Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter94


__ADS_3

Vani berlutut di depan Evano yang duduk di kursi taman. Ia melepas sepatu kanan Evano, "Apa yang kamu lakukan" ucap Evano


"Kamu keseleo kan? Aku bantu sembuhin" ucap Vani. Ketika hendak melepas kaos kaki Evano, ia terhenti dan menaikkan pandangannya, "ee... lepas sendiri kaos kakimu"


"Kamu kan bisa" ucap Evano


"Hiii.. mana mau aku lepas kaos kaki orang! Kakakku aja ngga pernah minta lepasin kaos kaki!" Ucap Vani


Evano sedikit menundukkan badannya, "A. a.. a... akhh.. sakit, sakit. Aku nggak bisa nunduk sampai ke kaki, tulang punggungku sakit" Ia kembali menyandarkan tubuhnya ke kursi taman dengan rileks


"Hahhh?!" Ucap Vani terkejut. Ia melepaskan kaos kaki Evano dengan ujung kuku tangannya dan melemparkannya ke muka Evano, "Hiiiii.. busuk!"


'plak' Evano hanya memasang ekspresi datar sembari menyingkirkan kaos kaki itu dari mukanya, "Busuk kamu bilang?! Aku baru pakai beberapa jam yang lalu! Kaos kakimu tuh yang busuk, kamu ke sekolah naik sepeda kan? Pasti keringatan"


"Kaos kakiku mah mau sebulan ngga di cuci, tetep enak di pake" ucap Vani


"Hih.. jorok!"


"Ahahaa.. makanya jan deket deket" ucap Vani sambil tertawa lebar


"Emosimu gampang berubah ya, tadi pagi kamu keliatan seneng banget, trus tiba tiba nangis di depan gerbang. Sekarang ketawa lagi" ucap Evano


"Siapa yang nangis woy!"


'Hah.. Orang yang aneh' gumam Evano sambil tersenyum kecil


"Apa kamu bilang?" Tanya Vani


"Cepat sembuhin kakiku" ucap Evano


Vani memegang kaki Evano dengan kedua tangannya dan menariknya dengan keras


'krak..'


"AKHH!! Sakit!"


'plakk!' Evano langsung menepis tangan Vani


"Eh, belum itu.. sekali lagi" ucap Vani


"Kamu mau bikin kakiku tambah parah ya?!" Ucap Evano ngegas

__ADS_1


"Gamau sembuh ya udah"


"Darimana kamu belajar sembuhin keseleo pake tarikan?!"


"Biasanya ku gitu"


"Gimana kalau kakiku sampai lumpuh karena teknik penyembuhan asal asalan mu itu!"


"Ah cerewet! Sembuhin aja sendiri"


"Hm.." Evano memakai kembali kaos kaki dan sepatunya. Vani langsung mencubit lengan tangannya, "Akhh!! Hey! Apa dendammu ke aku?!" Ucap Evano ngegas


"Kamu bilang ngga bisa nunduk tadi, kenapa sekarang bisa?!" Tanya Vani


"Oh.. itu, teknik penyembuhanmu kayaknya ngefek dikit" ucap Evano sembari memalingkan pandangannya


"Alesan" ucap Vani sambil memasang ekspresi datar, "Oh ya, aku panggilin orang kesini buat bawa kamu ke rumah sakit, aku mau pergi urus urusanku"


"Nggak nggak! Aku ikut sama kami, kakiku udah mendingan" ucap Evano


"Nggak usah, ntar tambah parah kalau kebanyakan jalan"


"Kamu udah buat aku bolos keluar dari sekolah, sekarang kamu mau kirim aku ke rumah sakit?! Aku ikut kamu. Ini buat pertama dan terakhir kalinya aku bolos dari sekolah. Lagian kamu punya hutang ke aku pas aku gantiin lari di negara C. Traktir aku makanan" ucap Evano


"Bantu aku berdiri" ucap Evano. Vani mengangkat tangan kanan Evano dan merangkulnya. Mereka berjalan perlahan menelusuri trotoar belakang sekolahan. Mereka hanya terdiam di sepanjang perjalanan, hingga Evano membuka percakapan, "Urusanmu itu, pacarmu yang namanya Ray?"


"Dia bukan pacarku" ucap Vani


Evano menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Vani, "Kamu nangis sakit hati, tapi belum pacaran?!"


"Hmm.. ayo jalan" ucap Vani. Mereka berdua kembali melangkah, "Menurutmu, aku ngga pantes ya di jadiin pacar?"


"Iyalah, cowok mana yang suka sama cewek usil kayak kamu. Tapi.. tipe cewek setiap orang pasti beda" ucap Evano


"Trus kamu, apa kamu punya pacar?" Ucap Vani sambil tersenyum kecil


"Jangan remehin aku! Banyak yang suka aku! Tapi mereka aja yang bukan tipeku"


"Gimana tipemu?" Tanya Vani


"Em.. aku suka cewek yang dewasa dan lebih tua dariku" jawab Evano

__ADS_1


"Kamu punya niat pacaran sama nenek nenek janda?"


"Ya bukan lah!" Ucap Evano ngegas


"Gimana kalau tante tante? Kamu minat?"


"Tua maksudku, satu, dua atau tiga tahun di atasku. Ngga tua banget juga"


"Ahahaha.. kali aja" ucap Vani sambil tertawa kecil, "Berapa umurmu sekarang?"


"Bulan lalu tujuh belas" ucap Evano


"Juli ya. Bulan ini umur Agnes delapan belas tahun. gimana dia, apa dia masuk tipemu?" Ucap Vani


"Em.. dia cantik, umurnya juga pas. Tapi masalahnya, sifatnya sebelas dua belas sama kamu" ucap Evano


"Pilihan tepat, jan suka ke dia. Dia suka orang lain. Oh ya, Putri juga Februari lalu tujuh belas tahun. Dia lebih tua


darimu kan? gimana menurutmu?" Ucap Vani


"Putri? Siapa? Aku nggak kenal" ucap Evano


"Dari kelas sebelah loh, dia sering main sama aku. Masa gatau si"


"Emang aku harus hapal semua teman temanmu apa?"


"Lupain, jangan dia. Dia juga udah suka sama seseorang" ucap Vani, "Kalau Awani, dia lebih muda sebulan dariku. Ngga masuk nominasi"


"Gimana denganmu? Berapa umurmu?" Tanya Evano


"Dua bulan lagi tujuh belas" jawab Vani


"Oktober ya, syukurlah" ucap Evano senang


"Kenapa kamu seneng gitu?!"


"Kamu bukan tipeku, kita bisa terus jadi teman"


"Oh.. Misal aku lebih tua darimu, aku jadi tipemu?"


"Mana mungkin lah"

__ADS_1


"hehh.. Minta di tinggalin ni anak" ucap Vani dengan ekspresi datar


__ADS_2