
Vani terlihat sangat senang saat itu, "Wah! Kamu direkomendasikan langsung sama SMA ke univ negara B?! Itu artinya kamu nggak pulang ke negara A dong!"
Kaituo tersenyum dan kembali mengangguk untuk kedua kalinya
Vani langsung merubah ekspresinya menjadi serius, "Ehem.. Sayang banget, padahal sebelumnya aku udah seneng kamu mau pulang"
"Benarkah? Aku bisa tolak trus pulang ke negara A"
Vani kembali tersenyum, "Becanda, selamat Kai!"
"Hmm.. Itu bukan sesuatu yang bisa di banggain. udah, tidur sana. Jangan gadang main game lagi"
"Okey siap Kai!" Ucap Vani
"Selamat malam Van, mimpi indah" Ucap Kaituo sembari melangkah keluar dari kamar Vani
"Malam Kai!" Seru Vani
Melihat Kaituo sudah keluar dari kamarnya, ia segera duduk di depan komputer dan menyalakannya. Ia kembali meretas CCTV mall dan mengamatinya, 'Rekamannya benar benar hilang permanen, ngga nyangka berhasil. padahal itu pertama kali aku coba hapus rekaman cctv. Baguslah'
Ia mengambil handphone yang ia taruh di atas meja tidak jauh dari ia duduk saat itu. Ia menghubungi seseorang dengan handphone itu
'Tutt'
'Malam Little Van, ada yang bisa saya bantu?' suara Zuan terdengar dari handphone Vani
"Malam juga Kak Zuan. Hehe, tau aja kalau aku butuh bantuan"
'Little Van selalu menelepon saya saat membutuhkan bantuan kan'
"Yap, benar sekali. Jadi gini Kak, bisa hubungi pengacara Jun malam ini juga?"
'Pengacara Jun? Little Van baik baik saja kan? Untuk apa menghubungi seorang pengacara?' tanya Zuan dari telepon
"Bukan buat aku si, tapi keknya besok ada yang butuh. waktunya belum pasti, jadi aku butuhin buat seharian besok. bisa kan Kak Zuan aturin?"
'Tunggu sebentar, saya akan coba menghubungi pengacara Jun' ucap Zuan dari telepon
Beberapa saat kemudian,
'Halo Little Van? Masih di situ?' tanya Zuan dari telepon
"Oh iya, Kak. Gimana?"
'Pengacara Jun sedang mengurus masalah pejabat penting, dia tidak akan bisa. Dia memberikan saya nomor teman pengacaranya yang kebetulan kosong besok. Little Van mau menghubunginya?'
__ADS_1
"Hum.. ya udah, kirim nomornya ke aku" Ucap Vani
'Baik Little Van, ada yang lain?'
"Nggak ada, makasih bantuannya kak Zuan" Ucap Vani
’Sudah kewajiban saya melayani Little Van, selamat beristirahat Little Van'
"Iya Kak, bye bye" Ucap Vani mengakhiri panggilan telepon. Selang beberapa menit Zuan mengirimkan nomor pengacara pada Vani. Vani segera menghubungi nomor itu
'Tutt'
"Hallo?" Sapa Vani, ('Namanya siapa ya? Aku lupa tanya')
'Halo, saya dengan pengacara Sony. Ada yang bisa saya bantu?'
('Sony? Merk alat elektronik?'), "Em.. Saya Vani Osamu. Pengacara Jun yang rekomendasiin anda pada saya"
'Osamu? Nama itu tidak asing bagi saya, tapi apa ya'
"Nggak penting, saya butuh bantuan anda"
'Baiklah saya akan mendengarkannya'
"Ah itu nggak buat sekarang, udah terlalu larut. Besok akan saya hubungi, anda harus siap siaga besok"
"Oke terimakasih atas kerjasamanya, selamat malam" Ucap Vani. Ia mengakhiri panggilannya dan kembali meletakkan handphonenya dí atas meja. Ia berjalan menghampiri kasurnya dan berbaring di atasnya, "Hahhh.. Kepalaku pusing, nggak mood main game. Tidur aja deh" Ia memejamkan matanya dan tertidur lelap
Di pagi harinya alarm membangunkannya dari tidur panjang di malam sebelumnya, Ia segera bersiap siap untuk pergi ke sekolah. Seperti biasanya, Kaituo mengantarkannya ke sekolah sampai tepat di depan gerbang sekolah, "Yosh Kai, aku turun ya" Ucap Vani sembari membuka pintu mobil Kaituo
"Jangan bolos" Ucap Kaituo
"Hmm" Gumam Vani. Ia kembali menutup pintu mobil Kaituo dan melambaikan tangan kanannya, "Bye bye" Ia melangkah masuk melewati gerbang sekolah menuju ke dalam sekolahnya
Sesampainya di kelas sebagian besar siswa sudah berada di sana, namun Agnes belum terlihat sepanjang pengamatannya. Ia memutuskan untuk menunggu dengan duduk di bangkunya, 'Tumben belum berangkat, biasanya dia berangkat sebelum gerbang sekolah buka'
'Drrt.. Drrt..' handphone di dalam saku seragamnya berdering. Ia segera mengambilnya dan mengangkat panggilan, "Halo? Whats up?"
'Van, ingat minggu depan?' tanya seseorang dari telepon
"Hmm.. Minggu depan? Mau ngapain?" Tanya balik Vani. Ia melihat tanggal di satu minggu kemudian
"Tanggal dua belas?"
'Kamu lupa?'
__ADS_1
"Lupa apanya njirr?!" Tanya Vani kesal. Ia mengecek catatan di kalender handphonenya, ia teringat sesuatu, "Oh iya! Hampir lupa“
'Hmm.. Jangan lupa lagi, datang ke markas sepulang sekolah'
"Iya, tenang aja. Aku yang atur. Btw Jack, kamu di kampus?"
'Di rumah'
"Nggak ke kampus? Trus Ray berangkatnya gimana?"
'Naik bus, aku mau tidur, bye' Ucap Jack
'Tut.. Tut..' telepon terputus
"What? Di matiin?!" Ucap Vani kesal
Ia kembali menghubungi seseorang,
'Tutt.. '
"Pagi Nian Uncle" Sapa Vani ramah
'Siang Vani. Lama nggak telepon Uncle. Bagaimana kabarmu disana? Kaituo baik padamu?'
"Baik Uncle. Kai juga baik ke aku. Uncle sendiri gimana? Aunty, kakek, Nenek juga?"
'Kabar kita baik. Kim masih di negara C?'
"Iya, Khakim belum pulang dari enam bulan lalu. dia sibuk sama pekerjaannya"
'Dasar anak itu, terlalu memaksakan diri'
"Hmm.. Benar. Oh ya uncle, barangku gimana?"
'Sudah uncle paketkan kemarin, mungkin hari ini akan sampai di rumahmu'
"Uwaa makasih Nian Uncle" Ucap Vani senang
'Tidak masalah. Kapan kamu ke negara A?' Ucap Nian di telepon
"Hum.. Nunggu libur panjang aku ke sana"
'Baiklah, akan uncle tunggu. Sudah dulu ya, Uncle ada pekerjaan yang harus di urus'
"Iya, Uncle. Sampaikan salamku ke yang lain. Bye bye"
__ADS_1
'Tutt..' Panggilan berakhir