
Lyla telah bangun dari tidurnya, dia sudah mandi dan turun untuk makan malam, tapi pamannya belum kembali juga ke mansion dan entah ada di mana.
"Mac, kau tahu di mana Alex?" tanya Lyla saat dia berpapasan dengan Mac.
Mac menundukkan tubuhnya sedikit. "Dia masih dengan urusannya. Apa kau butuh sesuatu, Nona?" tanya Mac.
"Tidak, hanya saja ini sudah malam. Aku khawatir."
"Anda tidak perlu khawatir, Tuan Alex hanya sedang bekerja. Dia sedang bersenang-senang dengan apa yang dia lakukan," ujar Mac. Lyla menganggukkan kepala dan ikut berjalan dengan Mac saat laki-laki itu mempersilakan dia untuk ke ruang makan.
***
Sementara itu saat Alex pergi tadi siang, dia kini berada di sebuah rumah yang tidak lagi dipakai. Rumah tersebut sudah rusak dan tak layak pakai lagi. Dindingnya usang, kayunya sudah keropos, juga dengan lantai yang banyak sekali lubang dan tidak rata lagi.
Alex menemui seseorang di sana, seseorang yang sudah terikat di kursi dan kini tidak berdaya di hadapannya.
"Lepaskan aku. Aku mohon," ucap pria yang ada di kursi tersebut. Matanya lelah karena sudah sedari kemarin dia disekap di sini, kakinya luka akibat tembakan, juga dadanya terasa sakit akibat tendangan beberapa orang kemarin. Entah, sepertinya tulang rusuknya ada yang patah di dalam sana.
"Lepaskan? Tidak! Siapa yang menyuruhmu untuk mengikuti kami?" tanya Alex pada laki-laki itu.
Menurut laporan anak buahnya, laki-laki tersebut ditangkap kemarin saat dia ketahuan mengikuti Alex dan Lyla dengan membawa senjata api. Beruntung salah seorang melihat keberadaan laki-laki itu di suatu tempat dan tengah bersiap untuk menembak ke arah Alex dan Lyla, mereka telah sigap menangkapnya dan membawanya kemari. Dia dipaksa mengaku, tapi sampai saat ini dia enggan mengatakan siapa orang yang sudah memerintahkannya.
"Tidak mau bicara?" tanya Alex, kemudian menghempaskan wajah laki-laki itu ke samping. Dia tampak lunglai, lemah dan tidak berdaya, bahkan jika Alex atau anak buahnya akan menembaknya bukan suatu hal yang sulit untuk mereka lakukan sekarang ini.
__ADS_1
Alex tertawa kecil, dia mengambil kartu identitas yang diberikan oleh anak buahnya.
"Robert. Usia dua puluh empat tahun. Single. Pekerja bangunan. Apa kau sedang butuh uang? Jika kau butuh uang, kau harus berkhianat kepada mereka. Aku akan memberimu sepuluh kali lipat dari yang mereka berikan." Alex mengamati wajah laki-laki itu, tapi dia masih enggan membuka mulut.
Alex membuka kertas yang lain, membacanya dengan seksama. "Aku akan membiayai ibumu hingga sembuh jika kau mau berkhianat kepada mereka. Juga kau akan aku lindungi dari mereka. Bagaimana?" tanya Alex. Dia melirik Alex dengan sudut matanya, kemudian pandangannya perlahan meredup.
"Aku akan pulang."
Alex menyerahkan apa yang tadi dibacanya kemudian pergi dari sana.
Segera Alex pulang ke mansion, dia takut jika Lyla akan mencarinya.
"Apa kami harus menghabisi dia jika dia tidak mau berbicara, Tuan?" tanya salah satu orang yang mengikuti Alex dari belakang.
***
Lyla menatap makanan yang ada di depannya. Rasanya menyebalkan sekali makan di meja yang besar hanya seorang diri. Entah Alex pergi ke mana dia tidak tahu itu.
"Mac, bisakah kau duduk di sini dan temani aku? Aku tidak bisa menghubungi pamanku," ucap Lyla meminta. Sudah beberapa kali dia menghubungi Alex, tapi laki-laki itu tidak mengangkatnya sama sekali sehingga membuat Lyla kesal.
Mac duduk di seberang Lyla, tapi dia tidak membuka piring yang ada di sana.
"Mac, kau tau tentang keluargaku?" tanya Lyla.
__ADS_1
"Tidak."
"Bagaimana mungkin kau tidak tahu. Kau sudah ikut dengan Alex cukup lama."
"Tidak semua aku harus tahu. Aku hanya tahu siapa bosku dan itu sudah cukup."
Lyla menjadi kesal mendengarnya, rasanya tidak masuk akal jika Mac tidak mengetahui apa-apa tentang keluarga Alex. Bahkan selama dia ada di sini, Lyla tidak pernah melihat satu pun anggota keluarga mereka.
"Apa ibu dan ayah Alex masih ada?" tanya Lyla.
"Iya, ada."
"Kenapa mereka tidak pernah berkunjung?" tanyanya lagi.
"Karena Tuan Alex melarangnya."
Lyla terkejut mendengarnya. Atas hal apa laki-laki itu melarang kedua orang tuanya berkunjung?
"Kenapa?"
"Kau bisa bertanya langsung kepada pamanmu."
Jawaban yang sangat menyebalkan! Dan Lyla sekarang ini ingin sekali memukul kepala Mac.
__ADS_1