
Vani memasang senyuman di wajahnya, "Kedengarannya ngga buruk juga"
"Syukurlah kalau nak Vani bisa mengerti" ucap kepala sekolah senang, "Sekarang, kamu ikut pak Georgio ke kelas dan ucapkan salam perpisahan untuk yang lainnya"
"Eh? Langsung hari ini?" Tanya Vani terkejut
"Ini hari terakhirmu berada disekolah, kamu bisa berkeliling sampai siang sebelum pulang. Tapi sebelum itu, ikut wali kelasmu kembali ke kelas untuk salam perpisahan" jawab kepala sekolah
"Oh.. iya" ucap Vani
"Ayo nak Vani" ajak Georgio
"Iya" jawab Vani
"Kami permisi dulu" ucap Georgio. Ia dan Vani keluar dari ruang kepala sekolah dan berjalan menuju kelas XII MIPA A, "Nak Vani.. ini juga saatnya pengunduran dirimu sebagai ketua kelas, apa kamu sudah siap?"
"Iya" jawab Vani, ("Aku ngga terlalu sedih dengan ini semua, toh ngga ada yang seru juga kalau ke sekolah cuma sendiri ngga ada temen") batinnya
Sesampainya di depan kelas, Georgio menggeser pintu kelas dan masuk ke dalam. Vani ikut masuk dan berdiri tidak jauh darinya, pandangan seluruh siswa di kelas tertuju padanya, "Selamat pagi semuanya" sapa Georgio
"Pagi juga Pak" seru satu kelas
"Sebelum pelajaran dimulai, ada yang ingin teman kalian sampaikan" ucap Georgio. Ia menoleh ke arah Vani, "Silahkan nak Vani"
Vani menaikkan pandangannya dan menatap menyeluruh pada teman teman sekelasnya, "Hari ini, aku Vani Osamu. Mengundurkan diri dari jabatan ketua kelas. Maaf atas semua kesalahan yang udah aku buat saat aku jadi ketua kelas kalian sebelumnya"
"Dan juga, karena jabatan ketua kelas kosong. Hari ini juga akan jadi hari kenaikan jabatan wakil ketua kelas menjadi ketua kelas. Silahkan Evano Yoon untuk maju ke depan kelas" ucap Georgio
__ADS_1
"WOO..!!"
'prok.. prok.. prok' seluruh siswa bersorak dan bertepuk tangan untuk Evano
Evano maju ke depan kelas dan berdiri di samping Vani. Vani melepaskan dua clip emas tanda jabatan ketua kelas di dasinya dan menyerahkannya pada Evano, 'Pake sendiri' ucap Vani lirih. Evano tersenyum kecil membalasnya
"Aku Evano Yoon, sebagai ketua kelas baru kelas dua belas Mipa A akan berusaha untuk menjadi ketua kelas yang lebih baik kedepannya" ucap Evano
"Tepuk tangan untuk ketua kelas baru kalian" ucap Georgio
"Wuhuuu.."
'prok.. prok.. prok'
"Oh iya, dan ada satu hal lagi yang ingin Nak Vani Osamu sampaikan kepada kalian semua. Tolong diam dan dengarkan" ucap Georgio
"Hey, jangan bilang gitu. Kita semua masih bisa ketemu di luar sekolah, kita juga bisa ngobrol di grup kelas" balas Riry. Vani tersenyum kecil kepadanya
"Ah.. udahlah, segitu aja. Gatau mau ngomong apa lagi. Selamat tinggal semuanya, sampai jumpa lagi di acara wisuda, kalau aku diizinin dateng" ucap Vani sembari melambaikan tangannya. Saat ia hendak melangkah keluar dari kelas, Evano menahan tangannya. Vani kembali menoleh ke arahnya
"Ada apa nak Evano? Masih ada yang ingin di sampaikan pada nak Vani?" Tanya Georgio
Evano menggeleng gelengkan kepalanya dan perlahan melepaskan genggamannya. Vani tersenyum kecil dan langsung melangkah keluar dari kelas itu
Di dalam kelas, Riry menoleh memperhatikan Agnes yang duduk di bangku terujung, ("Apa dia nggak masalah temannya pergi gitu aja?") Batinnya penasaran, ("Hubungan mereka lagi renggang ya?")
"Evano silahkan kembali ke bangkumu" ucap Georgio
__ADS_1
"Baik" ucap Evano. Ia kembali ke bangkunya
Georgio melihat waktu di jam tangannya, "Tiga menit lagi, guru mapel jam pertama akan kesini. Kalian tetap diam dan tunggu gurunya datang. Bapak ke kelas lain untuk mengajar"
"Baik Pak" seru satu kelas. Georgio melangkah keluar dari kelas itu
Agnes terlihat murung dengan kepergian Vani, ("Apa masalah ini terlalu serius? Kenapa dia sampai harus belajar daring? Nggak bisa, ini bukan kesalahan Vani. Kenapa dia harus menanggung lebih buat semua ini? Tapi.. kalau aku balik deket sama dia, orang orang pasti bakal kasih aku cap buruk")
("Ah.. bodoamat, ini kesalahanku. Aku yang seharusnya tanggung semuanya!") Batinnya. Ia berdiri dari duduknya dan langsung berlari keluar dari kelas. Ia mengejar Vani yang terlihat sedang berjalan di luar gedung kelas XII, "VANI!" teriaknya sembari berlari. Langkah Vani langsung terhenti
Di kelas XII MIPA B,
'Oh.. barusan suara Agnes, denger?' Tanya Putri lirih sembari menoleh ke arah Awani di bangku sampingnya
'Iya denger' jawab Awani lirih, 'Mereka pasti lagi kena masalah, mau ikut nggak?'
'Jangan dulu, ntar sia sia kita jauhin Vani dari kemarin kemarin'
'Rencanamu berlebihan nggak sih? Ultahnya masih bulan depan, tapi kita pranknya jauhin dia dari kemarin'
'Gapapa lah, ide bagus tahu. Gini ya, ntar kan satu bulan dia nggak ngobrol sama kita. Pasti dia kangen. Apalagi di hari ulang tahunnya, dia pasti bakal kesepian nggak ada kita. Nah pas itu kita..'
"SURPRISE!!!!" teriak Putri
Seluruh siswa di kelasnya terkejut dan langsung menoleh ke arahnya, "Woi berisik!" Ucap ketua kelas
Putri menyipitkan matanya dan menatap ketua kelas, "Yaa maap"
__ADS_1