
Kaituo tidak sengaja melihat waktu di jam dinding ruangan itu, "Oh jam lima, kita harus ke butik sekarang" ucapnya sembari menoleh ke arah Vani
"Heh? Sekarang?" Tanya Vani
"Iya ayo" ucap Kaituo sembari mengulurkan tangannya untuk membantu Vani berdiri. Mereka berdua naik ke lantai atas dan berjalan menuju pintu rumah
"Eh.. Non Vani sudah pulang toh" ucap Bibi
Vani dan Kaituo menghentikan langkah dan menoleh ke asal suara, "Iya Bi, dari tadi. ni mau berangkat lagi" ucap Vani
"Berangkat kemana non? Udah makan belum?" Ucap Bibi
"Udah tadi, ntar malem juga makan sama Khakim. Hari ini masak buat bibi sendiri aja" ucap Vani
"Baik non. Sayang sekali, padahal bibi lagi siapin bahan buat makan malem. Simpan lagi deh buat besok" ucap Bibi
"Maaf Bi" ucap Vani
"Gapapa Non"
"Jaga rumah Bi, kita mau keluar sampai malem" ucap Kaituo, "Ayo" Mereka berdua kembali berjalan
"Baik tuan Kaituo, hati hati di jalan. Kalau bisa pulangnya jangan terlalu larut ya" ucap Bibi sambil tersenyum
"Iya Bi, sans" ucap Vani sembari berjalan. Ketika melewati tangga, ia menghentikan langkahnya, "Wait" Ia berlari menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil kantung belanjaan sebelumnya. Ia keluar dari kamar dan kembali menghampiri Kaituo
Vani mengambil salah satu kotak jam tangan dan memberikannya pada Kaituo, "Ambil ini"
"Thanks" ucap Kaituo
"Padahal ngga ultah minta di kasih hadiah" ucap Vani
"Emangnya harus ultah dulu baru dikasih kado?"
"Iyalah"
"hum.. terserah" ucap Kaituo sembari berjalan meninggalkan Vani dan keluar dari rumah
"Ga asik" ucap Vani sembari berjalan mengikuti Kaituo. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan Kaituo melajukan mobil itu menuju ke Butik Zura.Sesampainya disana, mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam butik
"Selamat datang kembali Tuan Kaituo dan Nona Vani. Penata rias sudah datang, silahkan untuk berganti pakaian terlebih dahulu" ucap pelayan menyambut
"Iya" ucap Kaituo. Ia menoleh ke arah Vani, "Cepat ganti bajumu"
"Aku pake make up? Trus kamu juga?" Tanya Vani
"Kamu doang lah" ucap Kaituo
"Kamu beneran ngga mau tukar posisi sama aku? Aku ngga make up pake jasnya, trus kamu pake gaun make up-an" ucap Vani
"Cepat ganti!" Ucap Kaituo
"Tcih.. diajak becanda dikit aja susah" ucap Vani. Ia mengambil gaun yang di bawakan salah satu pelayan dan masuk ke dalam ruang ganti untuk mengganti dressnya. Selesai berganti dress mereka berdua keluar dari ruang ganti dan pelayan pelayan mengerubungi mereka untuk merapikan dress dan menata rambut. Vani kemudian diarahkan untuk duduk di kursi depan cermin supaya memudahkan proses make up. Kaituo menunggunya dengan duduk di kursi tunggu yang disediakan butik
"Jan tebel tebel make upnya" ucap Vani sembari memejamkan matanya
"Serahkan pada saya, saya akan membuat nona menjadi wanita tercantik selama pesta" ucap penata rias
"Yee.. lebay" ucap Vani
"Ahhahahaa.. Oh ya, tidak perlu memejamkan mata terus menerus" ucap penata rias
"Oh iya kah" Vani kembali membuka kedua matanya, "Jangan pake sofel"
__ADS_1
"Sofel?" Tanya penata rias
"Yang dimasukin ke mata itu, masa gatau si. Palsu ya" ucap Vani
"Softlens"
"Tadi aku cuma ngetes pengetahuanmu" ucap Vani
"Hehh.. benarkah?" Ucap penata rias sembari tersenyum kecil
"Dah buruan make up-nya" ucap Vani mengalihkan topik pembicaraan
"Baiklah, mohon kerja samanya nona" Penata rias itu mulai mendandani Vani dengan skill make up yang ia punya
Beberapa saat kemudian, proses make up telah selesai, "Saya tidak menambahkan banyak make up ke wajah nona. Saya ingin membuat wajah nona senatural mungkin seperti yang nona inginkan" jelas penata rias
"Oh.. gini aja deh" ucap Vani sambil berdiri dari duduknya, "Nice"
"Terimakasih atas kepuasan nona" ucap penata rias senang
"Sama-sama" ucap Vani sambil tersenyum. Ia berjalan menghampiri Kaituo yang sedang asik dengan layar handphonenya, "Woy, Kai"
"Selesai?" Ucap Kaituo sembari menyimpan kembali handphonenya ke dalam saku. Ia menaikkan pandangannya dan memandang Vani, ia hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah kata apapun
Hingga,
"Ngapain liat aku begitu" ucap Vani dengan ekspresi datar, "Cantik ya, kamu terpesona sama aku. Muach.. Eh.. jijik jijik"
Kaituo langsung mengalihkan pandangannya dan berdiri dari duduknya, "Kenapa make upmu tipis?"
"Kata orangnya biar natural" jawab Vani
"Hum.. menurutku kamu harus make up ulang" ucap Kaituo
"Make up yang cocok sama wajahmu itu.. di sekitar mata kemerahan trus kulitmu juga kurang putih dikit biar perfect. Sama, lipstiknya merah darah, kalau bisa pake nya belepotan" jelas Kaituo
"Maksudmu jadi badut?" Tanya Vani
"Iya! tepat. Aku jamin pas jalan di area pesta nanti, orang orang bakalan terpesona trus liatin kamu terus" ucap Kaituo senang
"Ga bener kau"
"Eh.. gimana penampilanku?" Ucap Kaituo sembari merapikan dasinya dan tersenyum manis
"Ngga pantes. Dressnya dah keren si, tapi rambutmu kuning ga pantes" ucap Vani
"Hey! ini pirang!" Ucap Kaituo ngegas
"Ada ijo ijonya lagi, apa sebagian rambutmu tumbuh lumut?" ucap Vani
"Ini style tau! Keren gini dikatain berlumut" ucap Kaituo sembari merapikan rambutnya
"Lumutan" ucap Vani sembari berjalan meninggalkan Kaituo menuju pintu keluar
"Hey mau kemana? Kamu ke pesta pake sendal?" Seru Kaituo
Vani menghentikan langkahnya dan menundukkan kepalanya untuk melihat sendal yang ia kenakan, "Oh iya" Ia kembali menghampiri Kaituo. Kaituo mengambilkannya sepasang sepatu kitten heels yang telah disiapkan sebelumnya. Vani menggunakan sepatu itu, "Woah... Nambah tinggi dikit"
"Itu nggak tinggi, biar kamu nggak susah jalannya" ucap Kaituo
"Eh.. Kai, alamat tempat makan malamnya dimana? Aku mau mampir ke tempat lain bentar boleh yaa. nanti kita ketemuan di sana" ucap Vani
"Kemana?" Tanya Kaituo
__ADS_1
"Apartemennya Jack" jawab Vani
"Gimana kamu kesananya?"
"Taxi"
"Aku antar" ucap Kaituo sembari berjalan mendahului Vani
"Serius? ntar kamu bisa ikut ke apartemennya" ucap Vani sembari berjalan keluar dari butik
"iya boleh" Mereka berdua kembali masuk ke dalam mobil. Vani mengarahkan pada Kaituo jalan mana yang harus di ambil untuk pergi menuju apartemen tempat Jack tinggal. Di tengah perjalanan, Vani menunjuk ke arah sebuah toko kue yang berada di kiri jalan, "Eh.. mampir bentar ke toko kue itu"
Kaituo membelokkan mobilnya dan berhenti di depan toko kue. Vani membuka pintu mobil dan keluar, "Tunggu bentar Kai"
'brakk' Ia menutup kembali pintu mobil dan segera masuk ke dalam toko kue
Sepuluh menit kemudian, Vani keluar dari toko kue membawa bungkusan yang cukup besar ditangannya. Ia masuk ke dalam mobil dan memangku bungkusan itu, "Temenmu itu ulang tahun ya?" Tanya Kaituo
Vani menoleh ke arahnya, "Kok tau sih? Hari ini itu ulang tahunnya Ray. Aku sama Jack rencanain buat suprise-in dia disana hehe"
'Ray ya' ucap Kaituo lirih
"Ray kenapa?" Tanya Vani
"Lupakan. Kemana kita selanjutnya?" Ucap Kaituo
"Lurus aja trus ada belokan, ke kiri. trus beberapa meter kita stop. Kita taruh mobil di samping jalan, soalnya ga muat masuk gang ke apartemennya"
Kaituo hanya terdiam dan menuruti instruksi yang diberikan Vani
Sesampainya di tempat tujuan, Vani membuka pintu mobil
'klek'
"Aku tunggu sini" ucap Kaituo
"Heh?" Vani menoleh ke arahnya, "Katanya mau ikut ke apartemennya, ayo.. Kamu belum pernah kesana kan"
"Jaga mobil"
"Ngga usah, gaada maling disini"
"Pergi aja, toh aku nggak kenal mereka" ucap Kaituo
"Em.. oke deh, aku cuma bentar. Tunggu ya, kalau bosen tinggal aja gapapa" ucap Vani sambil tersenyum. Ia keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gang. Ia masuk ke dalam apartemen dan naik ke lantai atas tempat kamar Jack berada. Di depan pintu kamar Jack, Vani mengambil handphonenya dan mengirimkan chat pada Jack
Di chat,
Vani : "woy, Ray dah smpe?"
Jack typing...
Jack : "👍"
'Jirr.. ga niat amat bales' ucap Vani lirih. Ia membuka pintu kamar Jack dengan pin yang sudah di beritahukan padanya sebelumnya
'cklekk' Jack dan Ray yang sedang duduk mengobrol langsung menoleh ke asal suara
Vani masuk dan kembali menutup pintu, "SURPRISE!" teriaknya senang
"Happy birthday Ray" sambung Jack sambil bertepuk tangan
Pandangan Ray tidak bisa teralihkan dari Vani yang sedang berdiri di depan pintu sembari tersenyum menatapnya, "Siapa dia?" Ucapnya
__ADS_1