Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter51


__ADS_3

"Hahhh.." Awani menghela nafas panjang dan memperhatikan sekitarnya, "Hm.. menurut kalian, ini Villa?"


"Emang Villa kan" Ucap Putri


"Villa punya siapa? Kok besar banget, trus kamar juga banyak"


"Hum.. iya juga, daripada Villa. Lebih pantes namanya penginapan atau asrama" Ucap Vani


"Udah dikatain villa ya villa aja" Ucap Agnes


"Ciri khas villa apaan?" Tanya Vani


"Mana ku tau"


Keadaan mendadak hening seketika, mereka hanya terdiam sembari menatap satu sama lain secara bergantian


"Mau ngapain coba" Ucap Agnes


"Ambil makanan instan trus makan di luar aja yuk" Ajak Vani


Putri menoleh ke arah Vani, "Mie?"


"Nasi" Jawab Vani


"Microwave punya siapa?" Tanya Awani


"Disini pasti ada. Tadi di kamar, atas meja samping kulkas apaan hayo" Ucap Vani


"Eh? Ada microwave? Ga liat aku" Ucap Agnes


"Kan aku tanya ada apa, kenapa balik tanya? kan kulkasnya gaada juga dikamar"


"Njirr, ku kira ada" Ucap Agnes


"Dapur villa ada pasti" Ucap Awani


"Dapurnya ada, microwavenya gaada" Ucap Vani


"Ada lah. Masa villa terbesar di negara c gapunya microwave" Ucap Awani


"Di kamar ada njirr" Ucap Vani


"Iya tau" Ucap Agnes


"Ngapain bahas sampai dapur segala sih"


"Wkwk.. gabut"


"Nah.. sekarang, nasi menu apa?" Tanya Vani


"Beef" Ucap Putri


"Jangan jangan, ga suka aku"


"Yee.. siapa yang nawarin? Aku pengen buat diri sendiri juga" Ucap Putri

__ADS_1


"Oh.. oke. Putri beef. Kalian berdua apa?" Ucap Vani


"Aku manusia ya, tolong"


"Aku.. terserah, yang penting ga pedes" Ucap Awani


"Terserah? Ku buatin nasi ama garem mau?" Tanya Vani


"Boleh, tapi buat nasinya langsung pakai air laut biar asin"


"Oke, kamu yang ke pantai ambil air"


"Nggak jadi"


"Hmm.. Chicken wings gimana?" Tanya Agnes


"Boleh boleh" Ucap Awani


"Ku juga" Ucap Vani


"Aku sama aja deh" Ucap Putri


"Njirr, gapunya pendirian" Ucap Awani


"Bukannya gitu, aku cuma ngompakin kalian"


"Terserah dah"


"Oke fiks, empat porsi nasi lauk chicken wings. Satu pedes banget buat putri, satunya nggak pedes buat Awani trus sisanya medium" Ucap Vani


"Okee nice" Ucap Agnes


"Nah.. masalahnya, beli dimana? Disini gaada minimarket kan? Cafe ga mungkin jualan fast food" Ucap Vani


"Trus ngapain kamu tawarin kita tadi?" Tanya Awani


"Iya woy, udah nentuin menu juga lagi" Sambung Putri


"Bikin topik obrolan lah, daripada diem dieman hayo" Ucap Vani dengan senyuman kecil di wajahnya


"Dahlah males" Ucap Agnes


"Sama"


"Sekarang ngapain?" Tanya Awani


"Gatau lagi" Ucap Agnes


"Gajelas" Ucap Vani, "Main game gimana?"


"Males" Ucap Agnes


"Makan?"


"Males, rame"

__ADS_1


"Trus apa lagi" Ucap Vani


'drrtt.. drttt..' Dering Handphone Vani terdengar dan membuatnya segera mengangkat handphone untuk mengeceknya, ("Ray? Bukannya dia lagi ngambek? Kenapa telepon?") Batinnya. Ia menoleh ke arah ketiga temannya, "Kalian pikirin rencana kita abis ni, ku angkat telepon bentar"


"Oh.. oke" Ucap Agnes


Vani berjalan menjauh dari ketiga temannya dan segera menerima telepon dari Ray


'tutt..'


"Hallo?" Sapa Vani


'Hai' Sapa balik Ray dari telepon


"Ha?"


'kamu udah sampai di negara C?'


"Dah dari tadi"


'Baguslah, kamu betah disana? kalau nggak pulang aja jangan memaksakan diri'


"Ku baru sampai beberapa jam yang lalu, masa pulang sih"


'Jangan mencar ke tempat asing sendiri, kamu gampang nyasar'


"Nggak akan nyasar, tenang aja"


'Nggak akan? Kamu berniat pergi ke tempat asing?' Tanya Ray dari telepon


"Eh.. nggak nggak. Btw Ray, kamu udah nggak marah?" Tanya balik Vani


'Marah? Buat apa?'


"Kemarin kamu pulang gitu aja dari rumahku"


'Aku nggak marah, cuma kecewa dikit'


"Oh soal main? Gimana kalau kita pergi minggu lusa? Ke taman bermain gimana? Aku traktir" Ucap Vani


'Nggak perlu, lupain aja'


"Yahh.. padahal aku pengen main kesana. Gapapa, aku bisa ajak Kai"


'Aku yang akan pesan tiketnya, jangan pergi sama dia'


"Beneran?" Tanya Vani


'iya, aku akan datang jemput kamu jam tujuh pagi'


"Jemput? Kita jalan kaki?"


'Aku bisa pesan taxi'


"Oke, aku tunggu. eh.. aku udah harus pergi. bye bye" Ucap Vani

__ADS_1


'byee'


'tutt..' Vani mengakhiri panggilan itu. Ia sedikit merasa senang mengingat percakapannya dengan Ray, "Jangan pergi sama dia. Bhaks.. ahahahahaaa"


__ADS_2