
Morgan tersentak mendapati wanita cantik yang ada di hadapannya. Dia tidak menyangka jika Renee telah pulang dan ada di sana.
"Apa kabarmu, Tuan Muda? Kau belum menjawab pertanyaanku," ucap Renee dengan senyumnya.
Morgan menusuk ibu jarinya dengan menggunakan kuku telunjuk, dia masih mengira jika orang yang ada di hadapannya ini adalah hanya bayangannya saja. Akan tetapi, ternyata dia bukan hanya bayangan saja seperti yang selama ini datang padanya.
"Kau kembali."
Renee tersenyum saat akhirnya Morgan kembali berbicara.
"Ya, aku kembali. Aku pulang karena merindukanmu, Morgan," ucap wanita itu.
Seharusnya Morgan suka, seharusnya dia bahagia karena Renee pulang dan mengatakan rindu kepadanya. Akan tetapi, dia tidak merasa demikian adanya.
"Kenapa? Kau tidak suka aku ada di sini?" tanya Renee lagi saat Morgan tidak juga kunjung berbicara.
"Untuk apa kau datang lagi ke sini?" tanya Morgan, senyum yang ada di bibir Renee kini sirna seketika mendengar ucapan Morgan barusan.
"Aku merindukanmu, Morgan."
Morgan tertawa mendecih mendengarnya. "Sungguh kau rindu? Setelah sekian lamanya kau pergi tanpa pamit dan sekarang kau datang mengatakan jika kau rindu aku?" tanya Morgan lagi dengan nada yang sinis. Renee menundukkan kepalanya, merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan dulu.
"Maafkan aku, itu karena kau tidak mendukung apa yang aku inginkan. Aku ... aku minta maaf atas apa yang telah aku perbuat kepadamu," ucap Renee.
Morgan mengembuskan napasnya, membuang hawa sesak yang seketika datang bersama dengan kehadiran Renee.
...***...
Lyla masih belajar di rumah bersama dengan Gerald. Berkali-kali dia mengalihkan tatapannya pada jam dinding yang ada di sana, tapi jam itu sudah jauh berjalan dari waktu yang Gerald sebutkan tadi.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Gerlad saat Lyla menatap jam dengan cukup lama.
"Ah, tidak apa-apa."
"Kau menunggu dia?" tebak Gerald, Lyla hanya tersenyum malu. Dia ingat jika Morgan telah berjanji kepadanya.
"Ya, jujur saja aku memang menunggunya karena dia sudah berjanji padaku," ucap Lyla.
Gerald melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. Memang ini sudah sangat lama dan tidak biasanya jika Morgan pulang selarut ini tanpa konfirmasi kepadanya.
"Mungkin dia sedang di jalan," ucap Gerald.
"Ya. Mungkin saja." Lyla kembali membaca materi yang Gerald berikan tadi.
"Bagaimana dengan soal yang ini? Kau bisa membantuku menyelesaikannya?" tanya Lyla memperlihatkan satu halaman dengan penuh soal pada Gerald.
...***...
"Kopimu akan dingin jika kau tidak meminumnya segera," ucap Renee mengingatkan. Suasana kafe yang ada di sana sedikit sepi membuat Morgan dan Renee mendapatkan tempat dengan mudah.
Tanpa bicara, Morgan mengambil kopinya dan menyesapnya sampai habis hampir setengah.
"Kau banyak berubah, Tuan Muda," ucap Renee senang melihat Morgan yang tampak berbeda dari yang dulu. Entah apa, tapi dia melihat ada yang beda darinya.
"Jangan banyak basa basi. Ada apa kau kembali?" tanya Morgan dengan ketus.
"Kau tidak suka aku kembali?"
Morgan hanya diam menatap tajam Renee.
__ADS_1
"Oh, baiklah. Kau memang tidak suka, ha?" Renee tertawa kecil, Morgan memang sering ketus terhadapnya sedari dulu, tapi itu hanya untuk menggoda dan mengganggunya saja.
"Aku sangat senang kita bisa bertemu dan mengobrol lagi di sini. Apa kabarmu? Kau belum menjawab pertanyaanku sedari tadi."
"Aku baik-baik saja," ucap Morgan. Renee terdiam dan kemudian tersenyum mendengarnya.
"Syukurlah. Aku sangat khawatir saat itu."
"Tapi kau tetap pergi kan?" todong Morgan dengan nada yang dingin. Renee menundukkan kepalanya dan menyesali kepergiannya dulu.
"Maaf, aku telah keras kepala dan aku sadar jika aku telah hancur."
"Jadi, kau kembali karena kariermu hancur?" tanya Morgan.
Renee mengalihkan tatapannya dari laki-laki itu.
"Hem. Aku sadar jika aku salah."
"Lalu, apa tujuanmu datang ke sini? Untuk kembali padaku?" todong Morgan sekali lagi.
"Aku hanya---"
"Jika tujuanmu kembali hanya untuk denganku lagi, maaf. Aku tidak bisa denganmu lagi," ucap Morgan dengan cepat memotong perkataan Renee.
Renee tersentak mendengar Morgan. "Apa kau sudah menemukan wanita lain?" tanya Renee dengan cepat.
"Hem!"
"Secepat itu?" tanya Renee.
__ADS_1
"Empat tahun. Kau pikir itu waktu yang singkat?" tanya Morgan. Renee menatap wajah Morgan yang tanpa ekspresi. Tidak dia sangka Morgan akan melupakannya, padahal dia yakin jika Morgan akan tetap setia dengannya.