Belenggu Hasrat Tuan Muda

Belenggu Hasrat Tuan Muda
37. Buatkan Aku Makan Siang


__ADS_3

Di depan pintu kamar Lyla, Morgan mengangkat tangannya hendak mengetuk pintu kamar tersebut, tetapi dia urung melakukannya. Dengan tanpa permisi dia membuka handle pintu dan mendorong pintu tersebut.


Langkah kakinya dengan pasti mendekat ke arah di mana Lyla sedang tertidur di dalam selimutnya. Wajah wanita itu sedikit memerah seperti tomat yang hampir busuk. Mulutnya juga menyuarakan sesuatu, seperti dia bergumam pelan di dalam tidurnya.


“Ibu,” gumam Lyla dengan lirih.


Morgan hanya diam melihatnya. Wanita itu meracau tidak jelas dan semakin memeluk selimutnya dengan erat. Entah siapa yang dipanggil ibu, padahal dia adalah anak yatim piatu. 


Sejenak Morgan masih terdiam menatap Lyla. Kasihan, tapi mengingat perkataan Lyla tadi malam terhadapnya dia menjadi kesal juga.


“Hei, bangun.”


“Sebentar lagi, Bu. Aku masih ngantuk.”


Morgan menjadi kesal, dia mengira jika wanita ini sedang bermalas-malasan dan beralasan jika dirinya sakit.


“Hei gadis pemalas, bangun dari tempat tidur! Kau harus mengerjakan tugasmu,” ucap laki-laki itu sambil menarik selimut dari tubuh Lyla.


Lyla tersentak dan bangun, sedikit menyipitkan matanya untuk menghindari cahaya lampu yang terang. Dia melihat seseorang yang menghalangi cahaya lampu, seperti malaikat maut baginya, dan dia benci itu. Laki-laki dengan wajah sangar sedang menatapnya dengan tidak suka.


“Kau tinggal di rumahku dan kau tidak boleh bermalas-malasan seperti ini. Bangun dan lakukan tugasmu!” perintah Morgan kepada Lyla. Mau tidak mau wanita itu bangun dengan tubuh yang lemah. Dengan terpaksa dia menurunkan kedua kakinya ke lantai.


“Iya, aku akan bangun. Sekarang kau keluarlah aku akan mandi sebelum keluar dari sini,” ucap Lyla dengan kalimat mengusir.


“Aku berikan waktu lima menit. Kau harus berada di bawah. Tidak boleh lebih dari itu,” ucap Morgan memberi perintah.


Lyla menatap laki-laki itu dengan tatapan kesal.


“Apa kau bisa mandi dengan waktu tiga menit? Apa kau bisa mengganti baju dengan waktu satu menit? Apa kau bisa berjalan ke bawah dengan waktu satu menit? Lakukan itu sendiri!” ucap Lyla dengan tidak peduli. Dia bangkit dengan lemas dan berjalan tertatih ke arah kamar mandi. Morgan mendengkus sebal mendengar ucapan dari wanita itu.


Morgan keluar dari kamar Lyla, di lantai bawah sudah ada Ibu dari Lian yang menunggunya.


“Apakah Anda akan berangkat sekarang?” 


“Apa kau mengusirku?” tanya Morgan dengan melirik sinis pada wanita itu. Sontak Ibu Lian menundukkan kepalanya dengan takut.

__ADS_1


“Tidak, Tuan. Saya hanya bertanya saja.”


Morgan pergi dari sana untuk duduk di ruang makan kembali, membuat wanita tersebut semakin heran dan tanpa sadar menggaruk kepalanya sendiri. Dia melirik ke arah dinding di mana jam besar berada, waktu yang ada tidak salah. Biasanya laki-laki itu sudah berangkat di jam seperti ini.


“Apa Tuan belum selesai sarapan?” tanya wanita itu dengan nada bersalah, dia tidak tahu jika tadi majikannya ini menjeda sarapannya. Dia kira saat Morgan berdiri tadi laki-laki itu sudah selesai.


“Aku ingin dia membuatkan makan siangku.”


“Dia siapa?”


“Siapa lagi yang kau pikirkan?”


Tidak lama Lyla turun ke lantai bawah. Meski rasanya sangat sulit sekali dengan waktu lima menit untuk mandi dan berganti pakaian, dia akhirnya memutuskan untuk hanya mencuci mukanya saja dan menggosok gigi. Lagi pula meski mandi dengan air hangat pagi ini, dia takut tubuhnya tidak bisa menerima sehingga akan bisa membuatnya sakit lebih parah lagi. Tentu saja laki-laki itu akan terus selalu mengganggunya.


Morgan melirik arlojinya, kurang dari lima menit seperti yang dia katakan tadi. Dia melihat wajah Lyla yang masih mengantuk.


“Siapkan untukku makan siang,” titahnya kepada Lyla yang membuat wanita itu terheran.


“Siapa? Aku?” tunjuk Lyla pada dirinya sendiri.


Ibu Lian yang ada di sana terheran mendengar permintaan dari laki-laki itu. Segera dia datang mendekat dan membungkukkan tubuhnya sedikit.


“Maafkan aku Tuan, Nona Lyla sedang sakit lebih baik saya saja yang membuatkan makan siang untuk Anda,” tawarnya kepada laki-laki itu.


“Apa kau tidak dengar tadi siapa yang aku suruh?” tanya Morgan dengan tidak peduli.


“Tapi—” Wanita itu hendak berbicara lagi, tapi Lyla segera menghentikannya.


“Sudah tidak apa-apa, biar aku saja,” ucap Lyla pada akhirnya. Laki-laki itu hanya tersenyum tipis.


“Kau mau aku masakan apa?” Lyla bertanya tanpa memanggilnya dengan sopan.


“Terserah. Aku berikan waktu sepuluh menit.”


Lyla menatap protes dengan permintaan dari Morgan.

__ADS_1


“Aku tidak bisa memasak dengan waktu 10 menit.”


“Kalau begitu dia akan aku pecat.” tujuh Morgan pada ibu Lian. Hal itu membuat Lyla menatap tajam Morgan dengan kesal, sementara wanita yang ada di sampingnya terkejut dan menunduk takut.


“Kenapa kau selalu main ancam? Apa tidak ada yang bisa kau lakukan selain itu?” tanya Lyla. Morgan mencebik dan mengangkat bahunya tinggi-tinggi. Dia juga mengangkat pergelangan tangannya dan melihat arloji di sana.


“Sembilan menit lagi,” ucap Morgan yang mau tidak mau membuat Lyla segera bergerak cepat ke dapur. Dia menahan pergelangan kakinya yang terasa sakit.


“Sial! Dasar laki-laki tidak berperasaan. Apa aku akan memberikannya racun saja? Mumpung aku yang masak,” gumam Lyla pelan. Akan tetapi, dia tidak cukup bodoh untuk melakukan hal itu. Dipenjara berapa tahun bukankah dia akan rugi?


“Kau tidak akan hanya melamun saja bukan?” ucap Morgan menyadarkan Lyla dari kediamannya di hadapan bahan-bahan masakan yang ada di dalam kulkas.


“Aku sedang berpikir keras. Diam saja kau di sana, daripada aku berikan racun di dalam makananmu!” ucap Lyla dengan kesal.


Morgan tertawa mengejek. “Lakukan saja jika kau berani.”


“Kenapa tidak?” tentang wanita itu.


Lyla berpikir sebentar untuk memasak apa yang dia bisa dengan waktu yang sesingkat itu.


15 menit kemudian ….


Akhirnya Lyla telah menyelesaikan masakannya. Morgan yang sedari tadi duduk dengan diam sudah merasa bosan.


Lyla mendekat dengan dua rantang makanan yang ada di tangan, membuat laki-laki itu terheran.


“Kau terlambat.” Ucapan Morgan membuat ibu dari Lian menundukkan kepalanya semakin dalam. Bagaimana jika Morgan memecatnya? Dia tidak akan mempunyai pekerjaan dan tidak bisa menyekolahkan Lian ke jenjang yang lebih tinggi.


“Kau berharap apa dengan waktu 10 menit? Jika kau mau aku menyediakan nasi dengan sayuran mentah, bahkan aku bisa melakukannya dalam waktu 5 menit!” bentak Lyla membuat Morgan terkejut. Baru kali ini ada seseorang yang berani membentaknya seperti itu. Apalagi dia adalah seorang wanita.


“Lalu kenapa ada rantang yang lain?” Morgan menunjuk satu rentang ekstra di tangan Lyla.


“Aku titip ini untuk Tuan Gerald.”


“Kenapa kau harus membawakannya juga?”

__ADS_1


“Karena dia sudah baik kepadaku,” ucap Lyla yang membuat Morgan kesal.


__ADS_2