
"Eh? Kak Vani disini, berarti kak Ray juga pulang dong?" Tanya Yukki
"Engga, kakak sendiri" jawab Vani
"Yahh" ucap Yukki kecewa
"Em.. Yukki mau ketemu kak Ray ngga?" Tanya Vani
"Mama bilang, kak Ray di sekolahan terus. Nggak bisa di datengin"
"Bisa kok"
"Beneran? Emang kak Vani tahu tempatnya?"
"Tau lah, mau ngga?"
"Mau mau mau!" Ucap Yukki bersemangat
"Coba lihat iPadnya Yukki bentar" ucap Vani
Yukki mengambil iPadnya dan memberikannya pada Vani. Vani mengirim chat ke ibunya Yukki
Di chat,
Yukki : "tante, Ini Vani. Klau Vani ajak Yukki main keluar boleh ngga?"
Mama sedang mengetik...
Mama : "iya boleh, jangan jauh jauh. Hati hati di jalan"
Yukki : "siap tante"
Vani berdiri dari duduknya dan meletakkan iPad milik Yukki di atas meja belajar. Ia menoleh ke arah Yukki, "Yukki mau siap siap dulu ngga?"
"Iya! Yukki mau mandi biar bisa peluk kak Ray nanti" ucap Yukki senang
Vani memasang ekspresi datar, "Kamu peluk kakak belum mandi?" Tanyanya
"Udah kok tadi pagi"
"Mandi pulangnya aja ya, ntar kak Ray keburu sibuk"
"Em iya deh, sekarang Yukki sisir rambut aja. Kak Vani bisa buat kucir dua kan?" Ucap Yukki
"Bisa" ucap Vani
__ADS_1
"Yeyy!" Ucap Yukki senang. Ia mengambil karet rambut dengan sebuah sisir dan memberikannya pada Vani, "Ini"
"Oke" ucap Vani sembari menerimanya, "Yukki duduk sini"
Yukki menurutinya dan duduk di atas kursi belajarnya. Vani menyisir rambut Yukki dengan pelan, "Kalau ketarik rambutnya bilang ya" ucap Vani
"Iya"
Selesai Vani mengikat rambut Yukki, ia memperhatikannya dengan seksama, ("Miring ngga nih, dahlah biarin aja") batinnya, "Dah jadi" ucapnya
"Wahh.. makasih kak Vani" ucap Yukki senang
"Sama-sama"
"Oh ya, rambut kak Vani kenapa jadi panjang?"
"Karena tumbuh"
"Begitu ya. oh! Yukki punya ide" ucap Yukki bersemangat
"Apa?"
"Kak Vani duduk di kursi ini" ucap Yukki sembari berdiri dari duduknya. Ia mengambil sesuatu di meja lain dan kembali. Vani menurutinya dan duduk di kursi itu, ia melihat Yukki membawa karet kucir di tangannya, "Kamu mau kucir rambut kakak?"
"Iya"
"Yukki aja, Yukki sering kucir rambutnya barbie"
"Iya deh, coba aja"
Yukki berdiri di belakang Vani duduk, namun Vani terlalu tinggi untuknya. Ia tidak bisa mencapai kepala Vani, "Em.. kak Vani duduk di lantai aja. Yukki susah capai rambutnya" ucap Yukki
"Oh.. ahahaha" ucap Vani senang, "Makanya makan yang banyak, biar cepet tumbuh" Ia berpindah duduk di lantai. Yukki menyisir rambut Vani dan berusaha mengucir rambutnya
Sepuluh menit kemudian,
"Udah belom?" Tanya Vani
"Satu lagi" ucap Yukki. Ia melanjutkan upayanya
....
"Jadi!" ucap Yukki
"Udah?" Tanya Vani
__ADS_1
"Iya"
Vani memegang kucirnya dan membandingkannya, ("Hmm.. pasti miring nih") batinnya
Yukki mengambil iPadnya dan menyalakan kamera, "Sekarang kita kembaran, hadap sini kak" Vani menoleh ke arah kamera
"Eh.. kepala kak Vani miringin ke Yukki dikit deh"
"Gini?" Tanya Vani
"Nah, iya.. Senyum" ucap Yukki
'ckrekk'
"Wahh.. bagus banget fotonya" ucap Yukki senang
"Kakak pesen taxi dulu" ucap Vani. Ia memesan taxi melalui handphonenya
"Iya" jawab Yukki. Ia membagikan foto itu pada Ray, 'ih kenapa kak Ray nggak di bales sih, masa sibuk terus'
”Yukki kenapa?" Tanya Vani
"Nggak ada kok" jawab Yukki
"Ayo turun, tunggu taxi di bawah. Bentar lagi sampe" ajak Vani
"Ayo kak" Mereka berdua berjalan keluar dari rumah dan menunggu taxi di pinggir jalan
Di kamar asrama kampus, Ray sedang duduk berbincang dengan teman sekamarnya
"Rik, kau jadi pulang minggu depan?" Tanya Ray
"Iya, mumpung bisa libur. Pengen ketemu keluarga. Seminggu doang aku balik" jawab Riko
"Kamar ini isinya cuma kita, kau pulang aku jadi sendirian"
"Takut kau ya?"
"Bukan takut. Ya kali, aku ngobrol sama tembok"
"Bhaks.. kau kan bisa keluar cari yang lain kalau mau ngobrol. Lagian sebelum kau dateng, ini itu kamar privateku"
"Iya.. terserah. Titip salam ke ortumu"
"Masih minggu depan anj*ng!"
__ADS_1
"Ahahahaa..."