Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter62


__ADS_3

Vani mengambil satu topeng secara acak dari dalam kardus, "Nggak ada serem seremnya ni topeng. Emang ada yang bakalan takut ama ginian" Ia menoleh ke sekitarnya, namun tidak ada orang yang bisa ia ajak mengobrol, ("Ngomong sendiri") batinnya. Ia kembali ke tempat timnya berada


"Kamu sudah mengambilnya?" Tanya Darren


Vani menunjukkan topeng miliknya


"Menakutkan sekali milikmu" Ucap Darren sembari menghindar


Vani mengamati topengnya dan mencari dimana letak keseraman topeng itu, "Di sebelah mananya yang serem?"


"Itu topeng arwah penasaran penunggu sekolahan, namanya Chuu. Dia gadis yang meninggal karena perundungan disekolah dan akhirnya menjadi arwah gentayangan" Jelas Darren


"Masa si" Ucap Vani


Awani datang menghampiri mereka bertiga, "Enak banget setim sama wakil sendiri ya"


"Nggak enak" Ucap Vani


"Wkwk.. Van, kamu tadi telpon ada apa?" Tanya Awani


"Dah basi. Btw tim mu ngobrolin apa aja?" Tanya balik Vani sambil tersenyum


"Oh.. banyak banget topiknya. Tapi aku nggak ngerti mereka ngomong apa, aku pake translate jadi gajelas artinya" Jawab Awani

__ADS_1


Saat Vani tidak sengaja menoleh, ia melihat Evano dengan pakaian berlipat-lipat yang cukup tebal dan mengenakan sarung tangan hangat, "Puftt" Pandangannya kembali tertuju pada Awani, ia tersenyum kecil dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua bahunya, "Aw, yang bener aja.. musim panas gini pakai baju tebel gitu" Serunya, "Nggak panas emangnya?"


"Eh?" Awani memeriksa pakaiannya, "Jaket ni adem kok, nggak tebel juga"


"Em.. Seharusnya perkataanmu itu ditujukan ke Evano, bukan ke teman kamu" Saut Darren


"Ha?" Vani langsung menoleh ke arahnya, "Eee.. Oh ya Darren, Kenalin. Dia Awani" Ucapnya mengganti topik pembicaraan


"Hai" Sapa Awani


"Hi, nice to meet you" Sapa balik Darren


"Eh.. udah waktunya ke posisi nih, aku duluan ya. Bye" Ucap Awani. Ia kembali bergabung dengan timnya dan pergi bersama mereka menepati posisi


"Em..." Pandangan Evano menjelajah, tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata Vani sejenak. Ia segera kembali mengalihkan pandangannya, "Kita juga pergi" Ia berjalan mendahului mereka berdua menuju posisi yang sudah di tetapkan


"Darren, ayo" Ajak Vani. Darren mengangguk dan mereka berdua berjalan menyusul Evano dari belakang


Sesampainya mereka bertiga di tempat posisi berjaga. Vani mematikan senternya dan menggunakan topeng yang ia bawa, "Gelap banget disini"


"Kalau terang, tidak akan menakutkan" Ucap Darren


"Trus gimana caranya kita tau mereka lewat, kalau gelap gini" Ucap Vani

__ADS_1


"Diamlah, mereka bawa senter" Ucap Evano yang terganggu dengan obrolan singkat mereka berdua. Vani dan Darren terdiam sembari fokus mengamati jalan setapak yang di jadikan rute perjalanan malam. Hingga, sebuah cahaya dari lampu senter terlihat perlahan mendekat ke arah mereka


'Eh.. mangsa mangsa' Ucap Vani lirih


'okay' Ucap Darren


'aku aja' Ucap Vani


Ketika pasangan peserta melintas di hadapan mereka, Vani berdiri dari semak semak dan menyalakan senternya dengan cahaya yang menyinari topeng seram miliknya, 'hihihihihi....' Ia tertawa meniru suara seram yang sering ia dengar di film film pada umumnya


Salah satu peserta menoleh ke arahnya dan berteriak lepas, "Aaaaaaa...!!!" Mereka berdua langsung lari terbirit-birit dengan harapan cepat menyelesaikan rute perjalanan malam


Vani kembali tertawa setelah melihat reaksi dua orang yang sukses ia kerjai, "Bhakss.. ahahahahaaa.. Padahal mereka pasti tahu kalau kita yang nakutin. Kok lari kenceng banget si, wkwk"


Mereka bertiga terus mengulangi kejadian yang sama dan tanpa henti tertawa melihat reaksi yang berbeda beda dari setiap pasangan peserta


'AAA!!'


"Eh.. liat, kasihan yang cewek sendalnya ketinggalan" Ucap Vani sembari mengarahkan cahaya senternya ke sendal yang tertinggal di tanah


"Lol, Ahahahaaaa" Tawa Darren


"Ahahahaaa... Seru banget ngerjain orang gini. Nggak nyesel aku ikut kemah" Ucap Vani

__ADS_1


Keadaan menjadi hening, mereka kembali menunggu peserta selanjutnya lewat


__ADS_2