
Sebelum pulang ke rumah, Gerald masuk ke dalam ruangan Morgan. Dia menyiapkan beberapa pekerjaan yang akan dibawanya ke rumah nanti. Sementara Gerald memasukkan semua pekerjaan ke dalam tasnya, Morgan masih sibuk berkutat dengan laptop di tangan.
"Kau tidak akan pulang sekarang?" tanya Gerald.
"Sebentar lagi. Pulanglah lebih dulu," ucap Morgan tidak mengalihkan tatapannya dari laptop.
"Kau yakin tidak mau pulang bersamaku?" tanya Gerald sekali lagi.
"Hem," gumam Morgan dengan pelan.
"Oke kalau begitu aku akan pulang terlebih dahulu, aku juga akan mulai mengerjakan semua ini di rumah," ucap Gerald sebelum benar-benar pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Gerald mengendarai mobilnya menuju ke rumah. Satu jam lamanya dia berkendara akhirnya dia telah sampai juga. Dia segera masuk ke dalam rumah dengan membawa tas Morgan serta.
Lyla berada di sana menolehkan kepala saat mendengar suara Gerald, dia segera bangun dan menyimpan bukunya kemudian menghampiri laki-laki itu.
"Apa Anda pulang sendiri saja?" tanya Lyla kepadanya.
"Ya, aku pulang sendiri. Ada apa?"
"Tidak ada. Hanya saja aku pikir Tuan Morgan akan pulang bersama denganmu. Apakah dia akan lembur malam ini?" tanya Lyla.
__ADS_1
"Dia bilang akan pulang sebentar lagi. Kau butuh sesuatu dengannya?"
"Tidak ada apa-apa. Aku akan kembali belajar saja," ucap Lyla kemudian kembali melangkahkan kakinya untuk pergi ke tempatnya tadi.
"Hei, apa kau butuh bantuan sampai-sampai mencarinya?" tanya Gerald saat Lyla baru saja menjauh tiga langkah darinya.
"Tidak juga. Tadi dia berpesan padaku, jika malam ini dia akan menemaniku untuk belajar. Aku pikir dia akan pulang cepat," terang Lyla.
Gerald tersenyum mendengar ucapan dari wanita itu, dia tidak menyangka jika Morgan akan membantu Lyla dalam belajarnya.
"Aku juga bisa mengajarkanmu. Jika kau mau," tawar Gerald.
"Baiklah, aku akan membersihkan badanku terlebih dahulu. Kau siapkan saja apa-apa yang belum kau pahami."
"Baik!" seru Lyla.
...***...
Morgan masih berkutat dengan pekerjaannya, dia ingin menyelesaikan pekerjaan itu sebelum pulang ke rumah. Pintu ruangan yang diketuk dari luar beberapa kali.
"Masuk," ucap Morgan mempersilahkan. Pintu tersebut terbuka, seorang wanita masuk ke dalam ruangan itu dan menutup pintunya dengan pelan. Dia berjalan dengan langkah yang pasti meskipun ada sedikit ragu pada dirinya.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Morgan tanpa menolehkan kepalanya pada wanita tersebut. Dia masih belum tahu siapa wanita yang ada di hadapannya ini.
"Kenapa kau masih ada di sini ini sudah waktumu untuk pulang," ucap laki-laki itu.
Wanita yang ada di hadapannya saling meremas jadi jemari tangannya satu sama lain. Dia menggigit bibir bawahnya mendengar penuturan Morgan yang terdengar ketus barusan.
"Morgan," ucap wanita tersebut dengan lirih.
Sadar dengan suara yang dia kenali Morgan menghentikan gerakan jemarinya pada keyboard dan perlahan menatap wanita yang ada di hadapannya. Tampak wanita bertubuh ramping dengan pakaian berwarna putih di depannya.
"Kau ...." Morgan terdiam dan tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi. Dia terkejut sampai tidak bisa berkata apa-apa.
"Morgan, aku kembali," ucap wanita itu. Tatapan ramah dan lembut diberikan untuk Morgan seperti biasanya. Tidak lupa dengan senyum yang selalu Morgan sukai.
"Aku kembali. Apa kabarmu, Tuan Castanov?" tanya wanita itu dengan lembut.
Morgan berdiri seketika, seakan ada di satu tubuhnya yang tertarik oleh wanita tersebut.
"Renee."
Wanita tersebut adalah Renee, dia tersenyum tatkala Morgan menyebut namanya. Tampak Morgan tidak bisa mengedipkan mata melihat kedatangannya.
__ADS_1