
"eh? Apanya yang melenceng?" Tanya Vani bingung, "Tunggu.. kok kita bisa bareng disini? Perasaan aku kesini buat belajar sama Evano. Eh?? Apa cuma mimpi ya?"
"Kamu tidur trus mimpiin cowok lain? Siapa Evano?" Tanya Ray
"Beneran mimpi?" Tanya Vani bingung
"Ahahahahaa.. wajahmu keliatan lucu pas bingung" tawa Ray senang
"Kenapa ketawa? Yang bener yang mana?"
Ray tersenyum kepada Vani, "Aku baru aja datang buat ajak kamu makan siang, kamu belum makan kan?"
Vani menggeleng gelengkan kepalanya, "Belum. Eh tapi.. aku tadi sama Evano kan? Dimana dia?" Tanyanya sembari mencari keberadaan Evano
"Kenapa cari dia? Bukannya ada aku disini?" Tanya balik Ray
Vani tersenyum senang, "Iya juga, kenapa harus cari dia"
"Hum.. yaudah, ayo keluar cari tempat makan" ajak Ray sembari berdiri dari duduknya
"Mana Evano? Ngga sekalian ajakin makan siang bareng juga? Dia ketoilet ya?" Tanya Vani
"Dia... Pulang, katanya ada urusan mendadak" jawab Ray
"Yee.. pergi ga bilang bilang" ucap Vani dengan ekspresi datar, "Untung ada kamu disini, kalau ngga pas aku bangun tidur jadi orang linglung sendirian"
"Lain kali jangan mau kalau diajak pergi berdua, apalagi sama cowok"
"Sama kamu juga ga boleh berdua?"
"Sama aku kan pengecualian" ucap Ray
"Ahahahaa.. apaan sih" tawa Vani senang
"kalau ketemu orang apalagi cowok, bilang aku. Aku temenin kamu"
"Iya iya aku bilang"
"Janji?"
"Iya janji kok, ketemu guruku juga kamu ikut kan? Guruku juga cowok"
"Nggak, itu pengecualian juga"
"Yah.. gimana sih"
Ray mengulurkan tangannya pada Vani, "Ayo pergi" ajaknya
__ADS_1
Vani meraih tangan Ray dan berdiri dari duduk, 'akh.. aw aw aw..' Ia kembali duduk di kursinya karena kakinya yang terluka bereaksi setelah ia menekannya untuk berdiri
"Ada apa?" Tanya Ray cemas
"Kemarin malem kakiku kena beling" ucap Vani
"Yang mana? Kenapa nggak telpon aku?" Ucap Ray cemas
"Telapak kaki kiriku" ucap Vani sembari mengangkat kaki kirinya dan menunjukkan perban luka di telapak kakinya
"Sebelumnya pas kamu teriak, berdiri nggak sakit?"
"Ngga tau, tadi ngga kerasa apa apa. Aku baru inget barusan kalau kakiku lagi sakit"
"Kamu kesininya gimana?"
"Di anterin Jack"
"Jalanmu jadi susah ya, pasti sakit" ucap Ray sedih
Melihat Ray bersimpati kepadanya, Vani mendapatkan sebuah ide, ("Hehe, Kesempatan") batinnya senang, "Sakit banget, aku ngga bisa jalan sementara kata dokter"
"Kena beling sampai panggil dokter?" Tanya Ray
"Iya.. soalnya lukanya satu cm lebih" jawab Vani
"Eh?"
"Aku bopong kamu"
"Nice ide"
Ray berlutut membelakangi Vani, "Sini" Vani tersenyum senang dan menurutinya. Ray berdiri sembari membopong Vani. Vani menyandarkan kepalanya di pundak Ray, "Kita ke restorannya jalan kaki aja ya" ucapnya senang
"Ide bagus" ucap Ray. Ia mulai melangkah keluar dari perpustakaan dan menyelusuri trotoar mencari restoran terdekat
"Oh.. di persimpangan depan situ ada restoran yang sering aku datengin" ucap Vani sembari menunjukkan arah
"Oke kita kesana" ucap Ray, "Kali ini aku yang traktir kamu, kamu nggak boleh ngeluarin uang sepeserpun"
"Eh.. stop Ray" ucap Vani menghentikan langkah kaki Ray
"Kenapa? Kamu keberatan?" Tanya Ray
("Ray bawa uang berapa coba? Set menu paling murah diresto itu sekitar empat ratus ribuan, itu pun cuma buat satu porsi. Uang Ray cukup ngga ya? Gimana kalau ngebebanin dia?") Batin Vani, "Ngga keberatan sih, kan sewajarnya cowok yang bayarin" ucapnya
"Trus kenapa?"
__ADS_1
"Aku harus telpon Khakim siang ini, ada urusan penting. Bisa turunin aku ngga?" Ucap Vani
"Privasi?" Tanya Ray
"Iya"
"Okee" ucap Ray. Ia menurunkan Vani dan membantunya duduk di pinggiran trotoar. Ray berjalan menjauh untuk membuat jarak dari Vani. Setelah memastikan Ray menjauh darinya, Vani menghubungi Jack dengan handphonenya
'tutt.. tutt..'
'hallo? Ada apa? Minta jemput?' ucap Jack dari telepon
"Aku mau tanya, penting!" Ucap Vani
'apa?'
"Berapa uang sakunya Ray?"
'Dia nggak minta uang saku. Biasanya dia bawa uang tiga ratus sampai lima ratusan di dompetnya buat jaga jaga. Kenapa? Kamu takut Ray nggak bisa bayarin makananmu? kamu peka lah, jangan pilih restoran mahal kalau lagi sama dia'
"Iya iya tau, makanya aku telpon kamu"
'jadi sekarang kamu udah nggak sama temenmu itu?'
"Ngga, dia udah pulang"
'katanya belajar, ujung ujungnya sama Ray'
"Belajarnya kan udah tadi. Aku sama Ray cuma mau makan siang bareng kok"
'iya terserah. Aku tutup telponnya' ucap Jack mengakhiri percakapan. Ia langsung memutuskan panggilan telepon itu
Vani menoleh ke arah Ray dan melambaikan tangannya, "Oyy Ray, aku selesai" serunya
Ray mendengarnya dan segera berjalan menghampirinya, "Udah selesai?"
"Iya" jawab Vani
"Ayo naik lagi" ucap Ray. Ia kembali membopong Vani dan melanjutkan perjalanannya
"Oh ya Ray.. gimana kalau ganti tempat makannya, soalnya aku bosen disana" ucap Vani
"Dimana kamu mau makan?" Tanya Ray
"Kcf mungkin, aku lagi pengen makan ayam hehe"
"Oke, kita kesana" ucap Ray dengan senyuman di wajahnya, ("Dia sangat pengertian") batinnya senang
__ADS_1