
Gerald telah kembali ke rumah dari menyelesaikan urusannya. Dia merasa lelah hari ini dan ingin segera berbaring di dalam kamarnya. Beruntung tadi ada Lyla yang bisa menggantikannya untuk memberikan makanan kepada Morgan.
Melihat jam besar yang ada di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Dia akan mengucapkan terima kasih kasih kepada Lyla besok pagi saja. Jika tadi wanita itu tidak membantunya, dia pasti akan terlambat datang dan urusannya akan kacau.
"Tuan!" panggil seorang asisten saat Gerald menuju ke arah kamarnya. Belum sempat dia bertanya, asisten tersebut berkata, "Nona Lyla telah meninggalkan rumah ini."
Mendengar laporan dari asistennya tersebut Gerald menjadi terkejut.
"Apa maksudmu? Dia pergi?"
Asisten itu menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Iya. Tadi saya sempat melihat Nona keluar dari kamar tuan muda, dia langsung pergi dengan membawa tas sambil menangis," ucap wanita itu dengan khawatir dan terlihat takut sehingga menundukkan kepalanya menghindari tatapan marah dari asisten majikannya tersebut.
Tanpa banyak bicara Gerald segera berlari ke arah kamar Morgan dan membuka pintu itu tanpa mengetuknya.
"Apa yang kau lakukan kepadanya?" tanya Gerald dengan cepat membuat Morgan mengalihkan tatapannya dari langit-langit kamarnya.
"Apa yang aku lakukan? Apa yang kau bicarakan?" tanya Morgan balik kepada laki-laki itu. Entah kenapa dari nada suara Gerald seakan dia tengah menuduhnya melakukan sesuatu yang tidak baik. Dia bangkit dari berbaringnya dan duduk dengan santai menatap sang sepupu.
"Dia pergi dari rumah ini. Apa yang telah kau lakukan?" tanya Gerald sekali lagi.
Morgan langsung paham dengan siapa yang dia maksud.
"Aku hanya berbicara untuk dia segera pergi dari sini," jawab Morgan dengan santai.
"Kau mengusirnya? Kenapa?" Gerald tiba-tiba saja merasa marah dengan perlakuan yang diberikan oleh Morgan kepada Lyla. Laki-laki itu hanya mengangkat kedua bahunya dengan tidak peduli.
__ADS_1
"Aku hanya bilang untuk tidak menggoda orang lain yang ada di rumahku," ucap Morgan dan mengalihkan tatapannya ke arah lain. Gerald merasa bingung dengan apa yang Morgan katakan barusan.
"Dia wanita yang tidak baik untukmu. Lebih baik kau cari wanita lain yang sepadan, dan pastinya yang masih utuh. Tidak aku sangka kau bisa luluh dengan mudah terhadap wanita itu," ucap laki-laki itu lalu berdiri dari duduknya.
Gerald mengerti sekarang. Sepertinya Morgan tadi melihat saat dia sedang berada di ruang makan bersama Lyla. Dia hanya menggelengkan kepalanya dan menatap Morgan tidak percaya.
"Kau yang membuat dia seperti itu. Dia bukan orang seperti kebanyakan wanita lain yang kau bayangkan. Aku pastikan jika kau akan menyesal karena dia telah pergi dari rumah ini!" ucap Gerald dengan nada yang marah.
Morgan tertawa jahat, mendengar ucapan yang dilontarkan oleh sepupunya ini. Betapa gadis itu telah membuatnya berubah dengan drastis. Mana Gerald yang dulu sangat menghormatinya,? Yang dulu sangat menurut terhadapnya? Dia kini tak ubahnya seperti laki-laki pembangkang.
"Apa dia sudah mencuci otakmu? Lupakan saja. Lagi pula dia juga sudah pergi," ucap Morgan dengan santai lalu pergi untuk menuju ke kamar mandi. Akan tetapi, sebelum dia berhasil mencapai kamar mandi, Gerald sudah menarik belakang bajunya dan memutarkan tubuhnya. Satu tinjuan cukup keras mendarat di pipi Morgan.
Morgan terjengkang ke belakang dan berpegangan pada dinding agar dia tidak terjatuh. Terkejut dia mendapatkan perlakuan seperti itu dari Gerald. Pipinya merah, sakit karena tinjuan laki-laki dengan tubuh yang lebih besar darinya.
Nafas Gerald terengah-engah, dia sendiri tidak menyangka dengan apa yang dia lakukan barusan. Akan tetapi, mendengar Morgan mengatakan itu dia tidak bisa menerimanya. Lyla wanita yang baik. Dia tidak melakukan apa-apa yang buruk, justru mereka lah yang melakukan hal yang tidak baik pada wanita itu.
"Asal kau tahu saja, dia bukan wanita yang seperti itu. Kau salah jika menganggap dia sama dengan yang lainnya. Apa tadi kau melihatku bersama dengannya di ruang makan? Kau tidak tahu apa yang terjadi dan kau bisa menyimpulkan sesuatu yang lain!" Dia menatap geram pada sosok Morgan yang berwajah datar, seakan tidak merasa bersalah sama sekali.
"Dasar bodoh. Berhentilah egois! Kau tidak tahu apa yang terjadi dan kau sudah memikirkan hal yang buruk. Bahkan kau sendiri tidak lebih buruk dari dia yang sudah mencuci otakku!" teriak Gerald lalu pergi meninggalkan Morgan di ruangan itu.
Morgan berdecak dengan kesal mendengar teriakan kemarahan dari Gerald. Baru kali ini laki-laki itu membentaknya. Dia menjadi merasa kesal dengan Lyla.
"Aku benar telah mengusir dia. Dia pengaruh buruk yang ada di rumah ini. Sial!" ucapnya kesal, menyusut darah yang masih keluar dari sudut bibirnya. Dia lalu benar-benar pergi ke dalam kamar mandi.
Gerald berlari dengan cepat keluar dari rumah itu dan menghampiri mobilnya yang terparkir di garasi mobil bersama dengan mobil-mobil mewah yang lainnya. Dengan segera dia mengendarai mobilnya ke arah luar. Entah Lyla sudah pergi berapa lama dari rumah itu, tapi setidaknya dia akan mencoba, siapa tahu Lyla belum terlalu jauh dari sana.
__ADS_1
"Dasar sialan! Kenapa kau selalu memiliki pemikiran yang buruk," ucap Gerald sambil memukul kemudinya dengan cukup kuat. Dia tidak habis pikir dengan Morgan, laki-laki itu tidak pernah mendengarkan dan selalu menaruh curiga saja, selalu berpikiran negatif kepada setiap orang, dan ... apa itu tadi? Dia mengira jika dirinya ada hubungan dengan Lyla? Lyla memang menarik, dia tidak terlalu buruk meski bukan dari kalangan yang sama seperti dirinya. Akan tetapi, perasaan yang dia miliki sekarang ini terhadap Lyla bukan seperti yang Morgan pikirkan.
"Kau di mana Lyla?" tanya Gerald kepada dirinya sendiri. Dia melajukan mobilnya dengan pelan sambil mengedarkan pandangan ke kanan dan ke kiri. Semoga saja dia bisa menemukan Lyla sekarang ini.
Gerald teringat dengan apa yang dikatakan Lyla tadi. Wanita itu memilih akan pergi ke luar kota jika dia keluar dari rumah ini. Terbayang dalam pikiran Gerald, Lyla mungkin sekarang sedang kebingungan di jalanan.
Bagaimana jika dia kedinginan?
Bagaimana jika dia kelelahan?
Bagaimana jika tangannya sakit lagi?
Dan bagaimana jika ....
Tiba-tiba saja pemikiran buruk menghampiri kepala Gerald.
"Sial!" decaknya dengan kesal.
Mobil dia bawa melaju dengan kecepatan tinggi, entah apakah jalanan ini sama dengan arah tujuan Lyla. Gerald hanya berdoa, semoga saja di bisa menemukan Lyla secepatnya.
...****************...
...Jangan lupa klik jempolnya ya 😉....
...Biarin ah, Othor 'ngemis' minta jempolnya....
__ADS_1
...Sad amat nih Morgan-Lyla sepi like komen ðŸ˜. Musti gimana biar banyak yang kasih jempol dan komen, ya? 🥺...