Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter56


__ADS_3

Selang beberapa menit, Evano menghampiri Vani sembari membawa nampan dengan dua piring dan dua minuman di atasnya. Ia meletakkan nampan itu di meja dan menatanya satu persatu di atas meja, "Bistik apa ni?" Tanya Vani


"Ayam" Jawab Evano


"Serius?"


"Iya serius, lihat ini" Ucap Evano. Ia memotong bistik itu menjadi bagian bagian lebih kecil, "Ayam kan?" Ia menukar piring miliknya dengan piring Vani, "Makan"


"Makasih" Ucap Vani. Ia mulai memakan makanannya, pandangannya tidak sengaja tertuju pada krim hijau di dalam mangkuk kecil, "Hm.. ini krim hijau apaan?"


"Cheese" Ucap Evano


"Ada juga ya cheese warna hijau. Dah lumutan nih" Ucap Vani. Ia mencelupkan bistiknya ke dalam krim hijau yang ia maksud


"Heh.. jangan banyak banyak" Ucap Evano


"Kenapa?"


"Oh.. gapapa"


"Gajelas" Ucap Vani. Ia memasukkan bistik itu ke dalam mulut dan tiba tiba terdiam. Kedua matanya melotot menatap Evano. Ketika mulai mengunyahnya, hidungnya memerah dan matanya berair, "Waahhh.. air!" Ia merasakan sensasi pedas yang luar biasa menusuk dari krim hijau yang ia makan. Ia langsung meneguk minuman di hadapannya. Matanya berkedip beberapa kali karena rasa pedas yang ia rasakan tidak kunjung hilang, "Kamu bilang ini cheese?! Pedes gilaa. aaaaaa... nyengat banget, ga ilang ilangg.. help!"


Evano tersenyum kecil melihatnya


"Wahh.. ga bener, ngerjain aku yaa. Kenapa senyum senyum begitu! Gilaa, ni cabai hijau pedes bangett"


setelah rasa pedas sedikit menghilang dari lidahnya, Vani berinisiatif menusukkan garpunya ke potongan bistik lainnya dan kembali mencelupkannya ke dalam krim hijau. Ia menenggelamkannya sampai seluruh bagian bistik tertutupi krim hijau. Ia mengangkatnya dan tersenyum ke arah Evano


("Firasat buruk") Batin Evano. Ia berdiri dari duduknya, "Aku kebelakang"

__ADS_1


Vani langsung menahan tangannya, "Hey, mau kabur ya! Duduk!!"


Evano kembali duduk diam, "Kamu mau makan itu lagi?"


"Bukan aku, tapi kamu. Aaa.. buka mulutmu. Ini cheese kan" Ucap Vani


"Aku kenyang" Ucap Evano sembari menghidar


"Kamu aja belum makan sedikit pun, masa kenyang sih. Satu suap aja pliss" Pinta Vani


"Jangan bohong, aku tau benar rasanya"


"Tcihh.. curang" Ucap Vani. Ia meletakkan kembali garpunya di atas piring, "Aku pergi" Ucapnya sembari berdiri dari duduknya


"Berikan padaku" Ucap Evano


Vani kembali bersemangat dan langsung duduk. Ia mengambil garpunya dan memberikannya pada Evano, "Nih.. makan"


"Heh? Nggak pedes?" Tanya Vani heran


Meskipun ekspresi Evano tenang saat memakannya, namun hidung merah dan mata yang berair tidak bisa di sembunyikan begitu saja. Ia langsung meraih minuman dan meneguknya hingga habis, "Hahhhh.. aaaa. Wasabi selalu menyengat"


"Namanya wasabi?" Tanya Vani


Evano tidak dapat menahan kepedasannya, "Tunggu.. aku nggak bisa jawab kamu. Aaaaaa.. pedasnyaa. Berikan aku air"


"Mana kartumu" Ucap Vani


Evano langsung merogoh sakunya dan memberikan kartu debit pada Vani, "Cepatlah"

__ADS_1


Vani segera berlari menuju meja pemesanan, ia mendatangi orang yang menjaganya, "spicy antidote drink?"


["Minuman penawar pedas?"]


"Antidote?"


["Penawar?"]


"You can order milk for a spicy antidote" Ucap penjaga meja pemesanan


["Kamu bisa pesan susu untuk penawar pedas"]


"Oh oke" Ucap Vani. Ia segera mendatangi mesin pemesanan dan memesan susu


Setelah membayar dan mendapatkan susu, ia kembali dan memberikannya pada Evano, "Minum ini"


"Susu?" Tanya Evano yang masih kepedasan. Ia tidak menunggu jawaban dari Vani dan langsung meneguk susu itu


Dalam sejenak ekspresi Evano berubah drastis, "eh? pedasnya hilang"


"Serius?" Tanya Vani


Evano mengangguk kecil mengiyakannya, "Kamu nggak kepedasan?"


"Nggak, rasa pedas nggak tahan lama di mulut. Tapi nanti pasti perutku yang sakit" ucap Vani


"Jangan makan lagi" Ucap Evano


"Kamu udah tahu pedes, masih makan juga" Ucap Vani

__ADS_1


"Itu maumu kan"


"Iya sih, kita impass" Ucap Vani senang


__ADS_2