Belenggu Hasrat Tuan Muda

Belenggu Hasrat Tuan Muda
140


__ADS_3

"Siapa kau?" tanya Lyla saat melihat laki-laki asing yang ada di belakangnya.


Laki-laki itu tersenyum menatap Lyla dari atas hingga ke bawah. Tatapannya membuat hati Lyla menjadi aneh.


"Aku hanya ingin bilang berhati-hatilah di daerah sini. Jangan terlalu jauh dan jangan pergi ke sembarang tempat," ucapnya. Senyumnya sangat indah diakui oleh Lyla, tapi dia tidak tahu siapa laki-laki tersebut.


Lyla mundur dua langkah, menjaga jarak darinya. Bisa saja kan orang ini adalah orang asing yang akan berbuat jahat kepadanya? Mengingat jika dia belum pernah melihat laki-laki tersebut sebelumnya.


"Aku hanya ingin menyampaikan itu saja. Tetaplah bersama dengan Alex, dengannya kau bisa segera menemukan kedua orang tuamu, Laura," ucapnya kemudian pergi dengan langkah yang lebar dan menghilang di balik pohon yang besar.

__ADS_1


Lyla terkejut karena pria itu mengatakan tentang Alex dan orang tuanya, dan ... apa itu tadi? Dia memanggilnya Laura?


"Eh, tunggu!" teriak Lyla kemudian melajukan kakinya untuk mengejar sosok laki-laki itu, tapi saat dia telah sampai di pohon besar, dia tidak melihat seseorang di sana. Tempat tersebut juga datar, rumput ilalang yang tumbuh juga tidak setinggi saat jalanan menuju ke mari. Lyla terdiam dan mencoba untuk menepuk pipinya.


Apa aku berhalusinasi? gumam Lyla pada dirinya sendiri. Jika itu orang sungguhan, tidak mungkin rasanya dia akan menghilang secepat ini mengingat jika padang ilalang di hadapannya tidak setinggi sebelumnya. Jika dia manusia, lalu kemana dia pergi? Kenapa bisa secepat ini? Seharusnya dia bisa melihat laki-laki itu pergi menjauh, kan? Bukannya menghilang?


"Nona!" teriak maid yang baru saja sampai di tempat Lyla berada, dia tampak terengah-engah menundukkan setengah tubuhnya. "Maaf, Anda tidak boleh berjalan sendiri. Tuan Alex akan memarahiku jika kau pergi terlalu jauh. Mari kita kembali ke rumah," ajak maid tersebut.


"Laki-laki? Siapa? Apa dia orang jahat?" tanya maid tersebut kepada Lyla. Tiba-tiba saja dia merasa khawatir.

__ADS_1


"Entah, aku juga tidak tahu. Tadi dia berbicara denganku, kemudian dia kemari dan ... aku tidak melihatnya lagi," ucap Lyla yang membuat maid tersebut menjadi bingung.


"Aku tidak melihat siapapun di sini. Sepertinya Anda berhalusinasi karena lelah. Mari kita pulang. Tuan Alex pasti sudah menunggu kita di rumah," ajak wanita itu, tetapi Lyla menggelengkan kepala dan memilih untuk duduk di akar pohon yang mencuat dari tanah.


"Aku ingin di sini sebentar. Bisa kita kembali sebentar lagi?" tanya Lyla pada wanita itu.


"Baiklah. Sepuluh menit, oke?" ujar wanita itu dan diangguki oleh Lyla.


Angin yang berembus pelan membuat Lyla senang duduk di sini dan menatap keindahan yang ada di tempat itu. Rasa sejuk yang ada di sekelilingnya terasa menyenangkan dan tidak pernah dia dapatkan. Sewaktu masih di panti asuhan, dia sibuk membantu ibu panti mengatur adik-adiknya, juga setelah bekerja, dia sibuk dengan pekerjaannya sehingga melupakan waktu yang seharusnya dia nikmati untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Rumah yang dia singgahi tampak kecil di kejauhan sana, mereka terpisah dengan hamparan ilalang yang tinggi dan melambai-lambai meliuk-liuk karena angin yang menerpa lembut. Daun kering berguguran terbawa oleh angin dan jatuh di tanah.


'Siapa tadi? Apakah aku hanya berhalusinasi?' gumam Lyla di dalam hatinya. Dia yakin jika pria itu adalah manusia, tapi manusia seperti apa yang menghilang dengan cepat dan tanpa jejak?


__ADS_2