
Markian dan Lyla kini telah sampai di dalam kelas, mereka duduk berdua dan melanjutkan pembicaraan random yang unfaedah.
"Dia wanita yang bersama dengan laki-laki tampan tadi, kan?" tanya Angel pada kedua temannya, Sarah dan Eve menganggukkan kepala.
"Kau mau apa?" tanya Sarah.
"Tentu saja aku akan memancing," ucap Angel, kemudian pergi dari hadapan dua temannya itu.
"Dia akan memancing. Ayo kita bertaruh, apa dia bisa mendapatkan pancingan itu?" bisik Sarah.
"Apa yang kita pertaruhkan?"
"Berikan Porsche-mu," ucap Sarah.
"Tidak adil jika aku memberikan Porsche-ku. Apa yang akan kau berikan untukku? Rolex?" tanya Eve dengan tawa menghina.
"No, Ferrari-ku."
"Deal!" ucap Eve menjabat tangan Sarah.
Angel datang dan duduk di depan Lyla dan Markian. "Hai, kau anak baru. Salam kenal. Aku angel." Angel memberikan tangannya pada Lyla.
Lyla terpana melihat kecantikan wanita yang ada di hadapannya ini, seperti model internasional, sangat cantik dan juga memiliki tubuh yang indah.
"Aku Lyla. Salam kenal," ucap Lyla. Tangan Angel juga sangat halus membuat Lyla menjadi sedikit khawatir apabila tangannya kasar untuk wanita ini.
"Apa kau senang belajar di sini?"
"Ya, aku sangat senang sekali."
"Oh, syukurlah. Aku senang mendengarnya," ucap Angel sambil tersenyum lebar. Markian menatap Angel dengan malas, dia yakin jika Angel beramah tamah dengan Lyla karena ada maksud yang lain.
"Oh, ya. Tadi aku lihat ada seseorang yang mengantarmu, apakah dia kakakmu?" tanya Angel, membuat keyakinan Markian terhadap Angel menjadi kenyataan.
"Iya, dia kakakku."
"Kau beruntung sekali mendapatkan kakak yang tampan seperti itu. Di mana kau belajar sebelumnya? Apakah di luar negeri?" tanya Angel lagi.
"Tidak, hanya di dalam negeri saja."
"Oh, kenapa kau pindah ke sini?" tanya Angel lagi. Markian merasa sebal dengan basa basi yang tidka berguna ini.
__ADS_1
"Sebenarnya apa tujuanmu mendekati Lyla, apa kau punya maksud tujuan lain?" ucap Markian membuat Angel yang akan bicara menutup mulutnya.
"Markian, kau tidak sopan!" Lyla menyenggol lengan Markian dan menatapnya tak suka, dia merasa tidak enak hati terhadap Angel, meski iya mungkin ada tujuan lain, tapi tidak seperti itu cara menegurnya.
"Tidak sopan apanya? Kau tidak tahu saja bagaimana sifatnya," ucap Markian dengan sebal.
Angel yang mendapatkan ucapan seperti itu tak kalah sebalnya, dia merasa Markian memang tidak menyenangkan sama sekali, itulah sebabnya dia tidak pernah ingin mendekati laki-laki ini.
"Kenapa kau mencurigaiku, Mark? Aku hanya ingin berteman saja dengannya. Apa itu salah?" tanya Angel dengan nada yang kesal.
"Aku tidak percaya, kau hanya menginginkan pertemanan yang menguntungkan," jawab Markian apa adanya.
"Markian!" tegur Lyla sekali lagi, kali ini Markian akan diam saja.
"Kau berteman dengan orang yang tidak menyenangkan, Lyla. Ya sudah, aku tidak akan mengganggumu. Jika kau mau, kami bisa menjadi temanmu. Kau bisa bergabung dengan kami di sana," tunjuk Angel ke arah di mana Sarah dan Eve berada. Sarah dan Eve yang ditunjuk melambaikan tangannya pada Lyla dan Angel. Lyla mengangguk disertai senyuman untuk dua orang itu.
"Senyumnya sangat manis sekali," bisik Eve.
"Ya, jangan bicarakan hal ini. Atau, kau akan tahu bagaimana marahnya Angel jika kau menyanjung orang lain di depannya," ucap Sarah mengingatkan.
"Ya, tentu. Aku tahu," jawab Eve malas.
"Jika kau ingin bergabung dengan kami, kau bisa datang kapan pun kau mau," ucap Angel.
"Senang berkenalan denganmu."
"Aku juga. Senang berkenalan denganmu, Angel," ucap Lyla. Angel berdiri dan menghampiri teman-temannya kembali.
"Berikan kuncimu!" ucap Eve seraya menadahkan tangannya. Sarah mengeluarkan kunci dari dalam dompetnya dan memberikannya dengan sebal pada Eve.
"Senang berbisnis denganmu, Nona!" Eve tertawa kecil.
Lyla menatap Markian yang masih berwajah kesal, kusut bagai pakaian yang tidak disetrika sama sekali.
"Hei, kau ini kenapa?" tanya Lyla sambil menubruk lengan Markian.
"Aku tidak suka kau dekat dengannya," ucap Markian jujur.
Lyla tertawa kecil mendengar ucapan Markian. "Kau melarangku dekat dengan Jeff, kau juga tidak suka aku dekat dengan Angel. Lalu kau mau aku dekat dengan siapa?" tanya Lyla dengan tawa kecilnya.
"Denganku saja. Cukup denganku!" ucap Markian posesif.
__ADS_1
"Astaga, Tuan Lenon. Apa kau sedang menjadi pria posesif di sini?" ucap Lyla lagi. Lenon menurunkan tangannya yang sedari tadi terlipat di depan dada.
"Aku bukan posesif, tapi aku sedang menyelamatkan kau dari hal yang tidak baik," ucap Markian.
Lyla tertawa lagi, membuat Markian yang kesal sedikit demi sedikit menurunkan kekesalannya.
"Oke, Tuan Lenon. Aku percaya denganmu. Aku akan menuruti perkataanmu, siapa-siapa yang baik dan buruk kau katakan saja padaku, aku akan menghindarinya dengan sangat baik."
"Benarkan?" tanya Markian menatap Lyla.
"He-em. Tapi lain kali kau tidak boleh ketus seperti itu pada orang lain, Tuan. Itu hal yang tidak baik. Kau bisa menyakiti hatinya."
"Apa peduliku?" ucap Markian ketus.
Lyla tidak tahan melihat wajah Markian yang merajuk seperti itu sehingga dia mencubit kedua pipinya dengan cukup keras dan menggerakkan tangannya sehingga kepala Markian mengikuti gerakan tangan Lyla ke kanan dan ke kiri. "Kau sangat imut sekali jika seperti ini, Markian!"
Markian menatap wajah Lyla, sama menggemaskan ketika dia memperlakukannya seperti itu. Sadar dengan kekaguman yang tidak biasa membuat Markian menepis halus tangan Lyla. "Jangan perlakukan aku seperti itu. Kau membuatku malu," ucap Markian. Lyla tertawa kecil, begitu juga dengan dirinya.
Jam pelajaran telah usai, hari ini menjadi hari yang sangat menyenangkan untuk Lyla karena dia bisa kembali belajar di tempat yang bahkan jauh dari pemikirannya dulu.
"Kau sangat senang sekali hari ini," ujar Markian yang berjalan di samping Lyla.
"Ya, tentu saja. Aku sangat senang sekali bisa belajar di tempat sehebat ini."
"Apa Tuan Castanov akan menjemputmu?" tanya Markian lagi.
"Iya, dia bilang padaku agar menunggunya."
"Oh, kalau begitu aku juga akan menunggumu sampai dia datang," ucap Markian.
"Eh, tidak perlu, aku bisa menunggunya sendiri."
"Di sini sendirian tidak akan aman bagimu, Nona Cantik. Kau lihat ke sebelah kanan. Jangan menoleh!" ucap Markian dengan cepat saat Lyla akan menggerakkan kepalanya.
"Apa? Kau suruh aku melihat ke arah kanan, kan?" tanya Lyla bingung.
"Di sana banyak yang sedang memperhatikan kita. Aku tahu mereka bukan orang yang baik, mereka suka merayu para wanita apa lagi anak baru. Aku hanya khawatir kau akan diganggu oleh mereka," ucap Markian.
"Oh, baiklah. Aku akan menurut saja padamu, Tuan. Tapi jika kau tidak memiliki urusan yang lain," ucap Lyla.
"Yeah, aku tidak ada urusan lain," dusta Markian.
__ADS_1
Mereka kembali berjalan menuju ke sebuah bangku yang ada tak jauh dari sana, duduk sambil menikmati udara dingin yang berembus pelan.