
"Kau sudah siap?"
Morgan mendekat setelah membuka pintu kamar Lyla. Tampak wanita itu sangat cantik sekali di depan sebuah cermin dengan gaun berwarna biru lembut dan rambut yang terikat rapi di belakang kepalanya. Sebuah jepit rambut yang Morgan berikan kemarin dengan satu berlian berwarna biru tersemat di jepitan itu, menambah keindahan dan kecantikan yang terpancar di wajah Lyla.
"Aku sudah siap."
"Kau cantik sekali." Morgan terpana, apa lagi melihat senyuman indah wanitanya ini.
"Kau juga sangat tampan sekali."
Morgan tidak ingin mengalihkan tatapannya dari Lyla, dia ingin sekali mengurung wanitanya ini di dalam kamar dan memeluknya sepanjang hari. Rasanya menyesal membuat Lyla secantik ini dan pastinya orang lain akan melihatnya sepanjang waktu saat di pesta nanti.
Ah, apakah aku harus mengunci kamar ini lagi?
"Ayo kita berangkat," ajak Lyla saat Morgan hanya diam saja menatapnya.
"Bisakah kita tinggal di rumah saja?"
"Kenapa?"
"Aku tidak ingin orang lain melihat kecantikanmu." Morgan berkata dengan jujur.
__ADS_1
"Dan membuat Gerald marah karena kita tidak datang? Oh, ayolah, Sayang. Ini adalah waktu yang paling berharga dan momen sakral untuk sepupumu. Aku tidak mau membuat mereka kecewa. Ayo kita berangkat," ajak Lyla sekali lagi seraya menggandeng tanga Morgan dan menariknya pelan.
Morgan terpaksa mengikuti langkah Lyla.
***
Janji suci pernikahan dilaksanakan di sebuah gereja besar dan terkenal di negara itu. Beberapa orang berada di sana, tidak sampai berjumlah lima puluh orang karena Gerald takut akan keselamatan Lian mengingat dirinya juga bukan orang yang hanya berbisnis di dunia putih. Di luar penjagaan diperketat untuk meminimalisir kemungkinan musuh mendekat.
Lyla duduk di kursi paling depan bersama dengan Morgan, Selvi, dan juga Robinson. Mereka menunggu dengan tidak sabar kedatangan mempelai wanita. Morgan menahan tawa geli melihat wajah Gerald yang tampak sekali gugup di atas mimbar bersama dengan pendeta.
"Apakah ada yang lucu?" tanya Lyla dengan suara yang berbisik pelan. Tidak mau membuat gaduh atau membuat fokus yang lainnya berpindah pada Morgan.
"Kau belum tahu saja. Semua pengantin akan merasakan gugup. Termasuk kau nanti."
"Aku tidak akan seperti itu." Morgan menolak.
"Huh, lihat saja nanti. Aku yakin kau tidak akan bisa tidur selama dua malam."
Morgan tidak menanggapi ucapan Selvi dan lebih ingin menikmati wajah kaku sepupunya.
Akhirnya yang ditunggu datang, suara musik terdengar mengalun indah dan seorang wanita cantik dengan gaun pengantin masuk ke dalam gereja. Tatapan kagum dari semua tamu mengiringi langkah Lian yang masuk bersama dengan seorang laki-laki yang ternyata itu adalah kakeknya.
__ADS_1
Wajah Lian tampak cantik sekali dengan riasan tipis dan lipstik pink yang menghiasi bibirnya. Dua orang itu berjalan dengan sangat anggun sekali, dengan diiringi alunan lagu yang terdengar indah.
"Cantik sekali dia," gumam Lyla terkagum yang membuat Morgan tidak terima.
"Kau jauh lebih cantik." Morgan berbisik di dekat telinga Lyla.
Lyla bukannya tersipu atas ucapan Morgan, tapi wanita itu menggerakkan tangannya dan mengikut lengan Morgan cukup keras.
"Ini adalah hari pernikahan sepupumu, jadi yang cantik di sini adalah pengantin wanita!" Decak kesal Lyla. Rasanya dia tidak terima jika pengantin kecil itu dibandingkan dengannya atau orang lain. Apa lagi di hari pentingnya ini.
"Kau berjuta kali lebih cantik dari dia."
"Sayang, diamlah. Atau, aku tidak mau bertemu denganmu sampai hari pernikahan tiba!" ancam Lyla. Sedari tadi Morgan terus menyanjungnya, dan sayangnya Lyla bukan wanita yang haus pujian dan lama kelamaan bosan juga mendengar kata cantik yang terlontar dari mulut Morgan.
...****************...
Maaf, malam ini othor up sedikit, ya. Capek banget plus ngantuk. Siang nggak sempat ngetik karena repot.
Mohon doanya kepada para readers untuk ibu mertua tercinta yang telah berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 21 Juli 2023, semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya. Aamiin.🤲
Insyaallah, di sela kesibukan Othor sempetin up meski 1 bab sehari. Setelah balik ke kampung nanti, Othor akan up lagi 👋.
__ADS_1