
Tidak banyak yang dilakukan Lyla di mansion tersebut, dia hanya berdiam diri untuk beberapa saat lamanya karena asisten Gerald mengatakan jika keadaan di luar sana tidak kondusif. Lyla diperintahkan untuk hanya diam saja di rumah.
"Sebenarnya apa yang terjadi di luar sana? Apakah aku tidak diperbolehkan lagi untuk mencari keluargaku?" tanya Lyla kepada pria itu.
"Maafkan kami, sebelum perintah dari Tuan Gerald, turun kami tidak bisa membiarkan Anda untuk pergi dari sini. Apakah ada sesuatu yang Anda perlukan lagi, Nona?" tanya laki-laki tersebut. Lyla menggelengkan kepalanya, semua yang dia dapat di sini sudah cukup untuknya.
"Tidak. Terima kasih, ini sudah cukup untukku," ucap Lyla, laki-laki tersebut pergi meninggalkan Lyla yang duduk di meja makan besar seorang diri. Sepi, tentu saja karena di dalam sini hanya dia yang menjadi tamu, sedangkan peranan orang lain adalah maid yang jelas berbeda dengan saat di rumah Morgan.
***
Gerald membuka berkas dan melihat catatan mengenai keluarga Gregory. Dia menyesal karena membuat Lyla pergi. Sekarang untuk membawa wanita itu akan sedikit susah mengingat jika salah seorang dari mereka tengah mengincar Lyla. Gerald juga harus mengurusi semua yang ada di sini karena dia tidak bisa meninggalkan Morgan sendirian.
Pintu ruangan terbuka, Selvi datang dan menyimpan tasnya di kursi yang ada di dekatnya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaannya? Kau sudah bisa membawa Lyla pulang?" tanya Selvi menatap Gerald penuh harap.
Gerald mengalihkan tatapannya dari berkas yang ada di tangannya.
"Aku belum bisa membawanya pulang, tapi dia sudah aman berada di bawah pengawasan anak buahku," ucap Gerald. Selvi menghela napasnya dengan berat. Dia sangat khawatir dengan keadaan Lyla, tapi mereka tidak bisa berkutik di tempat lain yang bukan kawasan mereka.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya selvi lagi. Lagi-lagi helaan napas berat yang dia dapatkan dari keponakannya itu.
"Aku sedang memikirkan cara agar Lyla bisa keluar dari sana dengan selamat. Cepat atau lambat mereka bisa saja menemukan Lyla."
"Aku tahu. Aku sedang mengusahakannya. Tapi kau tahu kan bagaimana keadaan di sini. Orang-orang itu sudah mencurigai keberadaan anak buahku di sana, dan aku hanya bisa mengatur siasat dari sini," gumam Gerald.
"Haruskan kita beritahu Morgan?" tanya Gerald meminta persetujuan.
__ADS_1
"Sepertinya belum perlu. Kau tahu kan Morgan seperti apa?"
Gerald mengangguk tanda mengerti.
"Hubungi anak buahmu untuk memperketat penjagaan. Jangan sampai orang-orang itu menemukan Lyla meski hanya jejak kakinya saja," ucap Selvi. Gerald menganggukkan kepala.
"Aku akan ambil alih pekerjaan Morgan dari rumah sakit, kau bisa mengirimiku file tentang proyek biru?" pinta Selvi.
"Ya, oke."
Selvi akhirnya pamit dari sana. Dia cukup lega mendengar kabar dari Gerald, tapi juga tetap khawatir dengan keadaan Lyla meski Gerald mengatakan jika Lyla baik-baik saja.
Gerald segera menghubungi anak buahnya untuk membawa Lyla pindah ke lokasi lain. Dia pasti akan membawa Lyla pergi dari sana, ke tempat yang lebih aman sehingga dia bisa membawanya pulang kemari.
__ADS_1
Gerald memutuskan untuk pergi. Bukan hanya kantor saja pekerjaannya, tapi juga dia harus menyibukkan diri dengan proyek yang diberi nama 'Blue Sky' oleh Morgan waktu itu. Proyek yang akan membawa mereka ke tahap yang lebih baik lagi.