Belenggu Hasrat Tuan Muda

Belenggu Hasrat Tuan Muda
139


__ADS_3

Sarapan pagi ini tak ada bedanya dengan sarapan di hari yang biasanya di mana penculik dan tawanan duduk bersama di ruang makan dan menikmati hidangan khas desa yang dibuat oleh asisten.


Wangi aroma masakan tercium di bawah hidung Lyla, pun dengan daging kalkun yang ada di atas meja tersebut tampak sekali sangat menggiurkan. Akan tetapi, Lyla tidak ingin bicara meskipun hanya sekedar untuk memuji masakan yang telah dibuat.


"Aku izinkan kau untuk pergi hingga siang nanti. Maid akan menemanimu dan mengawasimu."


"Baik," jawab Lyla lirih.


Alex tidak tahan lagi, hingga setengah hidangan di piringnya telah hampir habis, sendok yang ada di tangannya dia simpan di piring hingga suaranya berdenting.


"Kita akan segera pulang ke kota sore nanti."


Ucapan laki-laki itu membuat Lyla mengangkat kepalanya dan menatap Alex. Dia mengira jika mereka akan lebih lama berada di sini.

__ADS_1


"Iya." Itu hanya jawaban di bibir. Namun, di dalam hatinya, dia melakukan protes karena baru saja kemarin dia datang ke sini dan siang nanti dia akan kembali lagi?


Oh, bahkan sakit badan efek perjalanan masih terasa hingga pagi ini.


Alex melirik Lyla yang hanya menjawab singkat, tak puas rasanya dia mendengar jawaban seperti itu. Mana Laura yang sering membantahnya? Ini sangat tidak seru sama sekali!


"Aku inginkan bantuanmu, setelah itu kau akan aku bebaskan," ujar Alex. Lyla menatap Alex tidak percaya.


"Benarkah?"


"Kau tidak menipuku?" tanya Lyla.


"Untuk apa aku menipumu? Pernahkan aku mengatakan hal yang tidak pernah aku lakukan?" tanya laki-laki itu lagi dengan santai memakan sarapannya kembali. Senyum tipis tampak di bibir Alex saat melihat Lyla yang kembali tersenyum dengan riang.

__ADS_1


"Aku ada sedikit pekerjaan, kau bebas menikmati waktumu hingga siang nanti. Ingat untuk tidak membiarkan dia pergi terlalu jauh," ujar Alex kini pada asistennya yang berdiri di belakang Alex.


"Baik, Tuan."


Sesuai dengan perintah Alex, Lyla pergi bersama dengan bawahan Alex untuk berjaga-jaga bila mana ada sesuatu terjadi pada wanita itu. Jangan sampai wanita yang penting di dalam hidup tuannya itu celaka atau bahkan menghilang. Satu gores luka pada kulitnya saja, maka Alex akan berubah menjadi seseorang yang sangat kejam. Jangan sampai laki-laki itu berubah mengerikan hanya karena seorang wanita.


Udara pagi ini masih terasa sejuk, Lyla memutuskan untuk meminta bantuan maid untuk mengantarkannya melihat sekeliling rumah ini. Tidak perlu ke tempat yang jauh, di belakang rumah itu ada sebuah bukit dengan hamparan padang ilalang yang sangat indah dan sedap di pandang mata.


"Hati-hati, Nona!" teriak maid yang mengikuti langkah kaki Lyla menyusuri jalanan setapak yang ada di tempat tersebut.


Maid tidak perlu khawatir Lyla akan kabur, tempat ini terpencil dan jauh dari pemukiman rumah yang lain. Tepatnya karena ukuran tanah ini yang sangat luas sekali sehingga tidak mudah untuk seseorang melarikan diri. Jalanan besar sangat jauh, bahkan kendaraan pun hanya sesekali saja yang lewat. Itu pun di ujung tanah ini adalah hutan kecil dengan banyak pohon oak yang tumbuh, tampak kecil terlihat oleh mata dan itu adalah jalan menuju ke perbatasan tanah milik Alex.


Lyla tidak mendengarkan ucapan wanita paruh baya itu, dia terus berjalan menikmati udara yang sejuk dan juga hangat matahari pagi dengan sangat nyaman sekali. Senyumnya sangat lebar, selama beberapa bulan terpenjara di rumah Alex, kini dirinya ada di luar rumah. Bagaimana pun juga ini lebih baik daripada hanya melihat tembok mansion setiap harinya.

__ADS_1


"Nona, jangan terlalu jauh!" ujar suara seorang laki-laki di belakang Lyla. Asing dengan suara itu, Lyla membalikkan tubuhnya dan tidak tahu sejak kapan ada seorang pria yang mengikuti di belakangnya. Sementara maid yang mengikutinya tertinggal jauh di belakang.


"Siapa kau?"


__ADS_2