
"astaga! Aku harus ketemu dosen pembimbing siang ini!" Ucap Ray teringat
"Penting banget ya?" Tanya Vani
Ray menganggukkan kepalanya, "Maaf ya, aku nggak bisa temenin kamu lamaan lagi"
"Iya gapapa, pergi aja"
"Kamu nggak marah kan?"
"Ngga kok, sans aja kali. Oh ya, nomorku jangan di blokir lagi dong"
"Iya aku buka. Kamu bisa telpon aku kapan aja" ucap Ray sembari mengeluarkan handphonenya. Ia menghapus nomor Vani dari daftar blokir
"Yaudah sana" ucap Vani
"Sampai jumpa" ucap Ray sembari tersenyum
"Bye bye"
Ray berjalan keluar dari rumah Vani dan mencari transportasi umum untuk kembali ke kampusnya
"Senangnya" ucap Vani. Ia mengambil tasnya dan berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Setelah mengganti pakaiannya, ia mampir sejenak di depan cermin, ("Perbannya lepas sekarang gapapa kan? Ganggu banget soalnya") batinnya. Ia melepas perban yang menutupi mata kirinya. Ia membuka mata kirinya dengan perlahan, "Silau jirr" ia beberapa kali mengedipkan matanya untuk menyesuaikan diri, ("Kok ngeblur sebelah ya? Cara settingnya gimana?") Batinnya, "Ahahhaa.. biarin aja lah, ntar juga sembuh" Ia melanjutkan aktivitasnya dengan bermain gadget hingga sore hari
"Lah.. cepet amat jamnya" ucap Vani tersadar. Ia meletakkan handphonenya dan berjalan keluar dari kamarnya. Ketika hendak menuruni anak tangga, ia melihat Kaituo melintas di bawah. Ia langsung menuruni anak tangga dengan cepat, "WOY KAI KAI KAI!" teriaknya
Kaituo menoleh ke arahnya, "Hey liat ke tangganya, nanti jatuh!" Ucapnya
Vani sampai di hadapan Kaituo, "Sans.. aku pro" ucapnya bangga
"Kenapa?" Tanya Kaituo
Vani memasang senyuman lebar di wajahnya, "Aku punya berita bagus, hehe"
"Bodo amat" ucap Kaituo sembari berbalik
"Dih.. kok gitu, tanya dulu dong"
"Apaan?"
"Aku udah baikan sama Ray" ucap Vani senang
__ADS_1
"Apa urusannya sama aku?" Tanya Kaituo
"Iya juga si" ucap Vani, "Kasih selamat lah"
"Selamat" ucap Kaituo
"Aku ngobrol sama punggungmu apa? Hadap kesini dong" ucap Vani. Kaituo kembali berbalik dan menatap Vani dengan tajam
"Kamu kenapa? Lagi ngga mood ya?" Tanya Vani penasaran, "Atau.. lagi datang matahari?"
"Aku capek" ucap Kaituo
"Kamu dihukum di kampus?"
"Nggak"
"Trus?"
"Jangan banyak tanya, urus aja urusanmu" ucap Kaituo sembari berbalik. Ia melangkah meninggalkan Vani menuju kamarnya
("Ngga biasanya dia gitu, apa dia diganggu orang ya?") Batin Vani
"Oh" Vani sedikit tersentak dan langsung menoleh ke arah Jack, "Baru pulang?"
"Nggak, mau berangkat" ucap Jack dengan ekspresi datar, "Ada apa?"
"Oh ya Jack... yahh.. kamu ngga satu kampus sama Kai ya"
"Kenapa?"
"Apa menurutmu, Kai di kampus itu anak cupu trus jadi korban bullying?"
"Kaituo? Haha.. nggak mungkin lah"
"Iyakan, aku juga mikir gitu"
"Emang dia kenapa?"
"Barusan pulang dari kampus, dia keliatan murung banget. Katanya capek"
"Ya berarti dia capek, emang kamu capek nggak lemas? Jangan mikir aneh aneh"
__ADS_1
"Ahahaha.. iya juga"
"Perban matamu dilepas kapan?"
"Tadi siang"
"Udah normal sekarang?"
"Udah"
"Hmm.. bagus deh" ucap Jack sembari mengangguk kecil, "Ya udah, aku ke kamar dulu. Kamu juga balik aja ke kamar. Kaituo, biarin dia sendiri dulu. Jangan ganggu, nanti moodnya tambah hancur"
"Okeoke" ucap Vani. Mereka berdua berpisah dan berjalan menuju kamar masing-masing. Di dalam kamarnya, Vani hanya diam terbaring di atas kasurnya, "Hahhh.. main handphone udah, sekarang apa?"
'drrtt.. drtt..' Dering handphonenya berbunyi. Vani langsung mengambil handphone itu dan mengecek siapa yang meneleponnya, "Yah.. bukan Ray"
'tutt..'
"Hallo Evano? Ada apa?"
'kenapa nggak telpon aku?' tanya balik Evano
"Yee.. kenapa juga telpon kamu"
'hmm.. kamu nggak masalah nggak tahu materi ujian senin besok?'
"Oo.. yang itu ya"
'besok kamu free kan?'
"Yoii.. aku free terus"
'kita ketemu di perpustakaan belakang sekolah jam tujuh pagi'
"Mau ngapain?"
'datang aja' ucap Evano
"Tut.. tut.. tut.." Ia langsung mengakhiri panggilannya
"Lah dimatiin" ucap Vani, "Ngapain juga dateng, males amat ke perpus"
__ADS_1