pergi dari hadapan Lyla tanpa pamit.
Wanita itu segera turun dari ranjangnya dan mengganti pakaiannya di kamar mandi. Meski sekarang dia berada di kamar sendirian, tapi bisa saja kan laki-laki itu kembali sewaktu-waktu. Jangan sembarangan mengganti pakaian.
Lyla merasa senang karena dia akan pulang. Jangan sampai dia terlihat lemah dan akhirnya akan menginap di rumah sakit ini lebih lama.
"Aku akan pulang!" seru Lyla senang.
***
__ADS_1
mampir dulu sini yuk!