
Sebenarnya Gerald tidak ingin melakukan hal itu, tapi dia terpaksa. Dia tidak ingin jika Morgan melakukan sesuatu yang buruk pada wanita itu.
"Kau membuat aku kecewa, Renee," gumam Gerald pelan seraya menatap kepergian Renee yang mulai menjauh dari tempat itu.
Langkah kaki Renee kasar meninggalkan gedung perkantoran megah tersebut. Dia sangat marah sekali dengan perlakuan Gerald tadi. Dia tidak menyangka jika Gerald ternyata akan mengusirnya dari sana.
"Maaf aku harus mengusirmu." Gerald kemudian pergi menuju mobilnya dan menunggu. Dia yakin jika Renee akan menemui Morgan dengan segala usahanya.
***
Lyla menunggu di luar gerbang, tapi sudah dua puluh menit tidak nampak juga batang hidung Morgan di sana untuk menjemputnya. Kali ini, dia menunggu dengan sedikit bosan dan kesal karena tidak ada Markian. Entah kemana laki-laki itu, sehingga setelah keluar dari kelas dia meminta maaf dan terburu-buru pergi.
"Belum ada yang menjemputmu?" tanya Jeff mengagetkan Lyla saat dia akan menghubungi Morgan.
"Belum," jawab Lyla menoleh sekilas kemudian kembali menatap layar ponselnya yang sepi.
"Mau aku antar pulang?" tanya Jeff lagi. Mobilnya masih ada di dalam, dia keluar karena melihat Lyla yang sedari tadi menatap jalanan seorang diri.
"Eh, tidak usah. Aku akan menunggu kakakku saja," tolak Lyla.
"Kakak? Kau yakin Tuan Castanov kakakmu? Kenapa aku baru mendengar jika dia punya adik perempuan. Adiknya laki-laki, dan sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Dan itu pun hanya adik angkat saja," ucap Jeff.
Tubuh Lyla menegang mendengar ucapan Jeff. Apa laki-laki ini tahu akan Morgan?
"Aku adik sepupunya," ucap Lyla dengan nada suara yang bergetar. Dadanya berdebar dengan sangat kencang. Apa yang akan Jeff lakukan jika tahu dia bukan adik Morgan.
"Sepupu? Siapa nama ibumu?" tanya Jeff penasaran. Dia tahu semua nama keluarga besar Castanov.
Lyla jelas tidak bisa menjawabnya, dia tidak tahu sama sekali dengan nama-nama yang ada di keluarga Morgan, yang dia tahu hanya Selvi dan Gerald saja, juga dengan seorang dokter yang dulu bertemu dengan dia. Akan tetapi, Lyla juga tidak tahu siapa nama laki-laki itu.
"Kau tidak bisa menjawabnya?" tanya Jeff dengan tidak sabar.
Lyla merasa terpojok sekarang ini, dia harus jawab apa? Menjawabnya bagaimana?
__ADS_1
"Apa pedulimu tahu aku adiknya atau bukan?" tanya Lyla dengan berani dengan menatap Jeff. Dadanya berdebar karena takut, tapi apa salahnya jika dia juga bersikap ketus pada orang lain, kan?
"Aku hanya ingin tahu saja, siapa nama orang tuamu? Aku hanya tidak pernah melihatmu di antara mereka," ucap Jeff tetap dingin.
"Aku tidak perlu ada di tengah mereka untuk terlihat oleh orang lain. Kau tahu sebuah istilah, 'semakin kau banyak tahu, maka semakin pendek umurmu'. Aku pikir kau paham dengan istilah itu, kan?" ucap Lyla.
Jeff tertawa kecil mendengar Lyla. Apakah dia sedang diancam sekarang ini?
"Kenapa kau tertawa?" tanya Lyla kesal. Jeff tertawa dengan cukup keras dan lebar sehingga membuat giginya yang rapi terlihat dengan sangat jelas sekali.
"Tidak ada. Aku hanya tertawa saja kau bisa berbicara seperti itu padaku. Apa kau sedang mengancamku, Nona kecil?" tanya Jeff sekali lagi.
"Aku tidak sedang mengancammu, aku hanya sedang berbicara apa adanya. Seperti apa yang kakakku sering katakan, orang yang ingin tahu dengan urusan orang lain adalah orang yang mendekati kematiannya," ucap Lyla mencoba untuk tidak peduli.
Jeff menghentikan tawanya dan menatap Lyla dengan tajam, membuat Lyla kini merasa takut akan tatapan itu.
"Oke, aku tidak akan bertanya lagi padamu, tapi aku akan mencari tahu sendiri kebenarannya," ucap Jeff. Lyla kini menjadi khawatir dengan ucapan itu. Bagaimana jika Jeff benar-benar mencari tahu tentang dirinya?
Gerald turun dan berjalan dengan santai ke arah dua orang itu berada. Dia mengerutkan keningnya melihat Jeff ada di sana.
"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Gerald dingin. Lyla bingung karena tidak melihat Morgan yang menjemputnya.
"Tuan--. Gerald, kau menjemputku? Mana kakak?" tanya Lyla. Gerald terkejut dan heran mendengar Lyla menyebutkan kakak.
"Apa Morgan sangat sibuk sampai-sampai dia tidak menjemputku?" tanya Lyla lagi, setelah mendengar ucapan Lyla barusan, baru lah Gerald mengerti.
"Kakakmu sedang sangat sibuk sekali. Ada pertemuan yang tidak bisa dia lewatkan kali ini."
"Oh, sayang sekali. Padahal ini adalah hari keduaku belajar," ucap Lyla dengan merengut manja.
"Apa kau mau terus di sini atau kau akan pulang denganku?" tanya Gerald.
"Tentu saja aku akan pulang. Untuk apa aku berada di sini lama-lama?" tanya Lyla kemudian berjalan untuk membuka pintu mobil.
__ADS_1
"Tuan Jeff, sudah ada yang menjemputku. Terima kasih atas tawaranmu tadi, Tuan," ucap Lyla dengan melemparkan senyuman pada laki-laki itu. Jeff hanya diam dan menatap malas pada Gerald yang juga menatapnya dengan tajam.
"Aku pulang dulu." Lyla kemudian masuk ke dalam mobil dan segera menutupnya.
"Fuuuhhh! Astaga. Aku sangat kaget sekali," ucap Lyla sambil mengembuskan napasnya dengan lega, memegangi dadanya yang berdebar dengan sangat kencang karena ulah Jeff tadi. "Semoga saja besok dia tidak menuntutku untuk berbicara lagi," doanya.
Sementara itu di luar mobil, Gerald dan Jeff masih berada di sana saling tatap. Entah apa yang mereka lakukan membuat Lyla tidak mengerti karena Lyla tidak melihat mereka berbicara apa pun.
Kesal Lyla menunggu, dia menekan klakson dengan nyaring membuat dua laki-laki itu mengalihkan tatapannya pada Lyla.
"Hei, apa kau akan berada di sana terus? Aku sudah sangat lapar dan ingin segera rebahan!" ucap Lyla dengan ketus.
"Jangan coba-coba dekati dia, Jeff!" ucap Gerald pada pemuda tersebut.
Jeff mendecih sebal.
"Kenapa? Kau takut jika aku mencelakainya?" tanya Jeff dingin.
"Kau tidak akan berani dan tidak akan bisa menyentuhnya," ucap Gerald, kemudian pergi dari sana dengan tanpa menoleh lagi.
Gerald kini sudah ada di dalam mobil, dia menyalakan mobil tersebut sehingga terdengar suara mobil itu yang sangat halus sekali. Mobil berjalan dengan kecepatan yang sedang.
"Tuan, aku lihat kau tadi berbicara dengan dia. Apa kau mengenalnya?" tanya Lyla ingin tahu.
"Tidak," ucap Gerald tanpa menolehkan kepalanya. "Aku hanya berterima kasih karena dia mau menemanimu di sana," ucap Gerald.
"Ooh, aku kira kau kenal dengan dia."
"Tidak. Apa ada sesuatu?" tanya Gerald sekalui lagi.
"Tidak ada. Tidak ada apa-apa," ucap Lyla mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Gerald.
Aku akan tanyakan saja hal ini pada yang lainnya, gumam Lyla.
__ADS_1