Belenggu Hasrat Tuan Muda

Belenggu Hasrat Tuan Muda
225


__ADS_3

Alex tertawa mendengar ucapan Jane. Duduk di samping sang istri dan mengusap rambutnya ke belakang.


"Apakah ada berita seseorang mati setelah malam pertama mereka?" tanya Alex masih dengan tawa kecilnya.


Jane menjadi malu, akibat rasa gugup dan takut, dia jadi berpikir seperti itu, tapi rudal milik Alex yang bahkan sekarang terlihat dengan sangat jelas dan sangat besar membuatnya ngeri. Jane jadi membayangkan sebuah animasi kartun kereta api yang masuk ke dalam terowongan kecil.


Jane bergidik ngeri.


"Ada apa, Jane?" tanya Alex heran.


"Ti-tidak. Tidak ada apa-apa. Aku hanya ...." Jane berhenti berbicara.


"Hanya?"


Jane menggelengkan kepalanya. "Tidak ada. Ayo kita lanjutkan. Maaf aku sudah membuatmu berhenti. Aku hanya sedang gugup," ujar Jane.


"Tidak apa-apa. Sudah biasa untuk kali pertama."


Jane menatap Alex. "Jadi, apakah ini bukan pertama untukmu?"


"Jane, aku laki-laki. Aku juga butuh sesuatu untuk meluruskan hasratku. Jadi jangan kecewa jika kau wanita yang entah ke berapa," ucap Alex. Jane tidak bisa protes dengan pernyataan Alex. Dia memang wanita yang baru saja bertemu dengan Alex.

__ADS_1


"Jadi, apakah kita akan berbincang saja semalaman?" Jane tersentak mendengarnya dan tersenyum malu.


"Oh, baiklah. tolong tuntun aku, Alex."


Jane kini bersiap, dan Alex harus berusaha payah untuk menaikkan lagi hasratnya setelah perbincangan mereka tadi.


Bagai makan yang sudah kehilangan nafsu, begitulah Alex sekarang.


"Jane, aku sudah kehilangan selera."


"Maaf, apa karena obrolan kita tadi?"


Jane terdiam sebentar, lalu memiliki ide. Dia bukan wanita yang polos dan pernah melihat film orang lain yang beradu alat kelamin. Bagaimana cara untuk menaikkan hasrat pasangannya.


Tiba-tiba saja Jane berdiri dan mendorong tubuh Alex hingga kali ini Alex lah yang berada di bawah tubuhnya.


"Apa yang akan kau lakukan, Jane."


"Shttt." Jane menempatkan jari telunjuknya di depan mulut. "Jangan banyak protes. Aku pernah melihat ini di film."


Jane mulai mendekat, meski dadanya berdebar karena ini adalah pengalaman pertamanya, tapi dia tidak boleh mundur lagi. Dia ingin bayi sekarang dan Alex sudah memancingnya!

__ADS_1


Jane bingung akan melakukan apa, tapi tangan Alex menuntunnya ke dadanya yang bidang.


"Lakukan apa yang pernah kau lihat di film. Lakukan yang lebih baik dari film itu," bisik Alex.


Jane sedikit ragu, tapi yang selanjutnya dia lakukan adalah mencium leher Alex. Awalnya, Alex tidak merespon, tapi kemudian sentuhan tangan Jane di ujung dada Alex membuat pria itu mend3sah tak sengaja.


Jane berhenti sejenak, tapi tangan Alex menekan kepalanya sehingga Jane melakukannya lagi. Dari leher turun ke dada, Jane mencium dan mengisap ujung dada coklat milik Alex.


"Ah, Jane ...."


Alex tidak tahan lagi, sesuatu yang tadi hilang kini timbul kembali karena ulah Jane. Hingga akhirnya perasaan Alex ingin meledak meski Jane belum bisa melakukannya dengan mahir. Akan tetapi, Alex menarik Jane dan membawanya ke bawah tubuhnya.


"Biar aku yang melanjutkan."


Bak seorang yang kehausan, Alex tanpa permisi mengecup tubuh istrinya, di leher, dada, dan memberikan tanda merah di sana. Tak lupa dengan ujung yang mencuat di dada Jane juga tak luput dari sentuhan bibirnya, membuat Jane bergerak gelisah.


"Kali ini, jangan ajak aku berbicara lagi."


Alex tanpa permisi, mengarahkan miliknya dan perlahan benda itu mulai melesak masuk ke celah yang sempit.


"Ah, sakit!"

__ADS_1


__ADS_2