Belenggu Hasrat Tuan Muda

Belenggu Hasrat Tuan Muda
130


__ADS_3

Sepuluh menit Lyla duduk di sana meratapi nasibnya. Kenapa harus kembali lagi berada di tangan orang asing yang dia sendiri sama sekali tidak tahu siapa orang itu. Apakah dia jahat? Apakah dia orang baik? Atau ....


Berbagai pikiran datang menghampiri kepalanya, Lyla tetap saja tidak mengerti. Apa kesalahan yang dibuat oleh keluarganya sehingga dia juga terkena imbasnya?


"Ayah, Ibu. Apakah kalian masih hidup? Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku harus seperti ini?" ratap Lyla seraya mengusap air mata di wajahnya. Sadar jika dia tidak boleh terpuruk seperti ini, Lyla bangkit dari duduknya.


Aku tidak boleh lemah. Bukankah aku sudah sampai di negara ini karena aku kuat? gumamnya di dalam hati. Lyla menarik napasnya dan mengembuskannya dengan perlahan. Meski rasa di dalam dirinya ada ketakutan, tapi dia percaya jika seseorang akan datang untuk menyelamatkannya.


Morgan.


Entah kenapa dia menyebutkan nama itu di dalam hatinya. Dia mengharapkan pria itu yang datang untuk menyelamatkannya, padahal dia tahu jika Morgan masih belum pulih keadaan pikirannya.


Lyla keluar dari kamar mandi, dia kembali duduk dengan tenang di tepian tempat tidur, menatap ke arah luar, di mana bukan dinding, tapi kaca yang sangat besar sehingga dia bisa bebas melihat keadaan di luaran sana. Bulan bersinar dengan lembut, tampak daun-daun melambai-lambai seperti menyapa.


Pintu terbuka, Lyla terkejut karena seseorang yang masuk ke dalam sana. Tangannya sigap masuk ke dalam saku kardigan. Akan tetapi, dia terdiam saat melihat wanita yang tadi mengantarkan makanan yang masuk ke dalam sana.


"Nona, Tuan Alex memintamu untuk turun ke lantai bawah," ucap wanita itu seraya menunduk hormat.

__ADS_1


"Untuk apa?" tanya Lyla.


"Hanya ingin menyapamu," jawab wanita itu. Lyla hanya diam, wanita itu masih menunduk dan menunggu Lyla tanpa ada niatan untuk menegakkan tubuhnya.


"Aku tidak mau," jawab Lyla.


"Tapi, kehendak Tuan Alex tidak bisa diganggu gugat. Anda harus turun ke lantai bawah untuk menemuinya."


"Jika aku tetap tidak mau?" tanya Lyla dingin.


Laki-laki yang baru saja masuk terlihat tampan, tapi wajahnya tampak dingin menatap Lyla dari tempatnya. Dia melirik makanan yang masih utuh di atas nakas.


"Kau takut makanan itu beracun?" tanyanya, seingatnya sudah cukup lama asisten memberikan makanan tersebut padanya. Lyla hanya terdiam dan me


"Siapa kalian? Apa yang kalian mau dariku?" tanya Lyla tanpa takut sama sekali, dia sudah mengantongi sesuatu andai laki-laki ini akan berbuat jahat kepadanya.


"Sebaiknya kau cepat turun dan tanyakan pada Tuan Alex. Dia yang akan menjawab apa yang kau ingin tahu," ujar laki-laki itu dengan nada yang dingin. Lyla hanya terpaku mendengar perintah dari laki-laki itu.

__ADS_1


Dia mengambil pakaian yang tadi dibawakan oleh pelayan dan melemparkannya pada Lyla, tepat mengenai tubuhnya. Refleks dia menangkap pakaian tersebut.


Laki-laki itu pergi tanpa berbicara lagi.


Lyla tentu saja tidak mau memakai pakaian itu, memang indah, tapi untuk saat ini dia tidak tergiur untuk hanya mencobanya saja.


Suara pintu terdengar diketuk beberapa kali, kemudian terdengar suara seorang pelayan yang tadi berseru dari luar menunggu Lyla keluar dari kamar tersebut.


Mau tak mau, Lyla ke luar dari kamar itu. Dia berpikir jika ini akan lebih baik daripada dia yang datang ke kamarnya.


"Silakan ikut dengan kami, Nona," ucap wanita itu mempersilakan Lyla untuk berjalan di depannya. Lyla segera berjalan turun ke lantai bawah. Akan tetapi, di ruangan bawah, dia hanya berdiri bak patung karena melihat suasana di sana yang tampak semakin mewah saja.


Beberapa lamanya Lyla menunggu, tapi dia tidak melihat seseorang yang masuk ke ruangan itu, dia hanya duduk di depan meja makan dan disuguhi beberapa makanan yang tampak sangat mewah dan juga lezat.


...****************...


Maaf, part-nya pendek. Othor mau dengerin ceramah dulu, mau jadi wanita solehah. Besok part-nya panjang lagi deh 🤭🙏

__ADS_1


__ADS_2