
Di dalam kamar Vani suasana terasa menjadi lebih tenang. tangisan Agnes sudah tidak terdengar, ia hanya terlihat meringkuk diam sembari memeluk bantal. Awani dan Putri sibuk menonton film di televisi
Vani duduk di pinggiran kasur dan menatap datar Agnes, "Udah baikan?"
Agnes mengangguk kecil
"Mandi gih, mau sampai kapan kamu cemari kasurku yang berharga dengan seragam sekolah yang belum kamu ganti dari pagi. trus juga, bantalnya basah kan" Ucap Vani
Agnes perlahan mendekati pinggiran kasur dan berdiri, ia masih terlihat begitu murung
"Udah, jangan pikirin lagi. Smile Nes, Smile" ucap Vani dengan senyuman kecil di wajahnya. Agnes hanya mengangguk. Ia berbalik dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri
Vani menghampiri Awani dan Putri yang sedang serius menonton film, "Woy, temen lagi sedih malah di tinggal nonton film"
"Eh? Udah balik. Mana minumannya" Ucap Putri tanpa menoleh ke arah Vani sedikit pun
"Ntar di anter bibi" Ucap Vani, "Hum.. btw aku mau tanya sesuatu"
Awani menoleh ke arahnya, "Apa? Tanya aja"
"Gini.. putus bikin sedih kan? Sakit hati?" Tanya Vani
"Iya, gila banget damage nya. Apa lagi pertama kali. Kayak Agnes gini, bahkan ada yang sampai bunuh diri gara gara putus doang" Ucap Putri
"Njirr gregetnya, trus udah tau bakalan sakit hati, kenapa harus pacaran coba?" Ucap Vani
Awani dan Putri menoleh ke arahnya, "Wahh.. Vani tanya topik pacaran. Mau coba kencan? Mau ku kenalin cowok?" Goda Putri
"Nggak gitu njirr.. coba pikirin baik baik, apa faedahnya pacaran kalau pas putus jadi sakit hati" Ucap Vani
"Ya.. itu konsekuensinya, siap pacaran siap juga sakit hati. Udah hukum alam itu mah, keknya cuma kamu yang kudet deh" Ucap Awani
"Tcih.. terserah lah, ga peduli juga" Ucap Vani sembari berdiri dari duduknya, "Aku mau main game, jangan ganggu" Ia duduk di depan komputer dan menyalakannya. Di lobi game, ia tidak sengaja melihat player yang ia kenal sedang online. Ia langsung mengundang party dirinya, "Oh.. di terima" Ucap Vani. Ia mengirim whisper pada player tersebut
Di Chat whisper,
Vani : 'open voice'
Player : 'sorry girl, cant'
Vani : 'sok bat ****'
Vani : 'lo kok sensor si'
Player : 'duo? Where Agnes?'
Vani : 'oiya.. dia abis ptus sma pcarnya'
Player : 'srius? Gmana kndisinya skrng?'
Vani : 'sdih lvl hard'
Player : 'open voice, critain smuanya'
Vani : 'sorry man, cant^^'
Player : 'am out party'
__ADS_1
Vani : 'njirr bperan'
Vani : 'owh r 2x no sensor'
Player : 'lets go'
Vani memakai headphone dan memulai game. Ia menceritakan semua yang menimpa Agnes saat itu. Beberapa menit kemudian, Agnes keluar dari ruang ganti dan duduk bergabung dengan Awani dan Putri, 'Jack, dia udah keluar' bisik Vani
'kasih ke dia' balas Jack
'oke, jagain karakterku bentar'
Vani melepas headphonenya dan berdiri dari duduknya, "Nes, mainin bentar. Aku kebelet bat sumpah!"
Agnes menoleh ke arahnya, "Nggak mood, Putri atau Awani"
"Jangan! Ntar langsung mati kalau mereka yang main. Bentar aja Nes please, sepuluh menit, enggak.. lima menit deh" Pinta Vani
"Bantu Nes, kasian tuh" Ucap Awani
Agnes bangkit dari duduknya dan menghampiri Vani. Ia duduk di depan komputer dan menggunakan headphone, "Lima menit"
"Oke.. thank you" Ucap Vani. Ia berjalan keluar dari kamarnya
"Lah? Katanya kebelet, kenapa keluar kamar?" Ucap Putri heran
"Saking kebeletnya, dia lupa kalau ada kamar mandi di sini" Ucap Awani
"Jangan bilang dia numpang ke toilet tetangga"
"Mungkin wkwk"
'Agnes' panggil Jack
Agnes sedikit terkejut, "Jack? Ini kamu?"
'baguslah, kamu kenali suaraku'
"Akunmu ganti?" Tanya Agnes
'Joki tier, punya orang'
"Pantes aja. Nicknamenya player, nggak berkelas banget"
'ahahahaa.. kamu kedengeran baik baik aja. eh.. jangan kesana sendiri, ada musuh'
"Okeoke. Aku kan emang baik baik aja" Ucap Agnes
'kamu habis nangis ya' Ucap Jack
Nada bicara Agnes berubah drastis, "Vani kasih tau kamu ya"
'iya. Apa yang bisa aku lakuin buat kamu?'
"Tenang aja, aku nggak cengeng"
'benarkah? Vani bilang kamu nangis keras banget sampai cermin di kamarnya retak'
__ADS_1
"Wah, nggak bener tuh. Cerminnya baik baik aja kok. Apa aja yang dia kasih tau ke kamu?" Ucap Agnes
'banyak, dia cerita dari awal sampai akhir'
"Jangan percaya, kebanyakan ngibul tu anak" Ucap Agnes, "Jack, ada langkah kaki di depan rumah"
'kamu masuk aja, jaga di pintu. aku yang cek'
"Oke, hati hati"
'kalau misal aku kenapa napa, kamu lari yang jauh'
"Ahahahaa.. kesannya kek kamu mau mati. Kalau kamu mati, aku juga ikut mati aja. Percuma bertahan kalau sendiri" Ucap Agnes
'wah, sehidup semati nih?'
"Nggak juga, disini kan posisinya kamu yang gendong aku. Kalau yang gendong mati, aku bisa apa?"
'tenang aja, aku akan lindungin kamu dari semua mara bahaya' Ucap Jack
'waktu yang tersisa tinggal lima menit' suara pemberitahuan
"bhaks.. ahahahaa.. suara apaan tuh? Billingmu abis? Kamu main di warnet?" Ucap Agnes sambil tertawa
"Wah put, liat dia. Sekarang bisa ketawa gitu. Emang ya, game bisa buat lupa segalanya" Ucap Awani
"Benar, ada bagusnya juga si" Balas Putri
"tapi aneh nggak ketawa ketawa sendiri di depan komputer gitu?"
"jelas aneh. tapi biarin aja yang penting dia nggak nangis"
"hum.. benar"
'waktunya hampir habis, aku nggak bawa uang lebih. Maaf Nes' Ucap Jack
"Gapapa.. Eh, bunuh diri aja yok. Aku punya granat, kita mati bareng" Ucap Agnes
'serius nggak apa mati? tier nggak naik loh'
"Cuma game doang gapapa, toh akun Vani hehe. Sini Jack yang deket" Ucap Agnes, "Oke.. satu.. dua.."
'bom!'
'You killed yourself with a grenade'
back to lobby
'Nes, buat janji sama aku. Jangan nangis lagi buat mantanmu' Ucap Jack
"Mungkin, tapi aku nggak bisa janji. Pasti bakal kepikiran kalau sendiri" Ucap Agnes
'kalau kamu sendiri, telpon aja aku. Aku bisa temenin kamu'
"Iya deh iya, udah gih keluar. Ntar suruh tambah bayarnya loh" Ucap Agnes
'oke, bye bye. Jaga dirimu'
__ADS_1
"Waktu anda sudah habis, ahahahaaa" Ejek Agnes
Komunikasi Jack terputus dengannya, ia sudah tidak terlihat online di game. Agnes melepaskan headphonenya dan menyandarkan punggungnya di kursi