Belenggu Hasrat Tuan Muda

Belenggu Hasrat Tuan Muda
234


__ADS_3

“Apa yang kau inginkan dengan datang ke sini?” tanya Robinson dengan ketus dan nada tidak suka.


“Tentu saja karena aku merindukanmu, Robinson. Apa kau tidak suka kedatanganku?” tanya wanita itu lagi.


“Tidak. Lebih baik kau pulang karena kau tahu sendiri aku sudah memiliki seorang istri.”


“Kau mengusirku? Ah, kau tega sekali. Aku baru saja sampai ke sini dan ingat denganmu, tapi kau mengusirku. Setidaknya kita makan siang dulu, aku lapar sekarang ini. Bisa kan? Kau tidak mungkin menolak ajakanku, aku sudah jauh-jauh datang ke mari dan ingin menemuimu,” ucap wanita itu dengan tidak peduli.


Tatapan Robinson tidak suka terhadap wanita itu.


“Astaga, Rose. Jangan membuatku pusing. Pergilah dari sini sekarang juga karena aku tidak mau bertemu lagi denganmu. Setelah apa yang terakhir kali kau lakukan terhadapku, dan sekarang kau datang ke sini? Jangan buat aku terpaksa untuk menyeretmu keluar dari sini!” usir Robinson.


Rose malah tertawa terbahak dan menyilangkan satu kakinya di atas kaki yang lain.


“Robinson, kau berubah banyak rupanya. Kau lebih banyak berbicara sekarang, padahal dulu kau lebih banyak bertindak.”


“Jadi kau ingin aku bertindak sekarang? Untuk mengusir mu?" tanya Robinson, tapi dia masih diam dan menginginkan jika Rose yang akan pergi terlebih dahulu. Robinson yang sekarang tidak sama dengan yang dulu, dan itu dikarenakan Selvi.

__ADS_1


"Robinson. Aku kagum padamu dan sekarang aku lebih kagum lagi." Rose bangkit dari duduknya dan mendekati Robinson. Wanita berusia hampir lima puluh tahun itu dan memiliki tubuh yang ramping serta masih mengenakan gaun indah, tidak menghiraukan tatapan tajam mantan kekasihnya itu. Wanita itu duduk di depan meja Robinson dan menatap penuh cinta kepadanya. Tangannya mengambil dasi Robinson dan menariknya lebih dekat lagi.


"Bisakah kau ceraikan istrimu dan kita bersama? Aku sudah meninggalkan pria itu dan aku ingin kita kembali lagi seperti dulu." tatapan Rose lembut kepada Robinson, dan ingin membuat pria itu tertawa jahat sekarang.


"Kau yang meninggalkannya, atau dia yang meninggalkan mu? Bukan aku tidak tahu bagaimana dirimu selama ini, Rose. Kau meninggalkan dia karena dia sudah bangkrut, kan?"


"Memangnya kenapa jika aku mengambil langkah itu? Toh dulu kita saling mencintai satu sama lain dan aku yakin jika kau juga masih mencintaiku, kan?" tanya Rose dengan yakin.


Selvi sudah sampai beberapa menit yang lalu dan dia mendengar ucapan terakhir kedua orang itu.


Dengan langkah yang lebar, Selvi mendekat kepada keduanya


"Ah!" Rose kesakitan saat Selvi menghempaskan tangannya dengan cukup keras. "Kau wanita yang kasar! Apa dia ini istrimu? Robinson, kau mengenal dia?" tanya Rose, dia yakin jika ini adalah istri Robinson karena tidak sembarangan ada orang asing yang bisa masuk ke perusahaan ini apa lagi masuk ke kantor Robinson.


Selvi mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan memperlihatkan ke hadapan mata Rose, sebuah lembaran surat akta pernikahan mereka.


"Aku istri sahnya. Lihat?" tunjuk Selvi di dalam foto yang ada di sana. "Dan kau tidak bisa mengganggu suamiku! Pergi dari sini. Kehadiranmu tidak kami terima!"

__ADS_1


Rose menatap jijik kepada Selvi, tapi kemudian tatapan lembut dan penuh manja dia berikan ke pasar Robinson.


"Robinson, apakah kau akan diam saja melihat aku diusir?" ujar Rode manja ke pada Robinson.


Selvi yang jijik melihat dan mendengar suara itu segera menarik tangan Rose menjauh. Akan tetapi, Rose tetap bertahan dan tidak ingin pergi.


"Kau memaksaku, Nona!" Menggunakan sekuat tenaga, Selvi menarik tangan Rose sekali lagi dan mendapatkan perlawanan dari wanita itu. Akan tetapi, Selvi tidak mau menyerah dan melemparkan kotak makan siang ke lantai sehingga berantakan. Ditariknya rambut Rose dan Rose lagi-lagi tidak bisa terima. Rose juga melawan akan apa yang dilakukan oleh Selvi.


"Lepaskan aku, dasar wanita kasar!"


"Jangan dekati suamiku, Jal***!'


"Auh. Awwwh! Robinson—"


Dua orang itu bergulat di lantai dengan beberapa helai rambut Rose berada di tangan Selvi. Mereka berguling-guling ke kanan dan ke kiri dan tidak mau melepaskan satu sama lain. Selvi melupakan baby yang ada di dalam rahimnya, tapi tidak dengan Robinson yang mengingat bayinya.


"Robinson, tolong aku. Dia menyakitiku!" Rose berbicara dengan nada menyedihkan dan menahan rasa sakit di kepalanya, sedangkan Selvi masih menjambak rambut Rose dan ingin melepaskannya dari kepala wanita itu.

__ADS_1


"Ah, Robin. Awhh!"


Berbeda dengan Rose, Selvi tidak sama sekali meminta tolong ke pada suaminya. pengalaman di dunia hitam membuat wanita itu menjadi bengis jika sedang tersulut emosi.


__ADS_2